KPU Batu Siap Hadapi Sidang Gugatan Pilkada

0
71

Nusantara.news, Kota Batu – Hasil penghitungan suara Pilkada Kota Batu 2017 yang ditolak oleh beberapa pasangan calon, karena dianggap mengandung kejanggalan, sudah bermuara di Mahkamah Konstitusi untuk disidangkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Suara oleh KPU Kota Batu dalam Pilkada Kota Batu 2017, Kamis (23/2) silam, menetapkan pasangan nomor urut 2, Dewanti Rumpoko-Punjul Santoso,  sebagai pasangan calon yang unggul dalam pilkada Kota Batu. Dewanti adalah istri dari Wali Kota Batu saat ini, Eddy Rumpoko.

KPU Kota Batu sudah menerima salinan gugatan yang diajukan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota nomor urut 1, H. Rudi dan Sujono,  dari Makamah Konstitusi (MK). KPU Kota Batu harus mempersiapkan susunan jawaban dan barang bukti untuk sidang yang akan digelar pada Rabu (22/3/) besok.

Divisi Hukum KPU Kota Batu, Mardiono, mengatakan KPU Kota Batu siap menjalani sidang di MK. “Terkait gugatan itu, KPU Kota Batu siap!,” tandas Mardiono

Mengenai persiapan yang dilakukan KPU Kota Batu, ia menjelaskan tinggal merapikan dan melengkapi beberapa alat bukti yang menunjang pada persidangan nanti. “Kami sudah  mempersiapkan dan melengkapi hal-hal yang diperlukan, seperti barang bukti berupa dokumen-dokumen selama Pilkada Kota Batu 2017, dan surat-surat keputusan dari KPU Kota Batu,” ujarnya.

Gugatan yang dilakukan Tim Sukses pasangan Rudi-Sujono terkait dugaan kecurangan dan pelanggaran yang dilakukan paslon nomor urut 2 dalam penyelenggaraan Pilkada Kota Batu 2017.

Beberapa hal yang digugat adalah dana dari Pemkot Batu yang dikeluarkan menjelang Pilkada 2017, seperti santunan ibu hamil, insentif RT/RW, dugaan keterlibatan pejabat Pemkot dalam Pilkada dengan melakukan kampanye atau promosi yang menguntungkan salah satu pihak tertentu.

Tim Sukses Rudi-Sujono, Ainun Rofiq menyatakan melalui gugatan ini, pihaknya minta pembatalan Keputusan KPU Kota Batu tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara. “Kami telah berupaya membentuk beberapa pos pengaduan untuk menampung masukan bahwa Pilkada ini penuh praktik curang dan pelanggaran yang dilakukan oleh paslon tertentu,” kata Ainur Rofiq. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here