Le Pen Ikuti Jejak Trump Soal Pembatasan Imigran

0
81
Capres Prancis dari partai Front Nasional, Marine Le Pen (sumber: Getty Images

Nusantara.news, Paris – Calon presiden dari partai Font Nasional yang juga tokoh populis Prancis Marine Le Pen akan mengikuti jejak kemenangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Le Pen akan meniru Trump soal isu pembatasan imigran dalam kampanye pencalonannya sebagai presiden Prancis.

Seorang wakil dari partai Front Nasional mengatakan jika pemimpin mereka, Marine Le Pen,  menjadi presiden dia akan mempertimbangkan untuk meniru pembatasan imigran sebagaimana dilakukan presiden AS, khususnya untuk imigran dari negara-negara jaringan teroris.

Seorang walikota dari partai Front Nasional Steeve Briois, yang juga anggota utama dari tim kampanye Le Pen, ketika ditanya artawan apakah partainya akan mempertimbangkan untuk meniru kebijakan Trump yang baru dilaksanakan?

“Kenapa tidak,” katanya sebagaimana dilansir AFP (31/1).

“Kami berada di dunia yang mengerikan. Jadi, dari waktu ke waktu, kita harus mengambil langkah-langkah otoriter, bahkan mengejutkan mereka,”  kata walikota kota Henin-Beaumont utara itu.

“Memang benar bahwa AS juga merupakan target bagi jihadis, jadi jika Trump ingin melindunginya dengan melarang kedatangan orang-orang dari negara-negara tersebut, dia bebas untuk melakukan itu,” tambah Briois.

Le Pen sendiri yang merupakan kandidat kuat dalam pemilihan presiden Prancis Mei mendatang telah mengungkapkan agenda ketat bagi pemeluk Islam di Prancis dan menolak menerima pengungsi baru ke negaranya.

Dalam sebuah wawancara dengan CNN, Le Pen mengklaim bahwa kemenangan Donald Trump telah meningkatkan peluangnya untuk memenangkan kursi kepresidenan di Prancis karena menurutnya kemenangan Trump membuat orang-orang Pracis menyadari bahwa mereka bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan, jika memobilisasi diri mereka sendiri.

“Donald Trump telah membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin,” tambah Le Pen.

“Jadi itu (kemenangan Trump) adalah harapan bagi mereka yang tidak tahan dengan globalisasi. Mereka tidak bisa menanggung kehidupan politik yang dipimpin oleh para elite,” katanya.

Sejumlah jajak pendapat menunjukkan Le Pen sekarang menjadi sosok favorit untuk memenangkan pemungutan suara putaran pertama dalam pemilihan presiden Perancis yang akan dilakukan pada bulan April nanti.

Namun, Le Pen dan partainya masih cenderung kalah dalam voting putaran kedua pada bulan Mei. Tapi, segala sesuatu masih mungkin terjadi, lebih-lebih jika tren populisme menguat di Prancis.

Jika Le Pen benar-benar mengikuti jejak Donald Trump memenangi Pemilu Presiden di Prancis, ini akan memperkuat tren populisme di belahan Eropa. Eksesnya, Prancis bisa mengikuti jejak Inggris keluar dari Uni Eropa, dan bukan tidak mungkin pemerintah Prancis di bawah Le Pen akan menerapkan kebijakan-kebijakan yang lebih protektif seperti dilakukan AS dengan Presiden Trump sekarang. [ ]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here