Lewat Lukisan, JarmuNU dan Green Art Dukung Khofifah-Emil

0
87
Jaringan Muda NU dan Gree Art, melukis Khofifah-Emil (Sumber: Muhammad Choirul-MalangVoice)

Nusantara.news, Kota Malang – Dinamika Pilkada Jatim 2018 sudah mulai bergulir, berbagai hal dilakukan para kandidiat sekaligus pendukung unuk meraih simpatik dan dukungan massa agar menang dan terpilih menjadi kepala daerah.

Ada hal unik yang dilakukan para pendukung pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak di Kota Malang. Jaringan Muda Nadhlatul Ulama (JarmuNU) dan Komunitas Lukis Green Art Malang melakukan aksi lukis jalanan (street art) di Car Free Day (CFD) Jl Ijen Kota Malang, Minggu (07/01/2018).

Mereka melukis kedua sosok calon dukungannya, yakni pasangan Khofifah-Emil diatas kanvas. Mereka pun juga menggambar sosok KH Hasyim Ashari dan Abdurrahman Wahid yang merupakan tokoh pembesar Nahdaltul Ulama (NU) dalam satu kanvas.

Salah satu pelukis Green Art, Juni Apri menjelaskan alasan mereka menggambar beberapa tokoh dan dipertunjukkan di depan umum. “Iya karena mereka merupakan tokoh idola, dan calon pemimpin yang pantas meneruskan kepemimpinan.” ujar dia kepada wartawan.

Sosok Khofifah-Emil merupakan salh satu calon pemimpin yang di Idolakan dari kalangan NU. Ia membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 3 jam untuk melukis tokoh idolanya. Green Art Malang sendiri memiliki anggota sekitar 40 orang.

Jaringan Muda NU dan Gree Art, melukis Khofifah-Emil (Sumber: Rahmat M Prayoga-MalangTODAY)

Koordinator JarmuNu Jawa Timur, Fairuz Huda menjelaskan anggotanya memang banyak yang mendukung kedua sosok tersebut kerena ke-NU-annya sudah tidak diragukan lagi.

“Rekam jejak perjalanan Ibu Khofifah sedari kecil siswa hingga mahasiswa dan kini masih aktif di dunia lingkar NU, tidak pernah berpindah kesana-kemari. Makanya tidak diragukan lagi loyalitas ke-NUannya,” jelasnya.

Ia pun menambahkan penjelasannya terkait latar belakang kegiatan serta garis keturunan Khofifah-Emil sangat kental loyalitasnya kepada NU.

“Kita tau, Bu Khofifah saat ini juga sebagai ketua PP Muslimat NU. Sedangkan Emil Dardak merupakan cucu H Mochamad Dardak, salah satu kyai Nahdlatul Ulama yang menjadi inisiator berdirinya PCI NU di Jepang,” imbuh Fairuz.

Dia menilai, ajang kali ini adalah bentuk apresiasi sekaligus dukungan dari kalangan seniman dan pemuda NU. “Iya ini merupakans alh satu apresiasi dan bentuk dukungan kami terhadap Khofifah-Emil, agar kedepan jika terpilih dapat mempin Jawa Timur lebih baik dari sebelum-sebelumnya,” pungkasnya.

Fairuz menyebut bahwa Khofifah-Emil merupakan kader yang terbaik dalam helatan Pilgub Jatim 2018 kali ini. “Kami sebagai kalangan muda NU, harus menentukan yang terbaik. Menurut kami, dari semua nama kandidat, kader NU yang terbaik adalah Khofifah-Emil,” papar Fairouz.

Ia mengungkapkan bahwa keduanya memiliki prestasi yang cukup diakui oleh masyarakat. “Karena beliau – beliau ini memiliki prestasi dan integritas yang cukup baik dan diperhitungkan untuk masa depan. Kalau bicara dari kalangan NU, memang banyak, tapi juga harus dilihat dulu apa prestasinya,” ungkapnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here