Libur Kampanye, Ini yang Dilakukan Kandidat di Pilgub Jatim

0
76

Nusantara.news, Surabaya – Di musim libur kampanye, ini yang dilakukan kedua pasangan kandidat yang maju di Pemilihan Gubernur Jatim 2018. Pasangan nomor urut satu Khofifah Indar Parawansa yang berpasangan dengan Emil Elistianto Dardak ini memilih mengisi waktu libur untuk menyapa warga Kabupaten Sumenep, Madura. Di Pulau Garam itu, Khofifah hadir di Peringatan Hari Lahir Muslimat NU ke-72., menyempatkan diri menyampaikan pesan dan mengajak jemaah untuk selalu menjaga persaudaraan dan Pancasila.

Saat memberikan sambutan Calon Gubernur Jatim itu mengajak masyarakat dan jemaah NU untuk terus menjaga ukhuwah (tali persaudaraan) dan berpegang teguh kepada ideologi pancasila.

Dalam Harlah bertema ‘Teguhhkan Niat Perjuangan dan Ukhuwah Islamiyyah dan Ukhuwah Watoniyah’ ini Khofifah hadir dengan mengenakan kebaya berwarna hijau khas Muslimat NU. Jemaah yang mayoritas datang dari wilayah Madura ini seketika menyemut saat Khofifah yang juga Ketua Umum Muslimat NU, memasuki Gedung Adipoday di Jl Trunojoyo, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Sabtu (17/3/2018).

Di depan ribuan jamaah, Khofifah memulai dengan hadroh solawat bissalaam. Seketika itu jemaah Muslimat NU Sumenep dan para kiai yang hadir dengan khidmat ikut melantunkan bersama Khofifah.

Wanita kelahiran Surabaya itu tak lupa mengingatkan masyarakat untuk menjaga tali persaudaraan dan tetap menjaga ukhuwah wathoniyah (bangsa) dengan berpegang teguh kepada Pancasila. Dengan begitu, keutuhan NKRI terjamin dengan kuatnya keteguhan masyarakat.

“Mari kita jaga erat hubungan persaudaraan kita, kita semuanya bersaudara” (Foto: TIM KIP)

“Sesama umat Islam adalah bersaudara sehingga sangat perlu agar meningkatkan ukhuwah Islamiyah dan ukuwah nahdliyah, dalam menyatukan visi dan misi. Sehingga akan mendapatkan suatu kesatuan dalam mencapai suatu tujuan yaitu memperkuat tali persaudaraan dalam tubuh Islam,” ucap Khofifah.

Menteri Pemberdayaan Perempuan era Presiden Abdurrahman Wahid ini juga menjelaskan empat unsur silaturahmi yang harus dijaga, yakni ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama muslim), ukhuwah wathoniyah (persaudaraan sesama bangsa) , ukhuwah insaniyah (saudara sesama manusia), dan ukhuwah nahdliyah (saudara sesama NU).

“Mari kita jaga erat hubungan persaudaraan kita, kita semuanya bersaudara,” ucapnya.

Di kesempatan itu Khofifah juga menyerahkan bantuan kepada sejumlah anak yatim-piatu dan kaum lansia. Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah kiai dari wilayah pesantren Madura.

Gus Ipul Ajak untuk Patuh Seruan Kiai

Sementara, Calon Gubernur Jatim yang maju Pilgub Jatim berpasangan dengan Puti Guntur Soekarno dengan nomor urut dua itu menghadiri Silaturrahim bersama Ibu Nyai dan Tokoh Perempuan Kabupaten Trenggalek, Sabtu (17/3/2018).

Di pertemuan tertutup itu, Gus Ipul -demikian Saifullah Yusuf biasa dipanggil- menyampaikan pesan agar masyarakat untuk patuh terhadap keinginan kiai.

Menurutnya, satu di antara kunci sukses kehidupan adalah dengan patuh kehendak kiai.

“Kalau mau patuh dengan dhawuhnya kiai, Insya Allah akan dibukakan jalan yang terbaik” (Foto: TIM GI)

“Kalau mau patuh dengan dhawuhnya kiai, Insya Allah akan dibukakan jalan yang terbaik,” kata Gus Ipul pada sambutannya.

Gus Ipul kemudian mencontohkan karier hidupnya yang tak lepas dari bimbingan para kiai.

Pada saat ia lulus sekolah menengah, ia pada awalnya bercita-cita menjadi guru di pondok pesantren. Namun, paman Gus Dur berpendapat berbeda.

Gus Dur meminta Gus Ipul untuk melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi di Jakarta. Gus Ipul pun mengambil ilmu politik.

“Dengan ikhlas, saya patuh keinginan Gusdur. Meskipun saya berangkat ke Jakarta dengan nangis,” candanya.

Hasilnya, Gus Ipul pun akhirnya kenal dengan dunia politik dan kemudian masuk ke partai politik. Mulai dari PDI Perjuangan hingga PKB.

Juga terpilih sebagai Ketua Umum PP GP Anshor, Anggota DPR RI, hingga pernah menjabat Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal.

Saat ini, Gus Ipul lantas menjabat amanat sebagai Wakil Gubernur Jatim dua peeiode. “Sehingga, saya di titik ini tak lepas dari arahan kiai,” jelasnya.

Sebagai ikhtiar untuk mengawal kehendak kiai inilah pihaknya kemudian memberikan perhatian lebih kepada pondok pesantren. Di antaranya dengan memberikan Bosda dan beasiswa kepada para santri pondok pesantren dalam program pemerintahan provinsi.

“Inilah yang akan kami lanjutkan andai terpilih sebagai gubernur mendatang,” ujarnya.

Pengasuh pondok pesantren Al-Amin Kediri, KH Anwar Iskandar yang juga hadir di acara tersebut pun mengatakan hal senada.

“Pencalonan Gus Ipul sebagai Calon Gubernur bukan mendadak. Namun ini sudah melalui pertimbangan banyak ulama,” urai Kiai Anwar.

“Sehingga, kalau sudah dipilihkan ulama untuk calon pemimpinnya, maka umat tinggal mengikuti. Insya Allah berkah untuk Jawa Timur,” tegasnya.

“Inilah yang akan kami lanjutkan jika nanti terpilih sebagai gubernur mendatang” Foto: TIM GI)

Dari yang disampaikan oleh kedua orang calon gubernur ini patut disimak, bahwa pengabdian yang mereka lakukan bukan datang dengan tiba-tiba, semuanya melalui proses. Dan, semangat yang mereka terapkan adalah mengabdi untuk ikut mengantar masyarakat Jatim menjadi lebih baik. Tentu, harus lebih baik di segala bidang, lebih baik dari sebelumnya, dan kemakmuran, keadilan dan kesejahteraan akan terwujud merata untuk semua masyarakat Jatim.

Perlu digarisbawahi di Pilgub Jatim ini mereka berdua sepakat untuk berkompetisi menjadi pilihan yang terbaik bagi masyarakat Jatim. Janji menjaga stabilitas dan keamanan di pelaksanaan pemilihan kepala daerah pun telah mereka ikrarkan. Tentunnya itu harus mendasari masyarakat khususnya pemilik hak pilih, untuk mengikuti aturan pemilihan yang telah disepakati. Santun, tidak menggunakan politik uang, kampanye hitam dan saling menjatuhkan dan menjelekkan, untuk melahirkan pemimpin yang dibutuhkan masyarakat, untuk Provinsi Jatim lebih baik. Selamat mengikuti pemilihan kepala daerah serentak dan tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here