KPK Dalami Aliran Suap P-APBD Kota Malang

0
144
Ilustrasi suap (Foto: Heriyanto-NET.Z)

Nusantara.news, Kota Malang – Kasus suap Anggaran Pendapatan Belanja Daerah – Perubahan (P-APBD) Kota Malang TA 2015 terus didalami oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya KPK mendapatkan temuan baru bahwa uang suap tidak sepenuhnya diambil oleh terdakwa penerima saja, dalam hal ini yakni mantan Ketua DPRD Kota Malang, M Arief Wicaksono.

KPK hingga kini melakaukan pemeriksaan dan penyidakan beberapa pejabat eksekutif dan legislatif Kota Malang untuk mencari tahu aliran dana suap P-APBD Kota Malang TA 2015, karena KPK meyakini bahwa aliran dana suap tersebut tidak terhenti pada satu terdakwa saja. Sebab, kuat ditengarai suap mengalir ke kantong setiap anggota legislatif dan beberapa pejabat eksekutif lainnya.

Sebelumnya, Mantan Ketua DPRD Kota Malang, M Arief Wicaksono jadi tersangka kasus suap dalam pembahasan APBD Perubahan 2015. KPK juga menetapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Jarot Edy Sulistyono sebagai penyuap senilai Rp 700 juta. Diduga kuat Arief tidak menerima uang tersebut sendirian.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, penyidik KPK kini tengah memperdalami Aliran Dana Kasus Suap P-APBD Kota Malang TA 2015 ini. Sejak minggu lalu dilakukan pemeriksaan dan penyidikan lanjutan pejabat legislatif dan eksekutif Kota Malang.

“Seluruhnya baik anggota DPRD dan beberapa pejabat eksekutif kami lakukan penyelidikan lanjutan sebagai saksi atas tersangka MAW (M. Arief Wicaksono),” kata Febri.

Ia menjelaskan bahwa materi pemeriksa dua unsur saksi pun berbeda. Untuk unsur anggota legislatif, penyidik masih terus mendalami pengetahuan saksi terkait aliran dana yang diterima oleh tersangka M. Arief Wicaksono.

Sedangkan unsur eksekutif, dimintai motif keterangan pemberian dana suap dari eksekutif ke legislatif. “Jika terhadap dua saksi pihak eksekutif, yakni staf walikota, penyidik mendalami pengetahuan para saksi terkait komitmen pemberian dari eksekutif kepada unsur DPRD Kota Malang,” tukasnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Malang, H M Zainuddin mengaku tidak ditanya seputar kemana aliran uang suap tersebut saat diperiksa KPK. Terutama dugaan uang suap juga masuk ke kantong beberapa anggota dewan lainnya. Yang kemudian disebut KPK dalam istilah uang ‘pokir’ yang kepanjangannya adalah ‘pokok pikiran’.

“Saya diminta untuk melhat dan membaca ulang BAP yang dulu telah dibuat. Sejauh ini belum ada pertanyaan baru. Ditanyakan kembali soal pokir seperti pemeriksaan yang sebelumnya,” akunya.

MCW Yakin, Tersangka Tidak Bekerja Sendirian

Upaya keberlanjutan penelusuran aliran dana suap P-APBD Kota Malang TA 2015 yang dilakukan oleh KPK akhir ini, di dukung oleh Malang Corruption Watch (MCW). Pihak MCW yakin jika dana tersebut  dialirkan ke beberapa pihak. Besar harapan KPK mengungkap ke mana saja uang suap sebesar Rp 700 juta tersebut mengalir.

Koordinator MCW, M Fachrudin mengatakan, pihaknya mendukung penuh langkah KPK yang kembali memeriksa, baik anggota legislatif dan eksekutif Kota Malang. Yakni sebagai saksi, atas kasus yang menjerat mantan Ketua DPRD Kota Malang, M. Arief Wicaksono dan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Jarot Edy Sulistyono tersebut.

“Jelas kami mendukung penuh upaya yang dilakukan oleh KPK, untuk mencari akar-akar aliran dana suap tersebut,” jelasnya.

Pihaknya menyampaikan bahwa dugaan aliran dana suap diduga kuat tidak hanya kepada M. Arief Wicaksono semata, melainkan ada beberapa oknum semacam‘invisible hand’ lainnya yang uga turut dalam kasus ini. Maka KPK diharapkan dapat mengungkapkan dugaan aliran suap tersebut bermuara ke mana.

Ia menyebut bahwa pemeriksaan lanjutan yang dilakukan KPK akhir-akhir ini merupakan upaya pengembangan kasus yang masih belum tuntas tersebut.

“Jadi menurut hemat kami, terkait pemanggilan sejumlah anggota DPRD dan beberapa pejabat di Pemkot Malang tidak hanya untuk menguatkan posisi kasus MAW (M. Arief Wicaksono ) dan dua tersangka lainnya. Tapi, itu merupakan proses pengembangan kasus terutama berkaitan dengan aliran dana ke beberapa orang lain,” pungkas pria berkacamata tersebut.

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here