KPUD Kota Malang Luncurkan Jingle dan Maskot Pilkada

0
141
Maskot 'Sam Ode' Pilkada Kota Malang 2018

Nusantara.news, Kota Malang – Pemilihan umum Kepala Daerah (Pilkada) Kota Malang direncanaakn digelar pada 2018. Persiapan pun dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang selaku penyelenggara, juga para peserta Pilkada.

Tahapan dari Pilkada yang akan berlangsung tahun depan itu telah di launching di Hotel Ijen Suites Kota Malang pada Jumat (8/9/2017) lalu, disaksikan berbagai pihak yang akan terlibat pesta demokrasi lokal tersebut.

Ketua KPU Kota Malang, Zainuddin menjelaskan, pada kali ini, bukan hanya tahapan Pilkada yang di-launching. Melainkan juga maskot serta jingle yang akan digunakan untuk melakukan sosialisasi pada tahapan berikutnya.

“Untuk kali ini kami melaunching maskot, jingle, web, struktur KPU, dan beberapa agenda tahapan awal untuk Pilkada 2018 Kota Malang yang nanti akan ada sosialisasi lanjutan untuk tahap berikutnya” ujarnya kepada wartawan, Senin (11/9/2017).

Jingle Pilkada Kota Malang berjudul ‘Gak Nyoblos Gak Mbois Ker’ yang artinya ‘Tidak Mencoblos Tidak keren’. Sedangkan maskotnya bernama ‘Sam Ode’, berupa ikon singa dengan pakaian khas malangan dan membawa paku.

“Kita pakai Bahasa Malangan, karena memang yag memiliki hajat adalah Kota Malang. Jadi, Sam Ode itu singkatan dari Ongis Demokrasi. Sam, seperti sudah diketahui khalayak berarti mas,” pungkas pria berkacamata tersebut.

Pada kali ini, KPU melibatkan semua elemen masyarakat. Baik jajaran pemerintah kota, partai politik, LSM, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, para pemuda dan mahasiswa hingga mengundang beberapa KPU kabupaten dan kota se-Jawa Timur.

Pelibatan beberapa elemen penting di masyarakat khususnya pemuda kali ini menurutnya tidak lain untuk mengajak para pemuda terjun langsung dan berpartisipasi aktif dalam Pilkada 2018 Kota Malang.

“Sebagian para pemuda akan kami jaring untuk jadikan tim kreatif dalam menyosialisasikan Pilkada 2018 dengan cara mereka. Sehingga yang memberikan wawasan bukan orang tua atau generasi tua melainkan para generasi muda pun turut menyarakan anti-Golput,” imbuh Zainuddin.

Penyelenggaraan Pilkada 2018 kali ini, diperkirakan akan memakan biaya anggaran sebesar Rp 30,2 Miliar. KPU pun memiliki target 70 persen pemilih terealisasi, target ini meningkat 5 persen daripada tahun sebelumnya yang hanya menargetkan 65 persen realisasi pemilih.

Rincian Tahapan Pilkada Kota Malang

Substansi acara sosialisasi yang dilakukan oleh KPU Kota Malang adalah memberikan informasi terkait beberapa tahapan awal, launching jingle dan maskot Pilkada 2018 Kota Malang. Rincian tahapan awal pilkada tersebut antara lain sosialisasi, perekrutan PPK-PPS, penerimaan syarat dukungan calon perseorangan, juga pemutakhiran data pemilih.

Tahapan awal Pilkada Kota Malang 2018, akan dimulai dari sosialisasi, dilajutkan dengan pembentukan Pantia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), pemutakhiran penetapan daftar pemilih, pembentukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), penyerahan syarat dukungan calon perseorangan, pendaftaran calon, dan penelitian syarat pencalonan.

Kemudian sosialisasi berikutnya akan diinformasikan terkait teknis penetapan pasangan calon, pengundian dan pengumuman nomor urut calon, masa kampanye, masa tenang, pemungutan suara, rekapitulasi suara, penetapan pasangan calon terpilih tanpa permohonan perselisihan hasil pemilih, dan terakhir penetapan pasangan calon terpilih paska putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Berdasarkan beberapa rincian tahapan diatas, penyerahan syarat dukungan calon perseorangan dimulai pada 25 – 29 November 2017. Sementara itu, pendaftaran pasangan calon pada 8 – 10 Juni 2018. Pemungutan suara akan digelar 27 Juni 2018. Tercatat, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kota Malang jika mengacu pada Pilpres tahun 2014 sebanyak 611.246 jiwa.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here