Laba Perusahaan Luhut Toba Bara Anjlok 75 Persen

0
205
Presdir PT Toba Bara Sejahtera Tbk Justarina Naiborhu (dua kanan) didampingi jajaran direksi (dari kiri) Arthur Simatupang, Catherine Warouw dan Pandu Sjahrir, berbincang usai paparan publik, di Jakarta, 11 Juni tahun lalu

Nusantara.news, Jakarta – Kinerja PT Toba Bara Sejahtera Tbk (TOBA) semakin anjlok sejak pemiliknya Jenderal (Pur) Luhut Binsar Panjaitan (LBP) terjun ke politik. Moncernya karir politik LBP yang disebut-sebut menjadi operator utama politik Presiden Joko Widodo tidak menular ke perusahaannya.

Dalam laporan keuangan terakhir, PT Toba Bara Sejahtera Tbk (TOBA) membukukan laba bersih USD 2,79 juta di sepanjang tahun lalu atau melorot sebesar 75,41 persen jika dibandingkan 2015 lalu yang sebesar USD11,35 juta.

Mengintip rincian laporan keuangan perusahaan, Rabu (5/4), anjloknya laba bersih sebagai akibat langsung menurunnya pendapatan tahun lalu yang tercatat anjlok 25,92 persen. Perusahaan hanya meraih pendapatan sebesar US$258,27 juta, sedangkan sebelumnya US$348,66 juta.

Penurunan kinerja itu berbanding lurus dengan meningkatnya beban biaya perusahaan. Tahun lalu, beban keuangan perusahaan naik 15,8 persen menjadi US$5,35 juta dari sebelumnya US$4,62 juta. Meskipun beban biaya naik, namun TOBA justru berhasil menurunkan beban pokok penjualan hingga 25,92 persen menjadi US$258,27 juta dari sebelumnya US$348,66 juta.

Tak hanya itu, beban umum dan administrasi juga turun menjadi US$23,09 juta. Diikuti beban penjualan dan pemasaran yang terkendali, yaitu dari US$946,13 juta menjadi US$626,46 juta. Untungnya lagi, perusahaan meraih laba kurs sebesar US$158,48 ribu dari sebelumnya yang merugi US$654,57 ribu.

Hanya saja sejumlah pemangkasan itu tidak serta merta mendongkrak asset perusahaan. Justru yang terjadi nilai asset perusahaan justru turun 7,36 persen menjadi US$261,58 juta dari posisi akhir 2015 US$282,37 juta.

Tahun ini, TOBA mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$60 juta hingga US$65 juta. Dana itu akan digunakan untuk mengembangkan bisnis tambangnya dengan mengakuisisi lahan dan membeli alat berat.

Alokasi anggaran itu terbilang hampir 7 kali lebih besar ketimbang belanja modal tahun lalu yang hanya Rp9.3juta dan bahkan masih lebih besar dari 2 tahun sebelumnya yang mencapai USD12,1 juta.

Sebagai catatan, Toba Bara sebagai anak perusahaan PT Toba Sejahtera Group yang berdiri tahun 2010 adalah produsen utama batubara termal. Kini Toba Bara memiliki 3 wilayah konsesi area tambang batubara di Kalimantan Timur. Luas area tambangnya mencapai 7.087 hektar dengan total estimasi sumber daya sebesar 236 juta ton

Tanggal 6 Juli 2012 Toba Bara mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan ticker TOBA dan merilis 210.681.000 saham atau 10,5 % dari jumlah modal disetor, dengan perolehan dana sebesar Rp 400.293.900.000,-. Harga perdana saham sebesar Rp 1.900,- per lembar saham.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here