KPK Kemungkinan Besar Akan Mentersangkakan Sjamsul Nursalim

0
235
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemungkinan besar akan mentersangkakan Sjamsul Nursalim terkait Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI)-nya senilai Rp4,5 triliun.

Nusantara.news, Jakarta – Setelah mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Sjafruddin Arsyad Temenggung divonis 15 tahun oleh Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta, tidak menutup kemungkinan Sjamsul Nursalim ditersangkakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

PT DKI Jakarta diketahui telah menambah vonis eks Shafruddin menjadi 15 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 3 bulan kurungan. Dia dinyatakan bersalah dalam kasus penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Sjamsul Nursalim.

Putusan itu lebih tinggi dibanding vonis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, yaitu 13 tahun penjara dan denda Rp700 juta subsider 3 bulan kurungan. KPK mengapresiasi putusan PT DKI tersebut.

“Putusan Pengadilan Tinggi DKI dalam kasus BLBI ini tentu kami sambut baik, karena sudah sesuai dengan Tuntutan KPK 15 tahun penjara dan denda Rp1 miliar. Memang masih ada perbedaan pidana kurungan pengganti yang jadi 3 bulan,” papar Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah belum lama ini.

Menurut Febri, putusan PT DKI ini menunjukkan proses hukum yang dilakukan KPK terhadap Sfafruddin telah memiliki bukti yang kuat. Dia menyatakan KPK siap jika Sjafruddin nantinya mengajukan kasasi.

“Ini menunjukkan bahwa sejak awal dalam kasus BLBI ini, ketika KPK mulai melakukan penyidikan, penuntutan hingga proses persidangan, semuanya dilakukan dengan hati-hati dan bukti yang meyakinkan,” demikian Frebri.

“Jika pihak terdakwa mengajukan Kasasi, kami pastikan KPK akan menghadapi hal tersebut. Nanti kita lihat apa sikap pihak terdakwa terhadap putusan PT DKI ini,” sambung Febri.

Dalam putusan tingkat pertama (Pengadilan Negeri), hakim menyebut Sjafruddin melakukan perbuatan haram itu bersama-sama Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih S Nursalim, serta Dorojatun Kuntjoro Jakti selaku Ketua Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) dalam penerbitan SKL itu.

Sjafruddin disebut menghapus piutang BDNI kepada petani tambak yang dijamin PT Dipasena Citra Darmadja dan PT Wachyuni Mandira serta surat pemenuhan kewajiban pemegang saham meski Sjamsul belum menyelesaikan kewajibannya yang seolah-olah piutang lancar atau misrepresentasi.

BDNI disebut hakim ditetapkan sebagai Bank Beku Operasi (BBO) yang pengelolaannya dilakukan oleh Tim Pemberesan yang ditunjuk BPPN dan didampingi oleh Group Head Bank Restrukturisasi. BDNI pun dikategorikan sebagai bank yang melakukan pelanggaran hukum atau transaksi yang tidak wajar yang menguntungkan Sjamsul Nursalim.

Atas perbuatan itu, Sjafruddin merugikan negara sebesar Rp4,5 triliun terkait BLBI. Karena menguntungkan Sjamsul sebesar Rp 4,5 triliun.

Dengan sebab tersebut, maka tidak menutup kemungkinan pada saat banding di Mahkamah Agung, Sjamsul kalah lagi. Pada saat itulah yang memungkinkan KPK mentersangkakan yang bersangkutan, karena putusan atas Sjafruddin dapat dijadikan preseden hukum untuk mentersangkakan Sjamsul Nursalim.

KPK sendiri belakangan mengupayakan pemeriksaan pengusaha Sjamsul Nursalim berkaitan dengan kasus pemberian SKL BLBI di Singapura. Sebab, Sjamsul selalu mangkir dari pemanggilan penyidik. Alasannya, Sjamsul sejak awal sudah mangkir saat dijadikan saksi

“Ya kita lebih baik mendatangi yang bersangkutan kalau kita pengin meriksa (Sjamsul),” ucap Wakil Ketua KPK Alexander Marwata belum lama ini.

Menurut Alexander, usia Sjamsul yang sudah tua serta statusnya sebagai permanent resident di Singapura kerap dijadikan alasan mangkirnya. Namun hal itu disebut Alexander tidak menjadi halangan bagi KPK.

“Pasti dong, pasti. Nanti kalau dipanggil nggak datang-datang, kita datang ke sana. Nanti kalau sidang nggak hadir kan bisa in absentia,” ujar Alexander.

“Itu sebenarnya sudah di ranah penyidikan itu, tapi belum ada ekspose lebih lanjut,” imbuhnya.

Dengan demikian, tinggal selangkah lagi KPK dapat menjerat Sjamsul Nursalim sebagai tersangka SKL BLBI yang diterimanya. Jika KPK berhasil memeriksa Sjamsul di Singapura, maka akan membuka kotak pandora yang sesungguhnya. Apakah Sjamsul terlibat atau tidak.

Sementara Pengacara Sjamsul Nursalim, Otto Hasibuan merasa bingung dengan kasus BLBI Sjamsul Nursalim yang selalu muncul menjelang Pemilihan Presiden.

Bahkan Sjamsul Nursalim lewat pengacaranya sedang menggugat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ke Pengadilan Negeri (PN) Tangerang. Gugatan itu diajukan Sjamsul berkaitan dengan SKL BLBI-nya.

Dari Sistem Infornasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Tangerang, Senin (25/2/2019), terungkap gugatan itu didaftarkan sejak Selasa (12/2) dengan nomor perkara 144/Pdt.G/2019/PN Tng. Pihak penggugat merupakan Sjamsul melalui kuasa hukumnya, Otto Hasibuan. Sedangkan tergugat disebutkan atas nama I Nyoman Wara dan BPK.

Paling tidak ada enam poin gugatan yaitu yang disampaikan Sjamsul:

Pertama, menerima dan mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya.

Kedua, menyatakan tergugat I dan tergugat II telah melakukan perbuatan melawan hukum. 

Ketiga, menyatakan ‘Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif dalam Rangka Penghitungan Kerugian Negara atas Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Pemberian Surat Pemenuhan Kewajiban Pemegang Saham/Surat Keterangan Lunas kepada Sdr. Sjamsul Nursalim selaku Pemegang Saham Pengendali BDNI pada Tahun 2004 Sehubungan dengan Pemenuhan Kewajiban Penyerahan Aset oleh Obligor BLBI kepada BPPN Nomor 12/LHP/XXI/08/2017 tanggal 25 Agustus 2017’ tidak sah, cacat hukum dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat.

Keempat, menghukum tergugat I dan II membayar kerugian kepada penggugat sebesar Rp1.000 sebagai kerugian immateriil.

Kelima, menyatakan putusan dalam perkara ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu meskipun ada verzet, banding maupun kasasi (uitvoerbaar bij voorraad).

Keenam, menghukum tergugat I dan tergugat II membayar biaya perkara.

Tampaknya kasus SKL BLBI Sjamsul Nursalim masih menyimpan cerita panjang, sepanjang calon tersangka yang bakal menjadi pesakitan KPK kelak.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here