Kurangi Angka Kemiskinan, Khofifah Luncurkan E-Warong di Mojokerto

0
70

Nusantara.news, Surabaya – Untuk pertama kalinya di Indonesia, Kementerian Sosial (Kemensos) meluncurkan mobil E-Warong (elektronik warung gotong royong), sebagai program bantuan sosial untuk masyarakat.

Program ini merupakan tindak lanjut dari upaya mengentaskan kemiskinan melalui sinergi Program Keluarga Harapan (PKH) dengan program Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Ini merupakan inovasi yang pertama kali diluncurkan melalui mobil E-Warong untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses.

“Mobil tersebut merupakan kendaraan dinas sosial yang dimodifikasi, sehingga dapat memuat berbagai sembako. Biasanya e-warong berupa ruangan kecil semacam kios atau warung biasa yang dilengkapi alat pembayaran non tunai,” jelas Mensos Khofifah Indar Parawansa di Mojokerto, Sabtu (1/4/2017).

Tak hanya meluncurkan E-Warong saja, kunjungan Mensos Khofifah ke Mojokerto juga untuk menyalurkan bansos PKH. Tercatat untuk bansos PKH tunai di Mojokerto dengan penerima 18.425 keluarga senilai Rp34.823.250.000. Selain itu juga menyalurkan bansos PKH nontunai kepada 7.882 keluarga, dengan nilai bantuan sebesar Rp14.896.980.000.

Selain itu, bantuan Rastra juga dibagikan kepada 64.879 keluarga dengan nilai sebesar Rp88.988.036.400, bantuan sosial disabilitas untuk 34 jiwa senilai Rp102.000.000, bantuan sosial lanjut usia untuk 72 jiwa senilai Rp144.000.000, bantuan keserasian sosial untuk dua desa senilai Rp218.000.000. Untuk paket bantuan sosial Kube-Jasa dibagikan kepada lima kelompok senilai Rp100.000.000, bantuan sosial E-Warong diterima oleh empat kelompok senilai Rp40.000.000. Total bantuan sosial untuk Kabupaten Mojokerto senilai Rp139.312.266.400 pada 2017.

Khofifah berjanji untuk menghapus kemiskinan di desa. Menurutnya, warga miskin di desa dua kali lipat dari jumlah warga miskin di kota. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada September 2016 angka kemiskinan di kota mencapai 7,73%, dan di desa 13,96%. Perbandingan ini tidak banyak berubah dibandingkan September 2015 di mana kemiskinan di kota mencapai 8,22% dan di desa 14,09%.

“E-Warong hadir untuk meringankan beban pengeluaran keluarga miskin, dan turut membantu pengentasan kemiskinan di tiap daerah. Masyarakat dapat menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sebagai alat transaksi untuk E-Warong,” tambahnya.

Khofifah juga memaparkan bahwa transaksi yang dapat dilakukan di E-Warong adalah program bantuan bersubsidi, seperti pembayaran listrik bersubsidi, gas elpiji 3kg bersubsidi, pupuk bersubsidi dan program subsidi lainnya.

Khofifah bahkan menjamin harga bahan pangan yang dijual lebih murah dibandingkan dengan harga yang ada di pasaran. “Bapak-ibu penerima manfaat jangan malu-malu untuk membandingkan harga di E-Warong dengan toko sebelah, yang pasti lebih murah,” pungkasnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here