Lalare Orkestra Banyuwangi Kualitasnya Diakui Dunia

0
109
Lalare Orkestra Banyuwangi

Nusantara.news, Banyuwangi – Bergeliatnya bidang budaya dan pariwisata membawa dampak positif bagi daerah ujung timur pulau Jawa. Setelah mendapatkan penghargaan dari WTO untuk sektor pariwisata, kini kelompok musik etnik Lalare Orkestra mendapatkan penghargaan dari Pasific Asia Travel Association (PATA) untuk kategori “Heritage and Culture”.

Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kelompok musik etnik asal Banyuwangi ini memiliki kualitas dunia karena mampu bersaing dengan 60 kontestan dari negara lain. Menariknya lagi kelompok musik tersebut diisi oleh seratus anak muda dari tingkat SD sampai SMP se-Kabupaten Banyuwangi.

“Mereka memainkan beragam alat musik khas, seperti gendang, rebana, dan angklung, yang diorkestrasikan dalam paduan yang menarik. Musik ini mengangkat marwah musik-musik Banyuwangi, dangdut, jazz, dan pop lewat genre alat musik etnik ini,” ungkap Ketua Dewan Kesenian Blambangan, Samsudin Adlawi.

Kelompok Lalare Orkestra bisa disebut sebagai generasi potensial yang mampu mengembangkan seni musik khas Banyuwangi agar dikenal khalayak internasional. Berkembangnya kelompok musisi muda lokal tidak terlepas dari berkembangnya sanggar-sanggar seni di seluruh penjuru Banyuwangi. Anak muda berprestasi tersebut mendapatkan stimulus untuk mengeluarkan bakatnya dari materi-materi yang diajarkan oleh budayawan setempat hingga tersedianya ruang aktualisasi di berbagai acara kebudayaan.

“Anak-anak diberi ruang aktualisasi dan diapresiasi untuk tampil berkesenian. Tidak hanya sekadar jadi mata pelajaran di sekolah atau latihan saja, tapi unjuk kreativitas di depan ribuan orang saat acara Banyuwangi Festival berlangsung,” ujar Samsudin.

Untuk menjaga spirit dan eksistensi Lalare Orkestra, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi akan menggelar acara kebudayaan  setiap tahun agar kelompok musik ini dapat makin mengasah kemampuannya. Pemerintah menilai,  anak-anak potensial ini harus terus dikembangkan agar musik dan budaya khas bumi Blambangan dapat terjaga.

“Memberi ruang luas bukan hanya untuk mengerek pariwisata melalui acara pariwisata, namun juga menjadi sarana pelestarian seni tradisi dan budaya lokal. Melalui Banyuwangi Festival pula terjadi regenerasi pelaku seni, karena banyak anak muda yang terlibat di dalamnya,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Anas mengungkapkan jika kebudayaan tradisional dan pariwisata merupakan satu kesatuan yang harus terus ditingkatkan sehingga dapat mendorong Banyuwangi menjadi daerah maju  tanpa melupakan basis kulturalnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here