Libur Nyepi, Kebun Binatang Surabaya Dibanjiri Pengunjung

0
517
Ikan Arapaima (Latin: Arapaima Gigas) di Kebun Binatang Surabaya

Nusantara.news, Surabaya – Di libur Nyepi tahun ini, Kebun Binatang Surabaya (KBS) kebanjiran pengunjung. Mereka tak hanya dari dalam Kota Surabaya, melainkan dari luar kota sekitar Surabaya. Apalagi KBS juga menyajikan agenda “One Stop Keeper Talk and Feeding Time” yang menyita perhatian pengunjung yang rata-rata datang bersama keluarga.

“One Stop Keeper Talk and Feeding Time” merupakan kegiatan perawat satwa yang memberikan pakan kepada satwa serta menjelaskan tentang keseharian dan keunikan masing-masing satwa penghuni KBS.

Humas Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS, Laily Widya Arishandi mengatakan dalam “One Stop Keeper Talk and Feeding Time” kali ini, ada tiga satwa yang berada di Aquarium, yaitu ikan Arapaima, buaya muara dan buaya supit.

“Untuk pemberian makan satwa dilakukan oleh perawat satwa di tiga hewan, yaitu ikan Arapaima, buaya muara dan buaya supit. Sedangkan keeper talk dilaksanakan di lokasi penyu hijau yang berusia sekitar 100 tahun,” kata Laily Widya kepada Nusantara.news, Selasa (28/3/2017).

Ia mengatakan, dipilihnya ketiga satwa tersebut sebagai hiburan pengunjung guna menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap satwa dan bisa menambah pengetahuan tentang dunia satwa. Selain itu, ketiga satwa itu juga termasuk yang dilindungi.

“Dua ekor ikan Arapaima yang dapat ditemukan di Sungai Amazon, Amerika Selatan diberi makan ikan mujair segar sebanyak 0,5 kg. Hewan yang bernama Latin arapaima gigas ini termasuk ikan air tawar terbesar di dunia. Panjang ikan dewasa bisa mencapai lebih dari 3 meter dengan berat kurang lebih 200 kg,” jelasnya.

Ikan arapaima, ia menambahkan, juga disebut sebagai ikan aligator. Dalam rantai makanan, Arapaima berada di puncak rantai makanan dan menjadi predator (pemangsa) bagi hewan lainnya. Dua ekor Arapaima di KBS ini bernama Rambo dan Anjani juga diberi makan jantung sapi setiap dua kali seminggu.

“Di KBS, ikan Arapaima diberi pakan ikan mujair dan jantung sapi sebanyak 0,5 kg. Jadi mereka memakan hidangannya setiap dua hari sekali, kemudian berpuasa, karena sistem pencernaannya tidak bisa bekerja secara langsung,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya juga ada keeper talk dan feeding time buaya muara dan buaya supit. Hewan dengan nama Latin crocodylus porosus ini adalah jenis buaya terbesar di dunia. Bobotnya bisa mencapai 200 kilogram.

“Dua ekor buaya muara bernama Fajar dan Jeni ini diberi pakan 6 kg daging ayam dan 2 kg daging sapi. Panjang tubuh buaya ini biasanya antara 2,5 sampai 3,3 meter, namun hewan dewasa bisa mencapai 12 meter,” tuturnya.

Di sisi lain, ia mengatakan KBS juga menyediakan hiburan keeper talk penyu hijau. Tiga penyu hijau itu bernama Seneng berusia 101 tahun, Ayem berusia 96 tahun dan Tentrem berusia 98 tahun.

“Jumlah keseluruhan penyu hijau ada 11 ekor. Tujuh ekor di kolam berbeda berusia sekitar 90 tahun. Penyu hijau merupakan satwa vegetarian. Penyu Hijau sangat menyukai rumput laut, namun karena dia vegetarian, bisa diganti dengan jenis sayur lainnya,” paparnya.

Dengan adanya berbagai hiburan yang ditawarkan di KBS, jumlah pengunjung pada libur Nyepi tahun ini mencapai 11.874 pengunjung. Sedangkan libur Nyepi tahun 2016 berkisar 7.133 pengunjung.

“Libur Nyepi tahun ini mengalami kenaikan 4.741 pengunjung dari tahun lalu. Jika ditotal dari hari Minggu sampai Selasa, pengunjung mencapai 26.284 orang,” tandas wanita yang murah senyum ini.

KBS dengan aneka ragam hewan ini menjadi jujugan menarik bagi pengunjung untuk berlibur bersama keluarga. Selain KBS, sejumlah lokasi wisata yang juga menjadi tempat yang dituju oleh masyarakat Surabaya dan sekitarnya diantaranya Pantai Ria Kenjeran dengan panorama pantai serta lokasi wisata Sentra Pasar Ikan Bulak dan pertunjukan air mancur warna-warni. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here