Lahan Makin Berkurang, Pertanian Pasuruan Terancam

0
278
Lahan persawahan yang dikelilingi pabrik (Sumber: Dedhez Anggara)

Nusantara.news, Kabupaten Pasuruan – Sawah habis di negeri agraris, itulah jargon yang akhir ini marak diserukan oleh aktivis-aktivis lingkungan. Maraknya alih fungsi lahan basah menjadi bangunan terjadi di beberapa titik di Indonesia.

Sebagai salah satu contoh yang paling viral adalah perjuangan masyarakat Suku Samin pegunungan Kendeng di Rembang, Jawa Tengah yang mempertahankan sawah ruang hidupnya yang dibangun pabrik semen. Selain itu, banyak lagi konflik-konflik agraria yang terjadi di Indonesia.

Luas lahan sawah menurut jenis pengairan Kabupaten Pasuruan kian tahun semakin berkurang. Diketahui bahwa luas lahan sawah pada tahun 2013 seluas 40.293 hektar, sedangkan di tahun 2015 hanya  37.472 hektar, dalam lansiran Kabupaten Pasuruan Dalam Angka 2015 (Pasuruankab.bps.go.id)

Ketua Gapoktan Purwodadi Pasuruan, Unggul Abinowo sebagai perwakilan para petani di daerah tersebut mengungkapkan, sekarang ini nasib para petani semakin tak menentu.

“Dunia pertanian hari ini berat sekali. Kalau 30 tahun lalu mungkin bisa dibilang masih banyak orang yang berharap banyak pada sektor pertanian. Tapi sekarang ini susah, jadi jangan berharap banyak di sektor pertanian,” imbuh Unggul.

Ia menjelaskan bahwa dahulu seorang petani memiliki 1 hektar lahan saja sudah mendapatkan penghasilan Rp 5 juta. Namun, saat ini petani semakin hari semakin miskin dengan maraknya alih fungsi lahan dan produksi tani yang impor.

Unggul merincikan penjelasannya tentang kondisi kehidupan seorang petani kini “Kalau dulu petani punya satu hektar bisa hidup dengan enak, tapi sekarang lain cerita. Negera kita ini dikatakan agraris, malah kian hari sawah semakin terkikis.” jelas dia

Fenomena berkurangnya luas lahan sawah di kabupaten Pasuruan rupanya tidak berimbang dengan sektor perindustrian yang semakin tahun kian meningkat. Hal ini dapat dibilang pihak pemerintah Kabupaten Pasuruan lebih berpihak pada pengembangan industri, daripada lahan persawahan.

Profil Industri Kabupaten Pasuruan 2013-2015 (Sumber: Kabupaten Pasuruan Dalam Angka 2015)

Terlihat dalam tabel diatas, bahwa perkembangan sektor indostri di Kabupaten Pasuruan semakin meningkat pesat, terhitung mulai tahun 2013 berjumlah 19.695 unit usaha, yang kemudian berkembang di tahun berikutya 2014 sebanyak 20.357, dan dalam tahun terakhir 2015 terdata sebanyak 21.511 unit usaha.

Unit usaha yang meningkat pesat, sebanyak 1000 unit usaha tiap tahunnya, namun hal tersebut tidak diimbangi dengan proteksi lahan sawah yang kian tahun kian menurun luasnya. Unit usaha yang sebenarnya juga berdampak positif guna menunjang kebutuhan ekonomi masyarakat, namun disisi lain lingkungan dan lahan untuk pangan kita malah berkurang.

Harusnya pengembangan unit usaha juga berkembang, diimbangi dengan luas lahan sawah sebagai kebutuhan dasar hidup kita, yakni kebutuhan pangan. Apabila lahan pagan kian hari semakin menipis, makan sumber daya pangan kita juga akan terkikis habis.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here