KPU Tekankan Jaga Kondusifitas Persaingan Pilkada

0
27
KPUD Kota Malang

Nusantara.news, Kota Malang – Satu pekan lagi KPU Kota Malang akan menetapkan pasangan calon (paslon) Pilkakada 2018, pihaknya ingin tim sukses dari masing-maing calon nantinya akan berkomitmen untuk menjaga kondusifitas Kota Malang.

“Meskipun persaingan dan kompetisi ini ada, jangan sampai masyarakat terpecah belah akan golongan dan pendukung satu dengan yang lainnya. Oleh karenannya para timses harus tetap menjaga kondusifitas di masyarakat,” jelas Komisioner KPU Kota Malang, Deny R Bachtiar kepada wartawan, Selasa (24/1/2017).

Ia menekankan bahwa meskipun ada perbedaan pendukung golongan, selanjutnya harus tetap bersatu kembali sebagai masyarakat Kota Malang.

“Kompetisi pasti ada menang dan ada yang belum berhasil, yang terpenting masyarakat tetap bersatu sebagai ‘kera ngalam’ persaingan jangan dibawa seterusnya hingga menyebabkan terpecah belah dan saling menjatuhkan dengan sesama masyarakat malang,” ujarnya.

Sejauh ini ada tiga paslon telah mendaftar ke KPU Kota Malang. Tiga paslon tersebut adalah Anton-Syamsul Mahmud (Asik), Yaqud Ananda Gudban-Wanedi (Menawan), dan Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko (Sae).

Ketua timses paslon Tim Asik, Arief Wahyudi mengungkapkan pihaknya akan berkomitmen menjaga ketertiban selama masa kampanye hingga usai gelaran Pilkada.

Ia menegaskan suasana kondusif Kota Malang harus ditunjukkan agar masyarakat bisa memilih calon pemimpin yang terbaik. “Percuma mencari pemimpin yang terbaik untuk Kota Malang dengan cara gegeran, pasti mendapat pemimpin yang tdak baik,” tegasnya

Pihaknya menyebut aturan soal kampanye kini semakin ketat. KPU telah menentukan promosi hingga gambar calon. “Dengan aturan yang ketat disertai dengan pengakakkn yang tegas akan menjaga kondusifitas masyarakat, sebuah langkah yang bagus bagi KPU,” ujar Politisi PKB tersebut.

Juru bicara paslon Tim Menawan, Dito Arief menguraikan semua pihak harus sepakat menjaga Pilkada tetap aman. Jika Pilkada aman, pesta demokrasi bisa berdampak positif bagi masyarakat.

“Prinsip kami, pesta demokrasi berlomba dalam kebaikan, Itu bagian dari mencari pemimpin baru dengan proses menawan dan baik,” kata Dito.

Ia menjelaskan jika kondusi stabil tidak ada saling menjatuhkan, tidak timbul konflik horizontal yang berkepanjangan maka masyarakat sudah dewasa dalam berdemorasi dan berpolitik.

“Keikhlasan menjadi kunci layaknya ibadah, pemahaman Ikhtiar dan Takdir perlu ditanamkan sebagai pembelajaran politik dan demokrasi di masyarakat,” tutur alumni Universitas Brawijaya tersebut.

Sementara itu, di lain tempat penasehat paslon Tim Sae, M Noorwahyudi menjelaskan sejarah Pilkada di Kota Malang selalu damai. Catatan sejarah itu harus dipertahankan. “Sejarah mencatat pilkada kita selalu damai, provokasi tindak persekusi seperti di daerah-daerah lain tidak bisa dilakukan di sini. Toleransi masyarakat yang tinggi menjadi modal untuk menjaga suasana tersebut,” jelasnya.

Pihaknya menilai, kondisi tersebut dapat dipertahankan dari masa lalu hingga sekarang dan nanti karena Kota Malang sebagai kota pendidikan. “Pendidian yang merupakan alat penyadaran menjadikan peradaban masyarakan menjadi Sae (baik), ini adalah potensi bagi masyarakat Kota Malang, jika perlu didongkrak dan dikembangkan,” jelasnya.

Ia menyebut bahwa masyarakat Kota Malang sejatinya memiliki sisi multukulturalisme dan semangat tolreansi yang tinggi sehingga tidak terlalu rentan isu pecah belah. “Yang penting sae. Kita hidup baik dan rukun bersama agar berkehidupan dan bermasyarakat berjalan baik,” ungkap Noorwahyudi. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here