KPK Bekukan Asset Emirsyah di Luar Negeri

0
567
Garuda Indonesia type pesawat Airbus330

Nusantara.news, Jakarta – KPK melalui CPIB dan SFO juga sudah membekukan sejumlah rekening dan menyita aset Emirsyah yang berada di luar negeri.

Memang, terbongkarnya kasus korupsi mantan Dirut Garuda Emirsyah Satar tidak terlepas dari hasil investigasi Serious Fraud Office (SFO) Inggris atas dugaan skandal suap Rolls Royce ke sejumlah negara, antara lain Malaysia, Thailand, China, Brasil, Kazakhstan, Azarbaizan, Irak dan Angola.

Atas temuannya itu, Rolls Royce yang memproduksi mesin pesawat jet telah dikenai denda sebesar 671 juta pounsterling oleh Pengadilan di Inggris. Ternyata, skandal suap itu melebar ke sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Sejak itu penyelidikan SFO diperluas ke Asia Tenggara dengan melibatkan lembaga anti korupsi di Singapura (CPIB/Corrupt Practices Investigaton Bureau) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kerja-sama ketiga lembaga anti-rusuah itu berhasil berhasil membongkar patgulipat pengadaaan 50 unit pesawat Airbus330 dan mesin pesawat jet yang melibatkan mantan Dirut Garuda Emirsyah Sattar.

KPK sudah menetapkan dua orang tersangka, masing-masing mantan Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar (ESA) selaku penerima suap dan Soetikno Soedarjo selaku beneficial owner dari Connaught International Pte Ltd yang berlokasi di Singapura.

Soektino diketahui merupakan presiden komisaris PT Mugi Rekso Abadi (MRA), satu kelompok perusahaan di bidang media dan gaya hidup.

“Tersangka ESA diduga menerima suap dari tersangka SS dalam bentuk uang dan barang,” ujar Wakil Ketua KPK. Laode M Syarif, dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta Kamis (19/1) sore.

Sebagaimana tertulis dalam biodatanya, ESA menjabat Direktur Utama Garuda sejak Maret 2005 dan mengundurkan diri pada Desember 2014.

KPK juga menyebutkan, Soetikno Soedarjo selaku pendiri PT Mugi Rekso Abadi memberi suap kepada ESA dalam bentuk uang sebesar sekitar Rp20 miliar dan asset senilai Rp 26,76 miliar yang tersebar di Indonesia dan Singapura.

Suap itu terkait proyek pengadaan 50 pesawat Airbus A330 sejak tahun anggaran 2005 hingga 2014.

Paska penetapan tersangka, penyidik KPK bergerak sigap dengan menggeledah sejumlah tempat untuk mengembangkan kasus dugaan korupsi ini, di antaranya dengan memeriksa kediaman mantan Dirut Garuda Indonesia, ESA, di Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Selain menggeledah rumah ESA, KPK  juga menggeledah rumah SS di Cilandak Barat, Jakarta Selatan, dan sejumlah kantornya di Jakarta

Hari ini, Kamis (2/3) tiga saksi diperiksa oleh KPK. “Ketiganya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Emirsyah Satar,” terang Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Pertama, Hadinoto Soedigno selaku direktur teknik PT Garuda Indonesia 2007-2012 yang sekarang menjabat direktur produksi PT Citilink.

Kedua, Sunarto Kuntjoro sebagai mantan executive vice president (EVP) Engineering, Maintenance, and Information System PT Garuda Indonesia.

Ketiga, Dodi Yasendri sebagai mantan senior manager maintenance budget PT Garuda Indonesia.

Sedangkan Emirsyah Satar sudah dua kali diperiksa KPK sebagai tersangka, masing-masing pada Jumat (17/2) dan Rabu (1/3) kemarin.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here