Lagi, Trump Diserang dengan Tudingan Sakit Mental

0
82
Bernie Sanders (Foto: Getty Images)

Nusantara.news, Washington – Bernie Sanders, politikus gaek Partai Demokrat yang merupakan senator dari negara bagian Vermont, kembali “menyerang” Presiden Amerika Serikat yang baru, Donald Trump. Dia menyebut Trump sebagai “pembohong patologis”. Bernie adalah capres dari Partai Demorat yang kalah dalam konvensi oleh Hillary Cinton.

Bukan hanya Sanders, Al Franken, kolega sesama senator dari Partai Demokrat juga menduga, bahwa beberapa orang senator dari Partai Republik diam-diam berpikir bahwa Trump sakit mental. “Mereka prihatin mengenai kesehatan mental sang presiden,” kata Al Franken sebagaimana dilansir Chicago Tribune, Senin (13/2).

Isu kesehatan mental Presiden Trump, memang bukan kali ini saja. Sebelumnya, Hillary Clinton pernah menyebut Trump sebagai temperamental dan tidak layak menjadi seorang presiden. Pernyataan itu keluar beberapa hari setelah Trump dilantik sebagai Presiden AS.

Sementara, seorang psikolog John D Gartner menilai, Trump memiliki penyakit narsisme ganas.

“Donald Trump sakit mental berbahaya dan temperamental,” katanya seperti dikutip Metro UK, Januari lalu.

Gartner menjelaskan, narsisme ganas didefinisikan sebagai campuran gangguan kepribadian antisosial, agresi, sadisme, dan narsisme. Dan itu tampaknya tidak dapat disembuhkan.

Bahkan, menurut Huffington Post, tiga psikolog telah memperingatkan Obama tentang penyakit mental Trump sebelum pria berusia 70 tahun itu menjabat presiden.

Bunyi peringatan itu adalah, “Gejalanya secara luas dilaporkan ketidakstabilan mental, termasuk kebesaran, impulsif, hipersensitivitas terhadap penghinaan atau kritik, dan ketidakmampuan  untuk membedakan antara fantasi dan kenyataan. Ini membawa kita mempertanyakan kesehatannya untuk tanggung jawab besar dari jabatannya.”

The American Psychiatric Association menyebut, ada sembilan ciri-ciri seorang mengidap narsisme. Jika 5 gejala saja terpenuhi maka ia sudah bisa disebut mengidap narcissistic personality disorder alias gangguan kepribadian narsisme.

Hal itu dibuktikan dengan beberapa tindakan Trump yang mengambinghitamkan dan mengusir orang-orang yang dianggap sebagai ancaman, seperti para pengungsi dan pemeluk agama minoritas. Kemudian Trump juga terbukti telah merendahkan, mengejek, dan merendahkan saingan dan kritikusnya.

Sanders dalam acara “Meet the Press” di NBC, menyerang kebijakan pelarangan imigran oleh Trump-yang saat ini tengah ditangguhkan oleh pengadilan federal. Dia juga mengkritik rencana Partai Republik untuk merngubah Undang-undang Perawatan Terjangkau, yang sebelumnya biasa disebut Obamacare.

“Kami memiliki presiden yang delusional dalam banyak hal, pembohong patologis,” kata Sanders dalam acara itu.

Moderator acara, Chuck Todd, menyela dan mananyakan kepada Sanders, apakah dia bisa bekerja dengan pembohong?

“Itu membuat hidup sangat sulit. Ini (kata-kata pembohong) sangat keras, tapi saya pikir itu benar,” jawab Sanders.

“Ketika (dulu) dia mengatakan bahwa ada 3-5 juta orang sebagai pemilih ilegal (dalam Pemilu AS), tidak ada yang percaya itu. Tidak ada bukti untuk mempercayai itu, maka disebut apa pernyataan itu? Bohong. Itu khayalan,” lanjut Sanders.

Sementara, Al Franken pertama kali mengangkat masalah kesehatan mental Trump pada Jumat malam di televisi HBO dalam acara “Real Time dengan Bill Maher”. Dia mengatakan, dia telah berbicara dengan banyak anggota Partai Republik. Sebagian besar dari mereka setuju mental Trump kurang stabil, dan itu dikhawatirkan akan berdampak buruk pada AS.

“Beberapa Senator dari Partai Republik diam-diam khawatir akan Trump, mereka menilai Trump secara mental kurang stabil,” kata Franken.

“Saya belum mendengar banyak hal yang baik dan saya sudah mendengar kekhawatiran besar tentang temperamen (Trump),” tambahnya.

Franken pun kemudian bercanda, karena Partai Republik kini menguasai Kongres AS, maka impeachment Presiden baru, dimana gugatan telah diajukan dengan menuduh Presiden melanggar konstitusi karena bisnisnya menerima pembayaran dari pemerintah asing, kemungkinan besar tidak akan pernah terjadi.

Dalam acara tersebut Franken mengecam kebijakan Trump tentang pelarangan imigran dengan mengatakan, “Presiden dan kelompoknya berusaha membuat Amerika lebih takut.”

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here