KPK Panggil Tiga Saksi Kasus Korupsi Eddy Rumpoko

0
115
Iwan Budianto, Saksi OTT KPK terhadap Eddy Rumpoko (Sumber: Muhammad Choirul)

Nusantara.news, Kota Batu – Setelah menetapkan status tersangka atas kasus korupsi yang dilakukan oleh Walikota Batu, Eddy Rumpoko (ER), KPK segera melakukan pemanggilan saksi dan penyelidikan kasus lebih mendalam.

Ketiga saksi yang dipanggil adalah CEO Arema FC dan Kepala Staf Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Yusuf Risanto, dan Kepala Cabang PT Kartika Sari Mulia (PT. KSM), Hariyanto Iskandar.

Iwan Budianto memberikan keterangan bahwa pemanggilan dirinya oleh KPK terkait hubunganya dengan Eddy Rumpoko. Menurutnya, meski dirinya sudah lama mengenal Eddy Rumpoko, ‎namun ia tidak tahu menahu soal kasus yang menjeratnya.

Iwan mengaku dicecar penyidik soal hubungannya dengan Eddy Rumpoko. “Tadi saya cuma delapan pertanyaan. Pripsipnya hari ini pertanyaan yang ringan-ringan saja. Apakah saya mengenal Pak Eddy Rumpoko? Ya tentu saya mengenal,” ungkap Iwan di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Iwan menjelaskan terkait perkenalannya dengan Eddy Rumpoko ‎jauh sebelum Eddy Rumpoko menjadi Walikota Batu. Perkenalan antara keduanya terjalin sejak 1997 saat mereka sama-sama menjadi pengusaha.

“‎Kedekatan saya dengan Pak ER sudah lama, jauh sebelum beliau jadi walikota, kan dia pengusaha dulunya. Saya dia sekitar tahun 1997 atau 1998 lalu, saat beliau jadi pengusaha properti yang cukup besar,” jelas Iwan.

Ia pun juga menjelaskan terkait apakah dirinya memiliki hubungan kekerabatan atau tidak, dirinya menjelaskan hanya rekanan bisnis di Malang Raya. “Kalau mengenal tentu saja saya kenal dengan Eddy Rumpoko. Tetapi kalau permasalahan pembelian Mobil Alphard saya tidak tahu tentang hal itu,” imbuhnya.

Sementara itu, saksi lain dari Manajemen Arema FC, Sudarmaji, tidak banyak berkomentar terkait pemanggilan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pemanggilan tersebut tidak ada hubunganya dengan Arema FC.

“Saya kira lebih bijak jika tidak dikaitkan dengan Arema FC. Pasalnya beliau diperiksa dengan kapasitas lain. Apalagi beliau juga sosok yang sangat respek dengan segala persoalan,” tandas Media Officer Arema FC.

Selain memeriksa Iwan pada Rabu (11/10/2017) lalu, penyidik KPK juga memanggil dua saksi lainnya yang juga diperiksa untuk kasus Eddy Rumpoko, yaitu dosen Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (UB) Yusuf Risanto dan Kelapa Cabang PT Kartika Sari Mulia, Hariyanto Iskandar.

Namun, Yusuf Risanto, tidak ‎hadir memenuhi panggilan lantaran sedang melanjutkan studi di Cina. Penyidik akan berkoordinasi dengan PJKAKI untuk kemungkinan melakukan pemeriksaan di luar negeri.

Menengarai salah satu dosen tersangkut dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan meubleair di Kota Batu, Kepala Bagian Humas UB, Kotok Gurito, pihak kampus malah baru tahu jika salah satu dosennya dipanggil KPK.

Belum ada surat dari KPK yang sampai ke pihak kampus. Seharusnya jika memang benar dipanggil sebagai saksi, pasti ada surat tembusan ke rektor atau dekan fakultas terkait permohonan izin untuk pemeriksaan. Mengingat saat ini Yusuf juga sedang menempuh studi lanjut di Cina.

“Belum ada surat tembusan ke dekan atau rektor, harusnya secara administratif ada sebagai pemberitahuan karena Yusuf Risantoso merupakan Dosen Universitas Brawijaya,” jelasnya.

Untuk diketahui, kasus korupsi proyek pengadaan meubleair Kota Batu yang diduga ada pemberian uang terkait fee 10 persen untuk Eddy Rumpoko, menggegerkan warga Malang.

Fee tersebut diduga sebagai komisi a.ltau uang pemulus untuk memenangkan PT Dailbana Prima dengan nilai proyek Rp 5,26 miliar, sebagai tender pengadaan meubleair Pemkot Batu. Diduga diperuntukkan pada Eddy Rumpoko uang tunai Rp 200 juta dari total fee Rp 500 juta.

Belum terpenuhinya keseluruhan dari keterangan saksi, lebih lanjut akan memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangan lebih lanjut, terutaa yang belum bisa hadir dalam pemanggilan pemeriksaann dari KPK.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here