Madura Harus Mampu Produksi Garam untuk Ekspor

0
120

Nusantara.news, Surabaya – Dewan Jawa Timur berharap Pulau Madura memapu bersaing dan menciptakan kualitas dan kuantitas unggul produksi garam berstandart ekspor. Sektor pertanian terutama garam Madura dinilai mempunyai potensi yang besar untuk menjadi daerah produsen terbesar di Indonesia.

Anggota Komisi B DPRD Jatim Moch. Alimin mengatakan agar produksi garam naik di pasaran dengan hasil kualitas dan kuantitas jaminan mutu, maka Pemprov Jatim melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Jatim harus mampu menciptakan sebuah inovasi untuk pengembangan garam di Jaa Timur khususnya di Madura.

”Libatkan seluruh masyarakat apa yang dikehendaki mereka agar menghasilkan kualitas dan kuantitas garam khususnya di Madura. Tak hanya itu, gandeng akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur agar mampu menghasilkan garam yang berkualitas,” ungkapnya, Jumat (12/5/2017).

Bahkan, politisi asal Partai Golkar ini mengatakan dengan peran serta masyarakat dan Akademisi yang ada di Jawa Timur, tentunya akan diketahui dan bagaimana caranya menciptakan garam yang berkualitas. ”Dengan adanya garam yang berkualitas tentunya kami ingin ke depannya Jawa Timur bisa swasembada garam,” terangnya.

Dengan kemampuan Jawa Timur melakukan swasembada garam, tentunya pemerintah tidak usah repot-repot mengimpor garam.  ”Kalau dikelola dengan baik tentunya garam Jawa Timur akan laku dipasaran dan tak kalah bersaing dengan yang lainnya termasuk dengan garam import. Pemerintah pusat harus tahu itu kalau Jatim mampu swasembada garam,” tambahnya.

Sebelumnya, Gubernur Soekarwo menyatakan untuk menekan angka kemiskinan di Pulau Madura adalah dengan dengan menggenjot sektor pertanian yang dinilai sangat potensial. Madura diharapkan menjadi produsen garam terbesar di Indonesia yang mempunyai nilai ekspor.

Tak hanya itu saja, produksi petani garam Madura dinilai sangat menggiurkan sekali. Menurut Pakde Karwo hanya kualitasnya saja yang perlu ditingkatkan agar bisa memenuhi kebutuhan garam industri yang potensinya sangat besar sekali.

“Lebih baik lagi kalau BUMN ikut menfasilitasi alih teknologi seperti di Australia yang dapat memproduksi garam sepanjang tahun tanpa dipengaruhi cuaca dan iklim,” harapnya.

Upaya meningkatkan perekonomian di Pulau Madura, berdasarkan kajian jangka pendek sebaiknya dilakukan melalui pertanian, karena jika dilakukan industrialisasi masih rawan konflik sosial, khususnya menyangkut ketersediaan tenaga kerja skill dari Madura masih kurang memadai.

“Itu bisa menyebabkan keruwetan tersendiri. Untuk menjadi kawasan industri, masyarakat Madura harus dibekali dengan skill terlebih dahulu. Makanya untuk jangka panjangnya dilakukan lewat pendidikan dan kesehatan karena itu bagian dari Human Invesment,” tegas Pakde Karwo.

Senada, Ketua Fraksi PDIP DPRD Jatim, Sri Untari juga sangat mendukung jika Pulau Madura dikembangkan menjadi produsen garam terbesar di Indonesia. Namun, kualitasnya juga harus ditingkatkan agar kebutuhan impor industri tak perlu harus import karena bisa dipenuhi dari Dalam Negeri.

“Swasembada garam itu tak bisa dibebankan kepada para petani garam, tetapi seluruh stake holder terkait harus bisa bersatu membantu petani garam supaya bisa meningkatkan produksi dan kualitasnya setara dengan garam impor. Kalau perlu petani garam Madura kita bantu untuk study banding ke Australia,” jelas Sekretaris DPD PDIP Jatim ini.

Menurut Untari, jika Madura mampu menjadi sentra produksi garam nasional, pihaknya yakin Propinsi Madura yang sangat diidam-idamkan warga Madura akan semakin cepat terealisasi. Alasannya, Pulau Madura sudah memiliki sumber PAD yang cukup kuat untuk membiayai pembangunan di Madura sendiri.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here