Kuliah Umum JK di UNUSA Surabaya, Generasi Muda Islam Harus Bangkit dengan Semangat Wirausaha

0
221

Nusantara.news, Surabaya – Untuk memperbaiki kondisi ekonomi di Indonesia, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla meminta generasi muda untuk bangkit dengan semangat wirausaha dan tidak terlena dengan kebesaran Islam di masa lampau.

“Saat ini, negara-negara Islam di Timur Tengah dan Afrika Tengah sedang mengalami ketidakpastian. Dunia saat ini serba terbalik-balik. Jika Amerika Serikat kita kenal sebagai negara kapitalis, tapi pada praktiknya menjadi proteksionis. Kemudian Cina yang kita kenal sebagai negara Komunis, justru sekarang menjadi ingin terbuka,” ujar JK saat memberikan kuliah umum singkat di depan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), di Jalan Jemursari, Surabaya, Selasa (28/2/2017).

Karena itu, pihaknya mengajak seluruh umat muslim di Indonesia untuk membawa peradaban yang baik untuk dunia. Rakyat Indonesia diminta meniru dan mempunyai kesempatan untuk mewujudkan kemajuan yang positif melalui Islam Indonesia.

JK kemudian memberikan semangat dan dorongan kepada generasi muda untuk menumbuhkan jiwa entrepreneurship atau kewirausahawan. Karena, lanjut JK, bangsa ini sangat membutuhkan banyak pengusaha baru utamanya anak-anak muda, untuk menuju negara mandiri, berjaya, diakui negara lain, dan dapat menjadi pemain utama di era perdagangan bebas.

“Sebagai bangsa yang kaya, kita harus mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia,” pintanya.

JK menjabarkan, hanya negara yang maju lah yang dihargai oleh bangsa lain. Untuk itu bangsa Indonesia harus kuat secara ekonomi dan teknologi. Mewujudkan cita-cita itu, generasi muda harus bekerja keras bersemangat untuk maju, termasuk meningkatkan jiwa kewirausahaan.

“Apalagi, pekerjaan seperti PNS sangat terbatas, jangan hanya menggantungkan jadi PNS. Dari lulusan sekitar satu juta sarjana setiap tahun, hanya sebanyak 25 ribu saja yang direkrut. Perlu diingat, Nabi (Nabi Muhammad-red) dulu juga berdagang,” ucapnya.

Selain menumbuhkan jiwa kewirausahaan, juga perlu ditunjang dengan penguasaan teknologi. Itu untuk merubah kondisi ekonomi, orang terkaya sebanyak 1% orang, atau setara 50% orang miskin, atau sekelompok orang terkaya sama dengan 100 juta orang miskin Indonesia dapat terhindari.

Karena itu, pihaknya mengajak seluruh umat muslim di Indonesia untuk membawa peradaban yang baik untuk dunia. Dikatakan, Indonesia mempunyai kesempatan mewujudkan kemajuan yang positif melalui Islam Indonesia.

“Dan, yang dilakukan NU dan Muhammadiyah adalah cahaya yang baik untuk kita (Indonesia-red),” tegasnya.

Untuk diketahui, kuliah umum pada kesempatan itu juga dihadiri Mendikbud RI, Muhajir Effendy, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Wakil Gubernur Saifullah Yusuf, istri Gubernur Jawa Timur Nina Kirana Soekarwo, Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (YARSIS), Mohammad Nuh, dan para mahasiswa serta civitas akademika UNUSA.

Semangat yang disampaikan JK untuk merubah Indonesia menjadi lebih baik dari saat ini, patut diikuti. Karena, jika kesenjangan antara si miskin dan yang kaya terus mengangga, tidak mustahil itu akan menimbulkan konflik dan perpecahan bangsa.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here