Limbah Medis Beracun Tercecer di Jalan, Warga Lapor ke BPPHLK

0
156
Warga melaporkan temuannya ke perwakilan Kementerian KLH di Sidoarjo, Jatim

Nusantara.news, Sidoarjo – Entah disengaja entah tidak, satu tong berisi lima plastik limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) ditemukan tercecer di jalan dusun Ngaglik, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (17/1) lalu.

Atas temuan itu, warga desa Lakardowo membawa barang bukti limbah medis berbahaya dan beracun (B3) dan melaporkannya ke Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan dan Kehutanan (BPPHLK) Sidoarjo.

Limbah beracun itu ditemukan tercecer dari kendaraan pengangkut limbah B3 ke pabrik pengolahan limbah di desa Lakardowo.  Barangnya berupa sebuah tong warna biru yang berisi 5 kemasan plastik limbah  B3 berlabel RS Sangleh, Denpasar, Bali.

Warga Lakardowo sengaja mengadukan ulah pemilik PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA) yang memang dikenal sebagai pabrik pengolahan limbah B3. Warga berharap penegak hukum segera bertindak, sehingga persoalan limbah dapat segera diatasi di desa mereka.

“Isinya selang infus, ada kantong kencing, ada bekas alat suntik dan banyak itu, ya jatuh dari kendaraan, berarti kan menunjukkan bahwa dia sembrono, ini kan barang berbahaya tapi kok sampai bisa jatuh tercecer di jalan,” ungkit Nurasim, Ketua Perkumpulan Pendowo Bangkit (Penduduk Lakardowo Bangkit).

Kepala BPPHLK Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara Beny Bastiawan berjanji instansinya szegera investigasi turun ke lapangan.

“Kita lihat korelasinya, kemudian data informasi yang disampaikan, karena informasi yang disampaikan ini hanya satu sample, artinya dalam satu sample kita harus cross check, dari laporan yang sudah ada dikaitkan dengan kejadian di lapangannya seperti apa,” ujarnya

Beny Bastiawan menegaskan, penanganan limbah B3 memiliki standar operasional prosedur tersendiri, termasuk sarana dan cara mengemas limbah medis sampai dengan dibawa ke tempat pengolahan limbah.

“Ya ada penanganan khusus, dia harus ada SOPnya, dari limbah rumah sakit itu ada penanganan khusus, kemudian manifesnya terdaftar, kemudian sampai di tempat pengolahannya, kemudian nanti kita juga cek lagi, rute perjalanan dari pengirim ke penerima. Memang itu harusnya kan dikemas, tidak boleh sampai jatuh,” lanjutnya.

Pengolahan limbah B3 saat ini belum banyak dimiliki oleh daerah atau provinsi, karena tingginya investasi pembuatan pabrik pengolahan limbah yang sesuai standar. Selain di Mojokerto, pengolahan limbah B3 juga ada di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sedangkan PT. PRIA adalah satu-satunya perusahaan pengolahan limbah resmi di Jawa Timur, yang melayani pengolahan limbah B3 dari daerah-daerah di Jawa Timur, serta luar Provinsi seperti Bali dan Nusa Tenggara. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here