Kritik Tajam Investasi Cina di Jawa Timur

1
292

Nusantara.news, [Surabaya] – Jawa timur punya modal besar jadi pionir ketahanan ekonomi negeri ini. Di sisi lain, kondisi demografis yang menempatkan sebagai provinsi terpadat kedua nasional, justru jadi incaran pasar global. Serbuan produk asing datang silih berganti yang dikhawatirkan lambat laun justru melemahkan daya tahan ekonomi secara regional. Apalagi masih dipilihnya investasi asing untuk mengembangkan lini usahanya di provinsi seluas 47.922 kilometer persegi ini.

Peluang ini rasanya sulit dilewatkan begitu saja oleh pengusaha-pengusaha asing, terutama Cina yang kian agresif dalam beberapa dekade terakhir. Apalagi Cina dengan One State Two Systems yakni dengan sistem politik dan ideologi komunisme, sementara di bidang ekonomi menganut kapitalisme, membuat negeri ini menjadi penguasa terbesar perdagangan dunia.

Di satu sisi, dana melimpah hasil dagang Cina Overseas (Cina Rantau), mengangkat mereka jadi lawan sepadan Amerika Serikat dalam pertarungan ekonomi global. Namun penyebaran investasi yang dilakukan jauh berbeda. Turn key project menjadi syarat gelontoran dana kepada negara-negara yang tengah krisis finansial seperti Indonesia saat ini. Syarat yang sekilas sangat menguntungkan tapi berdampak mengerikan di kemudian hari.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur sah-sah saja membuka lebar arus investasi dari Cina. Namun hal itu harus diiringi dengan kebijakan ketat untuk memproteksi pengusaha pribumi agar tidak tersisih di negeri sendiri. Janji kemudahan yang diberikan kepada pengusaha Cina dalam berinvestasi juga harus diikuti kemudahan akses bagi pengusaha pribumi. Sektor UMKM harus diprioritaskan untuk ketahanan ekonomi seperti termaktub dalam semangat peringatan HUT Jawa Timur 2016 lalu. []

 

1 KOMENTAR

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here