Kota Malang Peringkat 5 Se-Asia dalam “Pembuangan” Waktu karena Kemacetan

0
337

Nusantara.news, Kota Malang – Kemacetan di Kota Malang menjadi sorotan berbagai pihak. Kota yang volume penduduknya semakin naik tiap tahunnya itu kini memiliki problem kemacetan yang cukup pelik. Migrasi ke kota ini, baik karena dibanjiri para pelajar yang ingin mengais ilmu hingga mereka yang mencari sumber penghidupan  ikut menambah kepadatan penduduk di kota ini. Hal ini pada gilirannya berimpilkasi pada problem kemacetan lalu lintas di Kota Malang.

Berbagai upaya pemerintah setempat untuk mengurai dan mengurangi masalah ini pun banyak dilakukan, mulai dari pengubahan arah atau jalur, pelebaran jalan dan pembangunan jalan tembus (alternatif)

Pakar pemerintahan yang juga Dosen Pascasarjana FISIP UMM, Dr. Wahyudi Winarjo M.Si menegaskan bahwa masalah seperti ini harus segera diselesaikan, karena soal ini menyangkut layanan publik.

“Tidak hanya membangun infrastruktur untuk penyeleseian jalan, namun perlu suatu atau kebijakan yang membuat berkurangnya volume kendaraan yang ada, karena permasalahannya bukan jalannya yang sempit namun volume kendaraan yang terlalu banyak,” tegasnya.

Sumber: Hasil Riset dalam lokadata.beritagar.id

Sementara itu data dari laman Lokadata, Lembaga INRIX yang telah melakukan penelitian transportasi dan kemacetan di dunia terhadap 1.064 kota di 38 negara diperoleh beberapa temuan menarik. Survei tersebut menggunakan parameter rata-rata waktu yang dihabiskan oleh pengendara karena kemacetan dalam setahun.

Khusus untuk region Asia hasil survei ini menunjukkan bahwa dari 10 kota yang memiliki rata-rata durasi terlama karena kemacetan terdapat 7 kota yang berasal dari Indonesia. Dengan demikian, Indonesia memegang “rekor” di Asia karena memiliki lebih banyak kota yang memiliki rata-rata durasi paling lama karena kemacetan, dibandingkan dengan kota-kota lain di Asia.

Berdasarkan penelitian tersebut, dalam cakupan regional Asia di tahun 2016, Bangkok (Thailand) berada di peringkat teratas sebagai kota dengan rata-rata waktu paling lama karena kemacetan, yaitu 64,1 jam per tahunnya.

Kemudian disusul Jakarta (Indonesia) dengan lama waktu rata-rata 55 jam dalam setahun. Posisi ketiga diduduki oleh Bandung (Indonesia) yang membutuhkan waktu 42,7 jam, Kota Malang (Indonesia) menghabiskan waktu tidak kurang dari 39,3 jam.

Kota Malang ada di peringkat 4 di Asia dan peringkat tiga nasional dengan lama waktu rata-rata 40-an jam dalam setahun

Chairul Tanjung, Menko Perekonomian Indonesia Ke-14, dalam kutipannya mengatakan bahwa kemacetan sebenanrnya merupakan pertanda bahwa perekonomian di sektor wilayah tersebut berkembang pesat.

Sumber: Badan Pusat Statistik Gini Ratio Kabupaten/Kota di Jawa Timur (Bps.go.id)

Namun dalam realitanya kesenjangan ekonomi masih tinggi. Ini dapat dilihat dari data BPS tentang indeks Gini Kota Malang yang yang justru bertambah dari 0.31 menjadi 0.38 di tahun 2015. Hal ini menandakan bahwa ketidakmerataan ekonomi dan kesenjangan mengalami peningkatan.

Dengan demikian, kemacetan lalu lintas di Kota Malang akibat tumbuhnya jumlah kendaraan tidak serta merta mencerminkan naiknya tingkat kesejahteraan rata-rata warganya. Kemakmuran di kota ini boleh jadi mengalami kenaikan, namun hanya dinikmati oleh lapis kecil di puncak piramida sosial. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here