Makna Kue Apem di Festival Ramadhan Jatim

0
74
Festival Apem 1438 Hijriyah

Nusantara.news, Surabaya – Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1438 Hijriyah, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf membuka Festival Ramadhan ke-12, tahun 2017 di halaman Masjid Agung Surabaya (MAS), Jumat (26/5).

Pembukaan festival ditandai pembagian dan makan Apem. Agar menarik, jumlah Apem disediakan sebanyak 1438 biji, itu sama dengan tahun tibanya Ramadhan tahun ini. Gelaran festival dilakukan bersama pengurus MAS, pejabat Forum Koordinator Pimpinan Kepala Daerah (Forkopimda), unsur pemerintahan Provinsi Jawa Timur, Kota Surabaya, Kodam V Brawijaya, Polda Jawa Timur serta elemen masyarakat juga ikut berdatangan.

“Apem ini, menurut ceritanya berasal dari Bahasa Arab yakni Affun, artinya kerukunan. Tetapi, karena masyarakat Jawa lidahnya susah mengucapkan, kemudian disebut dengan Apem,” ujar Saifullah Yusuf.

Awalnya, jenis penganan itu dipakai oleh seorang wali saat memberikan bantuan kepada sekelompok masyarakat yang tengah dilanda kesusahan. Kemudian setelah kenyang, mereka diajak berzikir dan saling memaafkan untuk menyambut Ramadhan. Serta diajarkan saling membantu, saling peduli antar sesama.

Disebutkan, rangkaian acara telah digelar untuk ke tujuh kali, atas nama pemerintah Provinsi Jawa Timur juga diberikan 250 paket sembako bersama Yayasan Pengelola MAS, yang diketuai mantan Gubernur Jawa Timur Imam Utomo, kepada anak-anak yatim dan fakir.

“Perlu kita ketahui, jika kita gembira menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan, kita akan di golongkan sebagai orang-orang yang beriman,” tambahnya.

Meramaikan acara itu selain festival, juga digelar pasar murah di sekitar jalanan di depan masjid. Agar masyarakat bisa berbelanja dengan harga terjangkau selama Ramadhan dan merayakan Lebaran.

Dikatakan, dengan agama hidup jadi mudah dan dengan berkesenian hidup jadi lebih indah. Harap lain, melalui pasar murah masyarakat tidak terbebani dengan kelangkaan barang apalagi kenaikan harga. Soal kelangkaan bawang putih dan bawang merah, masyarakat diminta untuk ikut berpartisipasi dengan cara melapor jika menemukan harga mahal dan permainan.

Sudah selayaknya dan menjadi tugas pemerintah untuk menjamin ketersediaan bahan pangan, dengan harga normal. Apalagi saat bulan puasa, konsentrasi masyarakat untuk beribadah agar tetap terjaga. Selamat berpuasa semoga menambah keimanan dan ketakwaan.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here