KPU DKI Harus Mampu Menangkal Hacker

0
356

Nusantara.news, Surabaya – KPU DKI Jakarta harus mampu menangkal hacker.  KPU harus mampu menjelaskan dan meyakinkan bahwa berita yang viral di media sosial soal permainan hacker dalam Pilkada DKI yang digelar 15 Februari lalu adalah berita tidak benar. KPU DKI Jakarta tidak cukup hanya mengatakan bahwa aksi hacker itu adalah berita hoax.

“Jelaskan secara meyakinkan bahwa hacker itu betul betul tidak ada,” kata pengamat politik dari FISIP Universitas Brawijaya Malang, Barqah Prantama kepada NUSANTARA.NEWS di Malang, Jumat (17/2/2017).

Demikian juga Bawaslu tidak cukup hanya memberikan bantahan bahwa hacker itu tidak ada. “Jelaskan mengapa mereka mengatakan tidak ada hacker, apakah mereka sudah mengantisipasi sebelumnya, bagaimana dan seperti apa kehebatan anti hacker yang dimiliki KPU dan Bawaslu,” kata Barqah.

Barkah menegaskan, penjelasan itu penting untuk meyakinkan bahwa pilkada DKI adalah perwujudan demokrasi dalam arti yang sebenarrya, bukan perwujudan adu jago mencuri suara melalui permainan hacker.

“Seluruh elemen penyelenggara pilkada baik itu KPU dan Bawaslu harus jeli dan tegas menghadirkan demokrasi yang subtantif,” tandas Barqah.

Dihubungi terpisah, pengamat politik yang juga mahasiswa pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM)  Yogyakarta, Ronny Ersya mendukung pernyataan Barqah.

“Berbagai macam cara bisa dilakukan oleh kontestan guna mewujudkan kepentingannya dalam pilkada. Cara-cara demi menang tersebut sangat bisa merusak dan menodai demokrasi,” ujarnya

DKI Jakarta yang menjadi pusat pusaran politik nasional harus bisa menjadi contoh perwujudan demokrasi dalam arti yang sebenarnya itu. “Jakarta harus menjadi teladan bagi daerah lain,” kata Ronny Ersya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here