Lewat Demokrat, Khofifah Maju Pilgub Jatim 2018

0
131
Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Soekarwo bersama Khofifah Indar Parawansa (Foto: Tudji Martudji)

Nusantara.news, Surabaya – Khofifah Indar Parawansa dipastikan maju di Pilgub Jawa Timur 2018. Keseriusan itu dibuktikan namanya telah terdaftar di DPD Partai Demokrat Jatim. Keputusan dan langkah Khofifah bukan tiba-tiba. Soal itu, Ketua DPD Demokrat Jatim Soekarwo, menegaskan jauh hari sebelumnya Ketua PP Muslimat NU yang juga Menteri Sosial itu kerap berkomunikasi dengan dirinya. Termasuk soal rencana Khofifah untuk maju di Pilgub Jatim.

“Jauh hari sudah berkomunikasi, beliau mengatakan niatnya kalau mau mendaftar, juga bertanya bagaimana caranya. Dan, mengatakan kalau saat itu dirinya memang sibuk. Kemudian, mengatakan bagaimana kalau mendaftar melalui orang suruhan. Saya bilang bisa, asal ada surat kuasa,” ujar Soekarwo kepada wartawan usai melantik Kepala BKKBN Provinsi Jatim di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Senin (2/10/2017).

Soekarwo kemudian menceritakan soal perpanjangan waktu pendaftaran. Dirinya menyebut kalau DPD Partai Demokrat Jatim hanya sebagai administrator, termasuk hanya sebagai pelaksana penerima pendaftaran untuk yang ikut penjaringan melalui Partai Demokrat. DPD Jatim lanjutnya, tidak punya kewenangan termasuk melakukan perpanjangan pendaftaran.

“DPD hanya administrator, hanya menerima pendaftaran, kewenangan (memperpanjang waktu pendaftaran) itu ada di DPP Partai Demokrat,” jelasnya.

Pakde Karwo, Gus Ipul dan La Nyalla bertemu di Gedung Grahadi (Foto: Tudji Martudji)

Pakde Karwo kemudian menceritakan, malam hari tanggal 26 September 2017, dirinya dipanggil DPP Partai Demokrat untuk mengikuti rapat partai di sebuah hotel di Jakarta. Lanjut Soekarwo, hasil rapat itu lah kemudian disepakati kalau Partai Demokrat melakukan perpanjangan pendaftaran untuk kandidat yang mendaftar maju di Pilgub Jatim. Ditegaskan, itu semua keputusan DPP Partai Demokrat, waktu pendaftaran setelah usai rapat itu digelar, dan karena telah menjadi berita.

“Setelah diputuskan, itu merupakan pemberitahuan perpanjangan pendaftaran, karena diberitakan. Sekarang ini era milenia, eranya IT, sampeyan saja sering menerima undangan atau pemberitahuan melalui WA, tidak lagi melalui selembar kertas. Jadi seperti itu lah mekanismenya,” terang Pakde Karwo.

“Sekali lagi saya tegaskan, itu kewenangan DPP. DPD Jatim hanya menerima pendaftaran. Selanjutnya nanti sekitar tanggal 10 bulan ini (Oktober) dilakukan rapat di DPP,” katanya.

Ditambahkan, sejak diputuskan di rapat DPP Partai Demokrat itu lah, kemudian disebar dan resmi sebagai keputusan.

Batal Daftar Lewat Demokrat, Nyalla Temui Pakde Karwo

Soekarwo di Gedung Negara Grahadi (Foto: Tudji Martudji)

Kemudian, soal La Nyalla yang tiba-tiba menyatakan mundur dan mencabut pendaftaran namanya yang sebelumnya dilakukan di Partai Demokrat Jatim. Pakde Karwo menanggapi santun, sambil mengatakan, itu menjadi hak masing-masing individu termasuk yang dilakukan La Nyalla.

“Tidak apa-apa, itu hak Pak Nyalla. Sekali lagi, kecewa atau gelo itu kan menjadi bagian dari hak. DPD Demokrat Jatim hanya menjalankan aturan atau hanya menerima pendaftaran, kewenangan itu ada di DPP,” terang Soekarwo yang juga Gubernur Jatim itu.

Saat itu, La Nyalla Mattaliti datang ke Grahadi menemui Pakde Karwo, tampak akrap pertemuan mereka sore itu, yang juga ada Saifullah Yusuf sama-sama kandidat yang telah mendaftar melalui Partai Demokrat. Pertemuan mereka bertiga itu pun kemudian diabadikan oleh kerumunan wartawan yang sejak awal menunggu kedatangan La Nyalla untuk bertemu dengan Ketua DPD Partai Demokrat, Soekarwo.

La Nyalla, setelah sebelumnya mendaftarkan diri untuk penjaringan bakal calon di Pilgub Jatim, dan menjadi pendaftar ke empat melalui Partai Demokrat Jatim, yang dilakukan Senin (17/7/2017) lalu. Sore itu menemui Pakde Karwo, kemudian menyatakan diri mundur dari pencalonan dirinya dari partai berlogo Bintang Mercy Biru besutan yang dipimpin oleh Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.

La Nyalla bersama Soekarwo kemudian masuk ke salah satu ruangan di Gedung Grahadi tersebut. Entah apa yang dibicarakan, tak lama kemudian mereka keluar dan saling bersalaman, Nyalla kemudian kembali ke mobil meninggalkan Gedung Ghahadi. Kepada wartawan Nyalla mengatakan dirinya tidak ingin dipermainkan. Karena saat mendaftarkan diri melalui Partai Demokrat, dia mengatakan partai itu berkomitmen untuk mendukung dirinya. Perpanjangan waktu pendaftaran yang dilakukan oleh Partai Demokrat yang mendasari La Nyalla mundur, menarik diri dari pencalonan.

“Ini soal komitmen dan kredibilitas dari sebuah proses politik yang seharusnya transparan, akuntabel, dan amanah,” kata Nyalla menjawab pertanyaan wartawan.

La Nyalla menyadari kalau DPD Demokrat Jatim tidak bisa berbuat banyak, karena keputusan tersebut dari DPP Partai Demokrat.
“Ternyata harapan besar kita bersama untuk mewujudkan proses politik yang jujur, transparan, dan kredibel tidak sejalan dengan keputusan Partai Demokrat yang saya nilai masih jauh dari komitmen berpolitik secara sehat,” ungkapnya.

Padahal, lanjut Nyalla, komitmen itu disampaikan partai di forum resmi dalam pernyataan tertulis diketahui publik melalui media massa.

“Ada kekecewaan bagi saya, karena komitmen waktu pendaftaran yang sudah disepakati bersama dengan calon-calon yang lain tidak sesuai dengan kesepakatan bersama,” tegasnya.

Sebelumnya, La Nyalla dengan mengendarai Vespa mendaftar ke Partai Demokrat. Itu dilakukan dengan iring-iringan pendukungnya yang tergabung dalam La Nyalla Academia. La Nyalla bersama pendukungnya berangkat dengan berkonvoi dari kediamannya di kawasan Perumahan Wisma Permai Mulyorejo, menuju DPD Demokrat Jatim, Senin (17/7/2017).

“Saya yakin jadi gubernur, dan saya ingin mensejahterakan rakyat Jatim dengan berkeadilan sosial,” kata La Nyalla saat berpidato usai mendaftar di DPD Partai Demokrat Jatim, saat itu.

Sementara, soal penetapan perpanjangan waktu pendaftaran tertuang di dalam Surat Edaran (SE) DPP Partai Demokrat Nomor: 23/INT/DPP.PD/IX/2017. Partai Demokrat membuka kembali penjaringan tahap ke dua hingga 30 September 2017. Di hari terakhir pendaftaran itu lah, Khofifah mengambil formulir pendaftaran. Soal itu, La Nyalla menilai, Partai Demokrat tidak memberikan pembelajaran politik yang baik ke publik.

Gus Ipul: “Saya tidak kecewa, tapi emboh lah opo ngene iki jeneng’e”

Saifullah Yusuf saat ditanya wartawan di Gedung Negara Grahadi (Foto: Tudji Martudji)

Kepada wartawan Saifullah Yusuf, dengan gaya khasnya mengaku tidak sedih dengan perpanjangan waktu pendaftaran yang dilakukan Partai Demokrat. Dirinya juga menepis jika ada berita yang menyebut dirinya bersedih, atas langkah yang diambil Partai Demokrat. Tapi, dirinya menyadari itu bukan kewenangan DPD Partai Demokrat Jatim.

“Tidak benar itu kalau ada yang menulis saya sedih. Saya gembira, saya mendaftar itu dengan gembira tidak terbebani. Karena saya telah mengikuti mekanisme partai, mendaftar dengan kesadaran. Dan menyadari kalau partai punya mekanisme yang harus dijalankan, dan jika kemudian tidak mendukung saya, saya paham itu, karena setiap partai punya mekanisme masing-masing,” kata Gus Ipul kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi.

Namun, Gus Ipul juga tidak bisa menyembunyikan perasaannya, dia juga menegaskan kalau sebelumnya tidak ada pemberitahuan baik tertulis atau lisan soal ada perpanjang waktu pendaftaran.

“Emboh opo ngene iki jeneng’e (ndak tahu apa ini namanya), Saya tidak kecewa, tetapi heran kenapa sebelumnya tidak ada pemberitahuan,” kata Gus Ipul dengan gayanya yang tak lupa menyelipkan guyonannya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here