KPU Diduga Ganjal Calon Perseorangan Pamekasan

0
61

Nusantara.news, Pamekasan – Kendati jalur perorangan sangat memberatkan dari sisi persyaratan, namun tidak seharusnya penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mengabaikan berkas yang diajukan setiap calon. Situasi ini yang sempat membuat panas Kabupaten Pamekasan akhir-akhir ini. Penyebabnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat dinilai tidak menghitung sisa berkas dukungan sebanyak satu kardus yang pasangan Marzuku-Hariyanto Waluyo.

Keputusan itu bahkan diminta Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) layak untuk diteruskan ke tahap sidang sengketa menghadapi Pilkada 2018. Ketua Panwaslu Pamekasan Saidi mengatakan, hasil sidang sengketa yang direkomendasikan pihaknya adalah KPU harus tetap menghitung sisa berkas sekardus yang diabaikan sebelumnya. “Waktunya, sesuai dengan hasil putusan sidang adalah tiga hari kerja. Jadi, Senin (18/12) merupakan hari terakhir,” terangnya.

Atas dasar hasil penghitungan pada dokumen sebanyak satu kardus itu, KPU Pamekasan selanjutnya direkomendasikan agar menjadikan dasar untuk membuat keputusan, apakah bakal calon bupati dan wakil bupati dari unsur perseorangan itu, bisa mengikuti tahapan verifikasi berikutnya atau tidak. “Sebab, yang dipersoalkan pasangan Bacabup-Bacawabup Pamekasan dari perseorangan tersebut adalah berkas dukungan sebanyak satu kardus itu tidak dihitung,” ujar Saidi.

Padahal, sambung dia, berkas dukungan tersebut, juga dibawa pasangan Bacabup-Bacawabup Pamekasan, yakni Marzuki dan Hariyanto Waluyo saat pendaftaran di detik-detik akhir menjelang putusan.

Sebelumnya KPU Pamekasan memastikan pasangan calon perseorangan Mahar dinyatakan tidak memenuhi syarat administrasi untuk bersaing pada momentum pesta demokrasi lima tahunan tingkat kabupaten. Sebab, jumlah dukungan minimal yang harus dipenuhi sebanyak 51.055 pernyataan dan foto kopi KTP elektronik tidak cukup.

Hasil penghitungan yang dilakukan oleh KPU disebutkan jumlah dukungan dalam “hardcopy” Model B.1-KWK perseorangan sebanyak 37.302 orang dan tersebar 100 persen di 13 kecamatan di Pamekasan. Sehingga, KPU menyatakan jumlah dukungan itu kurang dari jumlah minimal dukungan.

Tidak hanya itu, jumlah foto kopi identitas kependudukan atau surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Pamekasan, juga mendapatkan hasil serupa, yakni lampiran formulir Model B-1 KWK perseorangan sebanyak 43.605 pendukung.

Baik KPU maupun saksi dari Bacabup-Bacawabup Mahar mengakui memang ada satu kardus foto kopi KTP elektronik yang tidak dihitung. Pihak KPU beralasan, karena kardus dukungan itu diserahkan melampaui batas waktu yang telah ditetapkan, yakni pukul 24.00 WIB. Namun saksi Mahar menyebutkan foto kopi itu, bersamaan dengan berkas lain.

Namun bisa jadi rekomendasi hasil sidang sengketa itu tidak dijalankan karena sesuai tahapan, kemarin sudah masuk tahap sosialisasi teknik pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati dari jalur partai. Sosialisasi yang mengundang semua pengurus partai politik pengusung pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan pada pilkada yang akan digelar 27 Juni 2018 itu dihadiri langsung oleh Divisi Teknis KPU Jatim Moh Arbayanto.

Ada beberapa hal yang dijelaskan pria yang akrab disapa Arbak tersebut. Antara lain tentang prasyarat pencalonan, dan ketentuan mengenai pengurus partai yang harus mendaftar pada proses pendaftaran bakal calon. Sesuai ketentuan, syarat administratif ijazah pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati yang harus disetorkan ke KPU saat pendaftaran nanti adalah minimal ijazah lulusan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA). “Kalaupun calon ingin menaruh gelar kesarjaan pada nama yang hendak dipasang nanti, maka pasangan bakal calon tersebut hendaknya juga melampirkan ijazah sarjananya,” ujarnya.

Guna meminimalisir kemungkinan adanya penyalahgunaan dalam hal prasyarat diajukan KPU menggandeng dua institusi, yakni Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama. Menurut Arbayanto, kedua institusi tersebut digandeng pihak KPU guna menentukan apakah ijazah yang diajukan pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati itu asli atau tidak.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here