Mahathir (92) Tumbangkan Petahana di Malaysia

4
7783
Ketua Koalisi Pakatan Harapan Mahathir Mohamad merayakan kemenangan setelah KPU Malaysia umumkan partainya meraih 115 dari 112 kursi yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan

Nusantara.news, Kuala Lumpur – Peristiwa bersejarah baru saja terjadi di Malaysia. Setelah 61 tahun berkuasa, Barisan Nasional yang dimotori oleh Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO/United Malays National Organization) akhirnya ditumbangkan oleh Pakatan Harapan (Alliance of Hope) yang dipimpin kakek tua 92 tahun – Dr. Mahathir Muhammad.

Kemenangan oposisi itu diumumkan oleh komisi pemilihan setempat pada Kamis (10/5) dini hari. Aliansi yang bergabung dalam Pakatan Harapan itu memenangkan 115 kursi – di atas ambang batas 112 kursi yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan. Dengan demikian Mahathir Mohamad berpeluang menjadi Perdana Menteri tertua di dunia – setidaknya untuk era milenial sekarang ini.

Sosok Mahathir

Mahathir Mohamad lahir di Alor Setar, Kedah, pada 10 Juli 1925 – sebagai anak ke-9 dari pasangan Mohamed Iskandar dan Wan Tempawan Wan Hanapi. Saat dilantik menjadi Perdana Menteri menggantikan Najib Razak usia politisi yang berlatar belakang dokter ini sudah 93 tahun. Meskipun begitu saat kampanye akbar, Mahathir mampu berdiri di atas panggung selama 30 menit tanpa ditopang alat bantu. Kondisi kesehatannya prima.

Dr. Mahathir Mohamad saat lulus sekolah kedokteran

Sebelumnya Mahathir pernah menjadi perdana menteri paling lama di Malaysia lewat Barisan Nasional yang sekarang ditumbangkannya. Dia adalah perdana menteri ke-4 Malaysia yang memimpin pemerintahan sejak tahun 1981 hingga 2003. Karir politiknya membentang lebih dari 70 tahun sejak dia bergabung ke UMNO yang berdiri pada tahun 1946.

Jabatan sebagai anggota parlemen yang pertamanya dia raih pada tahun 1964. Sempat kehilangan kursi bahkan dipecat dari anggota UMNO oleh Perdana Menteri Tunku Abdurahman. Setelah Tunku Abdurahman mengundurkan diri, Mahathir kembali bergabung ke UMNO dan menjadi anggota parlemen – bahkan menjadi wakil perdana menteri. Mahathir pun selanjutnya dilantik menjadi perdana menteri menggantikan Hussein Onn.

Selama menjabat perdana menteri, Malaysia mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat. Pembangunan infrastruktur dia genjot, industrialisasi dicanangkan untuk menggantikan ekonomi yang berbasis kepada pertanian. Tapi sayang, oposisi – termasuk di dalam tubuh partainya sendiri – dia berangus lewat Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri (ISA/Internal Security Act) yang telah memenjarakan sejumlah tokoh politik dan agama di negerinya.

Tidak mengherankan apabila dia memenangkan pemilihan umum dalam lima kali secara berturut-turut. Akumulasi kekuasaan yang berpusat ke dirinya telah mengorbankan independensi peradilan. Satu di antara korbannya adalah Wakil Perdana Menteri Seri Datuk Anwar Ibrahim yang dia penjarakan dengan tuduhan sodomi. Padahal pangkal perselisihan bermula dari ketidak-setujuan Anwar Ibrahim membail-out perusahaan-perusahaan Malaysia dalam krisis moneter 1998.

Selama pemerintahannya kebebasan sipil dikekang. Sikapnya yang acap kali bermusuhan dengan kepentingan Barat dan kebijakan ekonominya yang proteksionis membuat hubungannya dengan Amerika Serikat, Inggris dan Australia terganggu. Sebagai politisi Mahathir mendukung herakan dunia ketiga dan tercatat sebagai politisi yang vocal tingkat dunia. Sejumlah media menyebutnya the Little of Soekarno karena gaya berpidatonya mengingatkan kepada sosok Soekarno.

Kemenangan Bersejarah

UMNO yang menjadi kelompok inti dari Barisan Nasional – sebelumnya bernama Parti Perikatan – yang berkuasa sejak Malaysia merdeka 31 Agustus 1957 akhirnya dikalahkan oleh kelompok oposisi Pakatan Harapan. UMNO sendiri lahir pada 11 Mei 1946 sebagai peleburan dari 41 organisasi etnis Melayu. Sedangkan Barisan Nasional sebagai pengganti Parti Perikatan didirikan pada tahun 1973. Selain beranggotakan 13 kelompok organisasi etnis – termasuk UMNO – dan partai-partai politik yang ada di Malaysia.

Kegembiraan warga tumpah ke jalan-jalan menyambut kemenangan oposisi

Sedangkan Pakatan Harapan yang baru saja memenangkan Pemilu baru didirikan pada tanggal 22 September 2015. Partai oposisi ini diprakarsai pendiriannya oleh Anwar Ibrahim yang sekarang ketuanya diserahkan kepada Mahathir Mohamad, adapun presiden partai dipegang oleh Wan Azizah Wan Ismail yang tak lain adalah istri dari Anwar Ibrahim. Pakatan Harapan adalah koalisi dari 4 partai politik di Malaysia – masing-masing Partai Aksi Demokratis (DAP) yang mayoritas anggotanya etnis keturunan China, Partai Keadilan Rakyat, Partai Amanat Nasional, dan Partai Pribumi Bersatu Malaysia.

Meskipun baru didirikan, Pakatan Harapan sudah membentuk pemerintahan di negara bagian Selangor dan negara bagian Pinang – dari 13 negara bagian yang ada. Kali ini pakatan Harapan menguasai pemerintahan federal dan mayoritas negara bagian. Dengan meraih 115 kursi dan kemungkinan masih bertambah karena belum semuanya dihitung oleh KPU setempat, Pakatan Harapan akan mendudukkan kembali Mahathir Mohamad sebagai pimpinan koalisi menjadi perdana menteri Malaysia. Wan Azizah Wan Ismail kemungkinan menjabat Wakil Perdana Menteri.

“Kami tidak membalas dendam, kami ingin memulihkan supremasi hukum,” begitu sambutan Mahathir Mohomad usai partai koalisi yang dipimpinnya memenangkan pemilu. Mahathir berharap bisa dilantik menjadi perdana menteri di hari Kamis (10/5) ini.

Dengan hanya beberapa kursi yang tersisa untuk dihitung, hasil resmi menunjukkan Pakatan Harapan yang dipimpin Mahathir – bersama dengan sekutu di negara bagian Sabah, Kalimantan, telah memperoleh 115 kursi. Sedangkan Barisan Nasional baru meraih 79 kursi. Maka begitu kursi melebihi 112, para pendukung Pakatan Harapan langsung merayakannya tumpah ruah di jalan-jalan.

Gadis melayu usai mencoblos di bilik suara

Tanda-tanda kekalahan Barisan Nasional sebenarnya sudah terbaca sejak Pemilu 2013. Kala itu Pakatan Rakyat – kini berubah nama Pakatan Harapan – memenangkan popular vote namun gagal memenangkan kursi mayoritas untuk membentuk pemerintahan. Setelah itu, pimpinan Pakatan Rakyat Datuk Anwar Ibrahim kembali dikirim ke penjara atas tuduhan sodomi karena sosok itu sebagai pesaing tangguh Najib Razak. Tapi siapa menyangka setelah Anwar Ibrahim dipenjara muncul penantang yang lebih tangguh, Mahathir Mohamad.

Mahathir yang pernah menjadi sosok sentral di Barisan Nasional adalah mentor politik Perdana Menteri Najib Razak, meninggalkan partai koalisi pemerintah pada tahun 2016. Saat meninggalkan pertai, Mahathir mengatakan dirinya malu untuk dikaitkan dengan partai politik yang dicitrakan sebagai sarang koruptor.

Sebagaimana diberitakan sejumlah media internasional, Najib diduga terlibat skandal korupsi senilai US$ 700 juta dari 1Malaysia Development Berhad – dana investasi negara. Kendati Najib membantah keras tudingan miring itu namun pemilih Malaysia tidak percaya. Hasilnya, Barisan Nasional yang di dalamnya ada UMNO yang telah berkuasa 61 tahun kalah.[]

4 KOMENTAR

  1. Kekuasan tdk akan bertahan lama..ketika Pemimpinya sdh memasiki Penyalahgunaan Wewenang dan masuk dalam sekandal kurupsi…Pemimpin Harus mampu mengemban amanah dg bijaksana dg memegang Janjinya unt berlaku Adil…

  2. […] Kemenangan ini lantas tercatat dalam sejarah politik pemerintahan di Malaysia. Pakatan Harapan menjadi oposisi pertama Malaysia yang berhasil mengalahkan Barisan Nasional yang telah berkuasa 62 tahun. Tak hanya itu, Dr. M –demikian panggilan Mahathir— juga menorehkan catatan sebagai Perdana Menteri tertua di dunia. Baca: Mahathir (92) Tumbangkan Petahana di Malaysia. […]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here