Makna Politik Capres-Cawapres Jenguk Arifin Ilham

0
64
Ustad Arifin Ilham

Nusantara.news, Jakarta – Ustad Arifin Ilham tengah berbaring sakit. Setelah tersiar kabar ia dirawat di Ruang Kencana RSCM Jakarta pada Senin (7/1), ramai-ramai tokoh dari berbagai kalangan: presiden, calon presiden, calon wapres, gubernur, pejabat pemerintah lainnya, polisi dan TNI, ormas, ulama, pengusaha, hingga masyarakat biasa, mengunjungi kamar perawatannya di lantai 7.

Yang menarik, ulama yang identik dengan dakwah melalui zikir dan shalawat ini menjadi magnet para kontestan Pilpres 2019. Kunjungan dimulai oleh Cawapres Sandiaga Uno yang menjenguk Arifin Ilham di RSCM. Berturut-turut Cawapres nomor urut 01 Maruf Amin, Capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi), hingga Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Kunjungan sejumlah tokoh dan pasangan calon presiden ini memberi pesan penting soal ketokohan Arifin Ilham yang diakui oleh sejumlah pihak, bahkan lintas kelompok politik. Karismanya tidak saja membetot ribuan jamaah zikir yang dipimpinnya di berbagai daerah, namun juga menjadi trendsetter dalam gaya berpakaian. Busana khas baju koko serba putih sang Ustad menjadi salah satu fashion statement-nya yang sempat ngetren dan banyak diikuti jamaahnya. Pendek kata, Arifin Ilham adalah sosok ulama berpengaruh.

Pun begitu, sisi lain dari kunjungan para tokoh khususnya para capres-cawapres, memiliki dimensi kapitalisasi politik yang sulit dihindari, terlebih dalam situasi saat ini yakni momentum politik menjelang Pemilu 2019. Pembingkaian informasi, foto, gestur, dan pernyataan masing-masing kontestan Pilpres nyatanya disebar dan dibingkai sedemikian rupa oleh tim suksesnya yang bertujuan untuk menghasilkan citra peduli dan dekat dengan ulama. Pembingkaian ini wajar saja, momentum politik mengkondisikan keadaan ini menjadi serba politis.

Berharap Berkah Elektoral?

Menjelang Pilpres 2019, nampaknya peran ulama masih menjadi konsen bagi para kandidat dalam pertarungan politik. Terlihat dari berbagai pendekatan para politisi kepada para pemuka agama, utamanya ulama. Para politisi ini rajin bersafari ke pondok pesantren demi meraih dukungan politik. Terlebih, jejak dan besarnya saham politik para ulama Indonesia sejak era pergerakan hingga Republik ini berdiri, memperkuat tuah yang melekat pada diri mereka.

Selain itu, secara sosiologis, masyarakat Indonesia cenderung menempatkan ulama sebagai patron dalam kehidupan sosial mereka. Sehingga, seorang ulama dapat berfungsi sebagai pemersatu dalam masyarakat lingkungannya, pun juga mempersatukan pilihan politik.

Mungkin kemampuan tersebutlah yang kini dimiliki oleh sosok Arifin Ilham, sehingga, memperoleh dukungan sang Ustad bisa saja menjadi salah satu faktor penting dalam memenangkan kontestasi Pilpres. Maka, tak ayal beberapa waktu lalu hasil penelitian Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang bertajuk ulama dan efek elektoralnya menempatkan Arifin Ilham sebagai salah satu ulama yang memiliki dampak elektoral di urutan kedua, setelah Ustad Abdul Somad (UAS).

Peran dan pengaruh Arifin Ilham tersebutlah yang pada kadar tertentu akan menjadi modal sosial yang cenderung akan dimanfaatkan oleh politisi menjadi modal politik. Sehingga dalam konteks kunjungan para politisi, utamanya kedua kandidat capres-cawapres menjelang Pilpres 2019, dapat diartikan bahwa sosok sang ustad dipercayai sebagai simbol ulama berpengaruh di Indonesia. Sosoknya yang dianggap memiliki dampak elektoral bisa jadi yang mendorong para politisi ini untuk memulai tindakan sebagai wujud kepedulian terhadap ulama.

Sejumlah tokoh dan politisi berbondong-bondong membesuk Ustad Arifin Ilham yang terbaring sakit di RSCM Jakarta. Foto Atas: Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga capres petahana (1), calon wakilnya, Ma’ruf Amin (2), Capres Nomor 02 Prabowo Subianto (3), dan cawapresnya, Sandiaga Uno (4). Foto Bawah: Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Erick Thohir (5), Menteri Agama Lukman Hakim (6), Kapolri Tito Karnavian (7), dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Di luar itu, ada Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Ustad Yusuf Mansyur, dan lain-lain.

Oleh karena itu, jika dilihat secara simbolis dan political behavior, kedatangan calon kandidat presiden dan wakilnya dapat dianggap sebagai politik. Menjenguk sosok ulama karismatik seperti Arifin Ilham bisa saja berdampak khusus secara elektoral kepada masing-masing kandidat. Apalagi, jika pada akhirnya sang ustad mau mendeklarasikan dukungan politiknya secara terang-terangan pada salah satu calon.

Mungkin terkesan tidak manusiawi jika menganalogikan sakitnya sang ustad adalah bagian dari momentum politik yang pada kadar tertentu dapat memberikan peluang bagi para politisi untuk melakukan aksi simbolis. Namun, hal tersebut sangat mungkin dan kerap tak terhindarkan dalam politik. Lalu ke manakah sesungguhnya dukungan sang ustad akan berlabuh?

Jika ditelisik dari kedekatan politik, pada Pilpres 2014, dukungan ustad Arifin Ilham dengan gaya suara khas serak ini berlabuh pada sosok Prabowo Subianto. Kala itu, Majelis Azzikra yang dipimpin ustad kelahiran Banjarmasin ini secara resmi mendeklarasikan dukungan kepada sosok pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Kini, menjelang Pilpres 2019, tak sedikit pula para politisi yang masih mencoba untuk mendekati sosoknya. Sebut saja cawapres Ma’ruf Amin yang pernah menyambangi pondok pesantren milik Arifin Ilham, Azzikra di Sentul, Bogor beberapa waktu lalu. Namun dari gelagatnya, kecederungan politik Arifin Ilham tampaknya masih pro kepada Prabowo-Sandiaga Uno. Belum lagi jika melihat ikhitiarnya saat membujuk Ustad Abdul Somad untuk menjadi cawapres Prabowo sebagaimana hasil dari ‘ijtima ulama’.

Terlepas dari kapitalisasi politik atas kunjungan sejumlah tokoh terhadap Arifin Ilham, semua pihak berharap atas kesembuhan dan pulihnya kembali Arifin Ilham untuk kembali menjadi pembimbing umat Islam dalam kegiatan dakwah di Indonesia. Kabar terakhir Arifin Ilham dibawa menggunakan pesawat pribadi untuk mendapat pengobatan yang lebih baik di rumah sakit di Malaysia. Beliau menderita penyakit kanker nasofaring atau kanker kerongkongan. Semoga lekas sembuh, Ustad.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here