Luhut Menawarkan Jepang Mengelola dan Menamai Pulau-Pulau di Indonsia

0
78

Nusantara.news, Jakarta – Sekitar tahun 2005 masyarakat sempat meributkan maraknya penjualan pulau via on-line, kini para pemburu pulau tak perlu lagi repot. Menko Maritim Luhut Panjaitan sudah menawarkan sejumlah pulau ke investor Jepang. Kalau Jepang boleh kenapa yang lain tidak?

Tawaran Luhut itu terungkap dalam Jumpa Pers, di Jakarta, Senin (9/1/2017). Alasannya Jepang minta ada satu pulau di Indonesia yang bisa digunakan tempat peristirahatan warganya yang sudah lanjut usia.

Bukan saja mengelola pulau untuk investasi. Bahkan Luhut tidak keberatan Jepang menamai pulau-pulau yang dikelolanya. “Jepang minta, katanya boleh tidak kami ada satu daerah tertentu untuk lansia?. Saya bilang, silakan saja bikin kampung di sana tapi tidak akan pernah jual pulau itu,” katanya.

Pulau yang dibidik Jepang, ungkap Luhut, antara lain Pulau Morotai, Maluku Utara yang memang punya jejak sejarah Jepang dalam Perang Dunia II.

Jangankan Morotai, Luhut juga menawarkan pulau-pulau eksotik lainnya untuk dikelola Jepang, termasuk diberi nama oleh investor Jepang. Dalam catatanya ada sekitar 4.000 pulau di Indonesia yang belum memiliki nama.

Namun, tandas Luhut, meskipun Jepang menamai pulau yang dikelolanya, bukan berarti Indonesia menjual pulau kepada asing. ” Beri nama 4.000 pulau itu tidak gampang. Yang penting, pulau itu terdaftar dimiliki pemerintah Indonesia,” kilah mantan Kepala Staf Presiden itu.

Bagi Luhut tidak masalah jika pihak asing mengelola atau memberi nama suatu pulau. Layaknya restoran yang bisa diberi sesuai keinginan pengelolanya.
“Apalah sebuah nama, yang penting registered (terdaftar) punya Indonesia, dicap Kementerian Dalam negeri dan mengikuti aturan Indonesia,” ujarnya.

Tawaran Luhut itu rupanya terkait judul menjadikan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan yang dapat mendongkrak perekonomian dan menyerap tenaga kerja dengan cepat.

Tapia pa artinya sebuah judul kalau kelak Indonesia tidak berdaulat atas pulau-pulaunya sendiri karena sudah dinamai dan dikelola investor asing? []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here