Krisis Air, Tak Ada PDAM HIPAM pun Jadi

0
289
Ilustrasi Krisis Air

Nusantara.news, Kota Malang – Belum lama ini masyarakat Kota Malang, digegerkan dengan macetnya salah saluran air di Kota Malang, yang dikarenakan persengketaan pembagian tarif saluran air antara PDAM Kota dan Kabupaten Malang.

Hal tersebut membuat masyarakat Kota Malang, kesulitan mengakses air bersih beberapa waktu lalau. Pelangan PDAM pun sempat kecewa dan  menyayangkan kejadian hal tersebut.

Hingga saat ini pun terjadi kemacetan saluran air kembali, hal tersebut dikarenakan adanya pohon tumbang di kawasan Wendit, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang yang mengakibatkan aktivitas penyaluran air bersih terhenti sementara waktu.

Direktur Teknik PDAM Kota Malang, Teguh Cahyono mengatakan, pohon berukuran besar yang ada di depan kawasan Wendit tumbang dan mengenai tiang PLN.

Akibatnya, lampu padam untuk sementara waktu dan secara tidak langsung berpengaruh pada pompa wendit. berdampak pada gangguan aliran PDAM.

“Sudah padam sejak pukul 01.00 WIB dini hari lalu, jadi penyaluran memang terdampak,” tungkap dia

Belum diketahui dengan pasti perbaikan akan berlangsung sampai kapan. Namum PDAM meminta agar pelanggan tetap bersabar untuk sementara waktu. Kami telah melakukan beberapa cara untuk pompa PDAM tetap bisa beroprasi.

Saat ini, pihak PDAM, mendorong pihak PLN untuk melakukan perbaikan listrik dan pompa, dan PDAM mengusahakan pengoperasian pompa untuk sementara waktu untuk tetap bisa berjalan, dengan dialihkan menggunakan genset.

“Iya kami usahakan ada pembangkit, yakni menggunakan genset. Bisa beropreasi namun ya tidak semaksimal dari tenaga pompa PLN,” tutur dia.

Pihaknya pun meminta para pelanggan bersabar dan memohon maaf atas peristiwa yang telah terjadi ini. “Kami mohon maaf atas ketidaknyaman ini, memang diluar ekspektasi. Tetap kami usahakan untuk tetap bisa beroprasi dan melayani pelanggan,” ungkapnya.

Beralih, dan Memaksimalkan HIPAM

Masyarakat Kota Malang pun merasa kecewa karena kesekian kalinya merasa kesulitan mengakses air bersih. Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kota Malang kemudian menghimbau untuk memaksimalkan smber air yang ada untuk dapat dibagi dan dialirkan ke masyarakat.

Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto menjelaskan dengan melihat kondisi yang terjadi akhir ini pihaknya akan mengusulkan untuk malakukan beberapa rencana yang akan dijalankan, salah satunya memanfaatkan dan menggali sumber air yang ada di dalam kota.

Ia menjelaskan bahwa di dalam kota sebenarnya juga terdapat beberapa sumber air dari HIPAM (Himpunan Pengusaha Air Minum) yang memiliki debet air melebihi kapasitas. “Dari situ nanti sebagian sumur HIPAM akan dikelola PDAM, untuk yang memang debetnya melebihi,” jelasnya Jum’at,  (1/12/2017) kepada wartawan.

Kota Malang, memiliki HIPAM total yang terdata saat ini ada sekitar 30 sumur, yang memiliki debit air melebihi dan setelah dikaji kemungkinan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi sebagian masyarakat Kota Malang.

Sementara itu, problem terkait air bersih yang melibatkan PDAM Kota dan Kabupaten Malang, menurutnya saat ini masih dalam tahap penanganan. Khusus untuk pemanfaatan sumber air wendit, sedang menjalani tahap perundingan yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here