Langkah Optimis Sutiaji Menyongsong Pilkada Kota Malang

0
46
Wakil Walikota Malang, Sutiaji

Nusantara.news, Kota Malang – Sutiaji, Wakil Walikota Malang saat ini optimis akan langkahnya dalam pencalonan Walikota Malang di Pilwali 2018 mendatang. Namun, pihaknya tak membeberkan dengan gamblang jumlah dukungan yang ia kantongi.

Pria berkacamata itu menyampaikan bahwa dirinya sudah memperoleh dukungan dari beberapa partai politik.

Ia menyampaikan bahwa komunikasi politik hingga kini masih terus dijalankan dengan banyak parpol. Dengan peluang dirinya tak terikat dengan satu pun partai, ia menilai bahwa komunikasinya bersama siapapun dapat dilakukan secara lebih bebas.

“Komunikasi terus berjalan, karena semu masih belum final. Rekom belum diturunkan secara resmi kan,” katanya pada awak media belum lama ini.

Pihaknya menegaskan, kali ini ia benar-benar akan maju sebagai bakal calon Walikota Malang. Beberapa partai menurutnya sudah menyatakan diri untuk mendukung dirinya. Bahkan jumlah dukungan dari parpol sudah memenuhi persyaratan sembilan kursi sebagaimana yang ditentukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“InshaAllah sudah lebih dari dua partai tentunya yang akan mendukung saya,” pungkasnya.

Namun, dia enggan menyebutkan secara gamblang partai apa saja yang sudah menyatakan diri untuk mendukungnya. Akhir Desember 2017 mendatang akan Sutiaji akan mendeklarasikan langkahnya sebagai bakal calon Walikota Malang.

Selanjutnya ia menjelaskan bahwa dirinya saat ini telah memiliki tim khusus untuk berkomunikasi dengan berbagai parpol. Baik berkomunikasi dengan DPP partai ataupun yang ada di tingkatan Dewan Pinpinan wilayah (DPW).

“Iya kebetulan kami punya teman dan jaringan di Jakarta, jadi tinggal hubungi, koordinasi serta konsolidasikan saja,” jelas Sutiaji.

Dinamika politik yang berkembang di Kota Malang saat ini ada dua poros yang sudah menguat dan menyatakan sikap untuk menyongsong Pilkada Kota  Malang 2018 mendatang.

Kedua poros tersebut adalah poros Petahana, M Anton yang diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), kemudian poros Yaqud Ananda Gudban, Anggota DPRD Komisi B yang diusung Hanura, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sisa partai lainnya, seperti Partai Demokrat Indonesia Perjuangan (PDIP), Gerindra, Golkar, Demokrat, hingga Nasional Demokrat (NasDem) masih belum memberi sinyal akan melangkah ke arah mana, masih senyap dalam bergerak dan bergerilya politik.

Apakah Sutiaji dapat mempersatukan beberapa partai yang kini belum muncul sikap politiknya sebagai poros baru? Pastinya PDIP, Demokrat, Gerinda, Golkar merupakan beberapa partai yang patut diperhitungkan.

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here