La Nyalla Maju Pilgub, Pakde Karwo Dorong Pasangan Za-Fu

0
115

Nusantara.news, Surabaya – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur La Nyalla Mahmud Mattalitti tercatat sebagai pendaftar ke empat sebagai Bakal Calon Gubernur Jawa Timur melalui DPD Partai Demokrat Jawa Timur. Diantar ratusan pendukung dan simpatisannya Nyalla mendaftar ke DPD Partai Demokrat, Senin (17/7/2017).

Ada yang unik di pendaftaran lelaki yang juga Ketua Pemuda Pancasila (PP) Jawa Timur itu, Nyalla mengenakan kemeja putih sengaja naik kendaraan kesayangan yang dipakainya sejak masih remaja, Vespa warna Biru bernopol polisi L 2216 BG. Ia berangkat dari rumahnya menuju kantor DPD Partai Demokrat Jawa Timur di Jalan Kertajaya Indah Surabaya.

Kepada wartawan, Nyalla mengaku alasan maju di Pilgub Jawa Timur 2018 mendatang adalah untuk membangun Jawa Timur menjadi lebih baik.

“Intinya, saya ingin membangun Jatim dan menyejahterahkan rakyat Jatim yang berkeadilan sosial,” tegas Nyalla menjawab pertanyaan wartawan.

Mengantar dan mengelu-elukan Nyalla, ratusan pendukung berkaos putih bergambar Nyalla juga mengusung sejumlah poster bergambar La Nyalla, di antaranya bertuliskan ‘Mohon Doa Restu’. Berbaur dengan massa pendukung, juga tampak sejumlah pengusaha termasuk politisi berseragam Partai Hanura yang ikut mengawal.

Di DPD Partai Demokrat, Nyalla disambut sejumlah kader Partai Demokrat, termasuk Renville yang juga Sekretaris Partai Demokrat Jawa Timur. Selanjutnya, Nyalla akan turun ke seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur untuk memastikan dirinya serius melangkah di bursa pemilihan gubernur.

“Itu sudah saya lakukan jauh-jauh hari. Saya sudah keliling menemui grassroot, untuk memastikan diri maju di Pilgub Jawa Timur,” tegas Nyalla.

Pernyataan tersebut juga untuk menepis munculnya anggapan kalau dirinya maju ke Pilgub Jawa Timur bukan sebagai boneka dari kandidat siapa pun. “Itu semua bohong, tidak mungkin kalau saya sudah menyatakan maju, terus saya mau jadi mainan orang, mohon maaf,” tegasnya.

Selanjutnya, Nyalla berharap selain Partai Demokrat, Partai Gerindra, PAN dan PKS bisa bersatu untuk menguatkan posisinya maju di Pilgub Jawa Timur. Nyalla berharap ‘partai tengah’ semuanya bersatu, untuk memantapkan langkah memenangi perhelatan di Pilgub Jawa Timur.

Pihaknya yakin bisa kalahkan partai-partai lain yang sudah kelas atas. Sementara untuk pasangan dirinya mengaku melihat sejumlah sosok muda, di antaranya ada Azwar Anas dan Emil Dardak. Kepada ke dua nama tersebut dirinya mengaku tertarik dengan komitmen dan keseriusannya membangun dan membela rakyat.

“Terimakasih kepada pendukung saya, Hanura juga ikut mengawal mudah-mudahan berkah. Dan, Partai Demokrat untuk tidak sungkan menerima saya sebagai calon. Saya punya keyakinan semua pimpinan termasuk jabatan sebagai gubernur adalah takdir, tetapi sebagai manusia harus memohon kepada Allah, saya juga berdoa dan saya yakin akan menjadi gubernur, karena semua mendoakan saya,” katanya.

Sementara, untuk visi-misi Nyalla mengaku memang masih belum disampaikan. Dirinya akan lebih dulu berkoordinasi dengan mereka (calon lainnya). “Saya masih menunggu, itu untuk menyatukan dengan pasangan atau calon lain,” katanya.

“Intinya, saya ingin menyejahterakan rakyat Jatim, yang berkeadilan. Tetapi semua itu terserah partai. Dan siapa pun pasangan saya, insyaallah nanti bisa menggantikan dan meneruskan Pakde Karwo sebagai gubernur,” tegasnya.

Kemudian, menanggapi majunya pengusaha asal Surabaya itu, Renville, Ketua desk Pilkada dan Pemenangan Pilkada DPD Partai Demokrat Jawa Timur mengatakan sosok La Nyalla tidak asing lagi di internal Partai Demokrat. Sejak dulu baik Nyalla maupun anaknya telah berkiprah di Partai Demokrat.

“Sosok La Nyalla tidak asing bagi kami di Partai Demokrat, meski sibuk bisnis tetapi punya peran, selain sesama alumni di Unibra,” ujar Renville.

Renville menyebut, tahapan selanjutnya setelah batasan pendaftaran di tutup, semua pendaftar akan diundang ke partai. “Itu untuk bertemu dengan Ketua, termasuk dengan melampirkan video profile, serta visi misi. Selain itu, calon juga dipersilahkan berkenalan dengan ketua-ketua di daerah untuk bersilaturrahim,” terang Renville.

Disebutkan, masih terkait Pilgub Jawa Timur Agustus mendatang, Partai Demokrat akan melakukan survei, hasilnya kemudian diberikan ke Majelis Tinggi Partai demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Serta partai koalisi lainnya akan diajak ke menemui Majelis Tinggi.

“Jadi mekanismenya seperti itu, Partai Demokrat terbuka untuk siapa pun baik kader dan non kader,” ujar Renvilla.

Kemudian, pejabat partai lainnya Maskur, yang sempat menyebut mereka adalah sama-sama alumni Universitas Brawijaya, mengatakan ada 13 anggota di DPRD Jawa Timur, dan itu diharapakan akan membantu menuju kemenangan.

“Ada 13 anggota dewan, mudah-mudahan Nyalla sukses. Harapannya tentu akan bisa melanjutkan program yang sudah ada, dan menambah bagian-bagian yang perlu untuk di sentuh untuk menjadikan Jatim menjadi lebih baik,” katanya.

Kemudian, La Nyalla mengatakan semua akan bisa terjadi, dan semua memiliki peluang dan semua punya kesempatan. Dan, untuk partai lainnya yang diharapkan akan ikut membantu menuju kemenangan adalah PAN.

“Dalam waktu dekat saya akan menemui Pak Zulkifli. Dan, saya tegaskan saya mendaftar calon gubernur bukan untuk calon wakil gubernur. Modal saya keyakinan, yakni untuk Jawa Timur agar menjadi lebih baik,” tambah Nyalla.

Lanjut Nyalla, kalau ada calon dari birokrat atau kandidat lainnya adalah in cumbent itu sudah biasa. Dan, dirinya adalah satu-satunya calon yang memang diinginkan dan diharapkan oleh masyarakat Jawa Timur.

“Lihat saja, di sejumlah survei yang dibutuhkan masyarakat adalah pemimpin pengusaha. Masyarakat Jawa Timur membutuhkan seorang intrepeneur,” tegas Nyalla dengan nada yakin.

Ketua Demokrat Jatim dorong pasangan Zainudin Amali-Fandi Utomo (Za-fu)

Sementara, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur Soekarwo mendorong agar pasangan Zainudin Amali-Fandi Utomo (Za-fu) untuk segera mendaftar sebagai bakal calon Gubernur Jawa Timur dari Partai Demokrat. Soekarwo menyarankan agar keduanya melakukan itu sebelum 31 Juli 2017.

“Keduanya harus segera mendaftar ke Partai Demokrat Jatim sebelum ditutup 31 Juli 2017,” kata Soekarwo, usai mengikuti Rapat Paripurna di DPRD Jawa Timur, Senin (17/7/2017).

Oleh Soekarwo, pasangan Za-Fu disebut sebagai pasangan alternatif, dan keduanya disebutkan pernah berkomunikasi untuk membahas hal tersebut.

Jika keduanya mendaftar melalui Partai Demokrat, di internal Demokrat akan segera membahasnya di tingkat majelis tinggi DPP Partai Demokrat.

Sementara, saat dikonfirmasi, Zainudin Amali yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi II DPR RI mengaku akan memikirkannya sambil menunggu saat yang tepat untuk mendaftar ke Partai Demokrat.

“Insya Allah saya akan mencari waktu yang tepat untuk mendaftar ke Partai Demokrat,” kata mantan Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Timur itu.

Sementara, Fandi Utomo yang juga Wakil Ketua Komisi II DPR RI belum berbicara pasti apakah akan mendaftar atau tidak untuk perhelatan Pilgub Jawa Timur, yang akan digelar 2018.

Ditanya munculnya nama-nama tersebut, salah seorang pengurus di DPD Partai Demokrat Jawa Timur mengatakan itu merupakan terobosan agar peta politik khususnya di Pilgub Jawa Timur semakin beragam. Dipilihnya nama kedua tokoh tersebut, di internal Partai Demokrat mereka dinilai lebih dekat dengan masyarakat Jawa Timur. Dan, kedua tokoh tersebut juga sering bersama karena berada di komisi yang sama, di DPR RI.

Namun, siapa pun boleh dan sah-sah saja melakukan pemetaan serta mengunggulkan sosok atau pasangan calon tertentu. Tetapi, yang perlu di ingat di internal Partai Demokrat peran majelis tinggi adalah sangat penting. Dipastikan, Majelis Tinggi Partai Demokrat akan memasang kandidat calon yang punya kemampuan membawa Jawa Timur menjadi penopang di gawe besar setahun setelah pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih, yakni di Pilpres 2019. Siapakah pasangan yang dijagokan? Tunggu saja.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here