Lagi, Pejabat Malang Ditahan Terkait Korupsi Lahan UIN Maliki

0
157
Kampus UIN Maliki Malang.

Nusantara.news, Kota Batu –  Tersangka kasus korupsi pengadaan lahan kampus II UIN Maulana Malik Ibrahim pada 2013 terus bertambah. Kejari Kota Malang masih terus menyelidiki kasus pengadaan lahan yang menelan dana APBN sebesar Rp14 miliar itu.

Tahun 2014 lalu, empat tersangka  divonis bersalah. Mereka adalah  Jamalulail Yunus dan Musleh Herry,  yang keduanya divonis hukuman lima tahun enam bulan penjara. Serta Nulhadi, yang saat kejadian menjabat Sekertaris Desa Junrejo dan Marwoto, yang saat kejadian menjabat Kepala Urusan Ekonomi Desa Junrejo. Masing-masing divonis lima tahun penjara subsider kurungan dua bulan penjara.

Kini Mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batu, SH, sudah seminggu ini berada dibalik jeruji LP Kelas I Lowokwaru Malang. Dia ditahan petugas kejaksaan Kota Malang, karena diduga terlibat korupsi pengadaan Lahan Kampus II UIN Maulana Malik Ibrahim tersebut.

Kabid Pembinaan Lapas Lowokwaru, Syukron Hamdani, membenarkan ada nama Syamsul Huda sebagai tahanan titipan Kejaksaan. “Titipan tersebut dari kejaksaan  yang tinggal di blok I kamar 8, sehingga dengan cepat dan dalam rentang waktu yang lama kami akan tindak lanjuti,” ungkapnya saat dikonfirmasi.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, pada 25 September 2013,  untuk kerugian pengadaan lahan Kampus II UIN Maliki didapati sekira Rp 4 miliar, lalu kemudian pada 6 Mei 2014, Kejaksaan Negeri Malang sudah mendapatkan angka sebesar Rp 6,8 miliar, yakni keuangan negara yang di rugikan akibar permasalahan korupsi tersebut. Sampai saat ini pihak kejaksaan Kota Malang masih terus melakukan pengembangan karena ada dugaan keterlibatan beberapa nama lainnya.

Seharusnya dengan anggaran yang bersumber pada APBN tersebut dapat dialokasikan pada kebutuhan masyarakat, bukan malah digunakan untuk memperkaya diri sendiri.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here