“Luka Kemanusiaan untuk Rohingya” Warnai Hari HAM di Palembang

1
79
Ilustrasi

Nusantara.news, Palembang – Bertepatan hari Hak Azasi Manusia (HAM) se-Dunia, Koalisi Masyarakat Puisi Palembang dijadwalkan meluncurkan buku Antologi 37 Penyair bertajuk “Luka Kemanusiaan untuk Rohingya” pada Minggu (10/12) di Lantai III Gedung DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Jl. Kapt. Rivai, Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Hari Hak-Hak Azasi Manusia itu sendiri diperingati setiap 10 Desember sejak 1950. Tanggal itu dipilih sebagai tanggal pertama kalinya diumumkannya “Pernyataan Semesta tentang Hak-Hak Azasi Manusia”oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 10 Desember 1948.

Persekusi warga Rohingya oleh militer Myanmar sejak akhir Agustus hingga awal Oktober 2017 mengakibatkan 400-an perkampungan warga Rohingya terbakar. Lebih dari 600 ribu warga Rohingya yang bahkan ada di antaranya menetap di Rakhine sejak Abad ke-19 mengungsi ke wilayah Bangladesh.

Sejumlah organisasi penggiat HAM se-Dunia mengutuk keras tindakan itu. Sekjen PBB Antonio Guterres sendiri sudah membuat pernyataan, “kalau lebih dari sepertiga populasi Rohingya yang keseluruhannya mencapai 1,1 juta jiwa melarikan diri dari tekanan di kampung halaman tak ada kata yang lebih pantas selain pembersihan etnis.”

Koalisi Masyarakat Puisi Palembang (KMPP) pun tidak tinggal diam. Mengutip keterangan  Koordinator KMPP Anwar Putra Bayu yang juga seorang penyair nasional, usai acara “Silaturahmi Puisi”di Kota Palembang pada 2 September 2017 terjadi obrolan di antara penyair yang hadir untuk bersolidaritas kepada warga Rohingya dalam bentuk penerbitan buku antologi puisi.

Antologi Puisi yang melibatkan 37 penulis dari sejumlah kota Indonesia, bahkan ada pula dari Malaysia dan wilayah Thailand berbahasa Melayu, baru saja diterbitkan oleh Yayasan Pustaka Indonesia. Para penulis puisi bukan hanya penyair, melainkan ada juga beberapa di antaranya berprofesi ibu rumah tangga, pengusaha, mahasiswa dan pelajar.

Bertepatan hari HAM se-Dunia itu, KMPP menyelenggarakan acara peluncuran yang akan diisi acara pembacaan puisi oleh sejumlah penyair. Yang sudah menyatakan hadir antara lain Isbedy Stiawan ZS (Lampung), Syarifuddin Arifin (Sumatera Barat), Marlin Dinamikanto (Jakarta), Shafwan Hadi Umry (Sumatera Utara), Lily Siti Multatuliana (Jakarta), dan lainnya.

Selain pembacaan puisi oleh beberapa penyair terkemuka Indonesia acara peluncuran akan diwarnai dengan pertunjukan teaterikal puisi dari SMAN Sumatera Selatan serta “Refleksi Kemanuisaan Hari Ini” oleh Ketua DPRD Sumsel H.M. Giri Ramanda N Kiemas yang juga berlatar belakang aktivis 1998.

Penerbitan Antologi sudah diumumkan melalui berbagai media sosial sejak awal September. Koordinator KMPP sendiri bertindak selaku kurator sekaligus editor buku. Setelah dua bulan berproses terkumpul sekitar 100 naskah dari 37 penulis yang dinilai Bayu layak, Maka terbitlah kumpulan puisi dari berbagai penulis berjudul “Luka Kemanusiaan untuk Rohingya”.

“Sebagaimana kita ketahui melalui media televisi, media cetak, dan media sosial, bahwa kekerasan yang dialami oleh muslim Rohingya telah melahiran banyak dukungan serta protes keras dari berbagai negara atas tindakan keji tersebut. Ekspresi dukungan dan protes itu diungkapkan dengan berbagai cara, antara lain adanya unjuk rasa besar-besaran, penggalangan dana dan bantuan-bantuan,” beber Bayu kepada Nusantara.news, Kamis (7/12).

Penerbitan antologi puisi ini, lanjut Anwar Putra Bayu,  tidak lain juga bagian dari ungkapan sebagai bentuk kepedulian serta sikap prihatin terhadap  muslim etnis Rohingya atas pembantaian yang dilakukan oleh militer itu, meski melalui puisi, namun setidaknya ungkapan ekspresi para penulis dalam antologi itu menyatakan serta mewakili perasaan dan pikiran terhadap peristiwa itu.

“Di sisi lain, mungkin kita berharap antologi ini bisa menjadi media untuk menyuarakan sikap keprihatinan serta sikap protes kita terhadap tragedi kemanusiaan di Myanmar melalui puisi. Itu sebabnya peluncuran buku kita akan mengambil moment peringatan hari HAM Internasional,” jelas Anwar kemudian.

Selain melibatkan penyair Palembang seperti antara lain Anwar Putra Bayu dan Anto Narasoma, hadir pula naskah puisi dari penyair  Eddy Pranata PNP (Cilacap), Rini Intama (Tanggerang), Marlin Dinamikanto (Jakarta), Jasni Matlani (Sabah), Phaosan (Pattani), Hafney Maulana (Riau), dan lain-lain. Namun, ada juga dari kalangan pendidik, ibu rumah tangga, pengusaha, mahasiswa,  dan pelajar.[]

1 KOMENTAR

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here