Lewat Karya Ilmiah, Mahasiswa UB Usulkan Penyelesaian Kemacetan Lalin Malang

0
193
Permasalahan kemacetan lalu lintas, kini bukan hanya menjadi problema sosial lalu lintas di kota-kota besar. di berbagai daerah dengan kota kecilnya pun persoalan kemacetan lalu lintas merupakan problem keseharian. Untuk mencari solusinya tentu saja dibutuhkan pemikiran yang matang dan yang paling penting adalah bagaimana menciptakan kesadaran hukum yang tinggi terhadap para pengendara kendaraan bermotor.

Nusantara.news, Malang – Melalui karya tulis ilmiah (KTI), yang kini lebih sering disebut Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) ternyata mampu memberikan kontribusi yang cukup dapat dipertimbangkan guna menyeleseikan suatu permasalahan.

Buktinya, karya dari salah satu Tim PKM Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, menjadi masukan solusi ke Dinas Perhubungan guna mengatasi kemacetan di Kota Malang. Tim yang terdiri dari empat orang anak  mahasiswa itu adalah Teuku Zulfikar Ali Fahrezi, Renda Rezkita, Agnes Wiratamia Nugraha, dan Sayu Amalia Irwanto.

Gagasan dan solusinya dalam mengatasi kemacetan adalah sistem PDKT, dalam mengurai kemacetan dan mengurangi kepadatan kendaran di suatu wilayah. “Solusi itu kami sebut sistem PDKT, yaitu Prioritas, Demand, Kapasitas, dan Taktik,” jelas Zulfikar Ali Fahrezi kepada wartawan, Senin (3/7/2017).

Zulfikar menilai, pemberlakuan sistem satu arah dan juga perubahan jalur belum sepenuhnya dapat menyelesaikan permasalahan kemacetan di Kota Malang.

Ia menjelaskan terkait gagasan solusi dari timnya dalam mengurangi permasalahan kemacetan. “Prioritas yakni memprioritaskan kendaraan umum pada jam sibuk dan mengurangi kendaraan pribadi. Di sini peran kendaraan umum harus perlu digalakkan, karena salah satu penyebab kemacetan adalah kendaraan pribadi yang besar dan hanya berisikan 1-2 orang, apa bedannya sama motor dan lainnya. Lebih baik memanfaatkan kendaraan umum,” ujarnya.

Selain itu, dari pihak pemerintah sebagai institusi pelayanan publik, juga harus menyediakan sarana transportasi yang murah, nyaman, dan aman. “Juga paradigma kepemilikan kendaraan pribadi kiranya perlu dirubah apabila ingin menyelesaikan permasalahan kemacetan, beralih pada pemanfaatan kendaraan umum,” jelas dia.

“Selanjutnya, Demand yaitu mengubah rute kendaraan dengan pengalihan arus, hal ini seperti yang sudah dilakukan oleh pihak pemerintah. Namun, lebih di galakkan kembali titik-titik jalan yang memiliki potens kemacetan, agar tindakan tersebut efisien,” jelasnya.

Selanjutnya, Kapasitas yakni membuat kapasitas jalan seefektif mungkin agar arus lalu lintas lancar. Terakhir yakni Taktik dengan mengubah atau melebarkan jalan serta mengubah kondisi fisik jalan dengan pelebaran. “Jika memungkinkan, bisa ada spot off-street parking di area perbelanjaan,” terangnya.

Kemacetan memang menjadi momok bagi masyarakat, dan memang hal tersebut bukan hal yang baru di suatu kota yang memiliki tingkat arus perputaran ekonomi yang tinggi. Meskipun kemacetan ini merupakan pertanda arus ekonomi suatu daerah atau kota tersebut tinggi, namun juga menjadi masalah bagi masyarakat seperti memakan waktu yang lama di jalan, mengingat waktu sangat berharga dan bermanfaat.

Gagasan dan solusi dari Zulfikar timnya meraih juara 2 PKM P kategori Soshum. Tindak lanjutnya Tim tersebut yang akan diakomodasi oleh pihak Universitas Brawijaya akan diajukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang sebagai solusi mengurangi kemacetan di Kota Malang.

Dan, tentunya sistem yang akan diajukan ke Dishub Kota Malang ini setidaknya harus dilakukan uji coba terlebih dahulu. Sebagai gagasan dalam membantu mencarikan solusi kemacetan memang patut diacungkan jempol tetapi tanpa uji coba bisa jadi bukan solusi yang didapatkan malah sebaliknya bisa memperparah kemacetan yang sudah ada. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here