Mall Kelas Elit Marvell City Caplok Tanah Milik Pemkot Surabaya

0
285

Nusantara.news, Surabaya – Lahan berupa jalan Upa Jiwa di Surabaya seluas 5.500 meter persegi yang diduga dicaplok pengembang Marvell City ternyata sudah diatasnamakan PT Assa Land. Marvell City sendiri merupakan kawasan superblock mixed use yang terletak di daerah Wonokromo, Surabaya untuk pusat pembelanjaan, hunian, penginapan dan sekolah yang dibangun oleh PT Assa Land, salah satu pengembang terbesar di Indonesia timur dengan investasi sekitar Rp2 triliun.

Pembangunan Superblock Marvell City Surabaya terindikasi melakukan pelanggaran Pasal 5 Ayat 1 Perda Nomor 7 Tahun 2009 tentang Bangunan yang telah diubah dengan Perda Nomor 9 Tahun 2013 tetang Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Pelanggaran ini menimbulkan dampak yang sangat besar  terhadap tata ruang di Surabaya.

Tak hanya mencaplok tanah milik Pemkot Surabaya, pembangunan Marvell City juga membuat lalu lintas di kawasan Ngagel jadi semrawut. Lahan tersebut berupa jalan milik Pemkot Surabaya yang semula menghubungkan antara Jl Ngagel menuju Jl Bung Tomo. Kini, jalan umum itu hilang karena dicaplok oleh Marvell City. Tak hanya itu, di ujung jalan (belakang dan depan/Jalan Ratna) juga tertutup tembokMarvell.

Pembangunan Superblock Marvell City meliputi pendirian JPO (Jembatan Penyeberangan Orang) yang menghubungkan Marvell City Mall dengan The Linden Apartment, basement Lotte Mart yang baru saja dibuka, serta taman di wilayah itu. Pada awalnya, IMB pendirian Superblock Marvell City tidak meliputi beberapa beberapa tempat  tersebut. Pihak pengembang agaknya juga tidak berpijak pada Perda Nomor 12 Tahun 2006 tentang analisis dampak lalu lintas.

Kepala Dinas Citra Karya, Eri Cahyadi, mengatakan, IMB untuk Superblock hanya menyangkut dua bangunan apartemen. Namun, didapati, akses jalan yang seharusnya milik umum telah berubah peruntukannya. Data yang diperoleh NUSANTARA.NEWS ‘hilangnya’ jalan itu diduga sudah berlangsung lama ketika superblok itu masih berupa pembangunan apartemen yang mangkrak belasan tahun silam.

Saat proyek pembangunan apartemen itu berlansung, jalan tertutup rapat dari pandangan luar karena terhalang pagar seng dan tembok. Setelah sempat mangkrak cukup lama, kemudian dilanjutkan menjadi superblok Marvell City.

Apa yang dikhawatirkan sebelumnya oleh sejumlah pihak terkait dugaan penyerobotan tanah milik negara, khususnya Pemerintah kota Surabaya, yang dibangun dalam bentuk superblok  di kawasan Ngagel, Surabaya itu, akhirnya terbukti.

Menurut Anggota Komisi C DPRD Surabaya Vinsensius Awey, berdasarkan KUHP 385 tentang Stellionaatt, penguasaan lahan tersebut masuk kategori penyerobotan, sehingga masuk ranah pidana. Karena itu, tidak semestinya pemerintah kota memberikan kelonggaran. “Karena ini penyerobotan, maka solusinya adalah restutio in integrum (pengembalian pada keadaan semula). Bukan malah membiarkan begitu saja,”jelasnya.

Kecurigaan ini memang beralasan. Sebab setelah pelaporan dugaan penyerobotan beberapa waktu lalu, tidak ada upaya apa pun dari Pemkot Surabaya untuk mengambil kembali aset itu, baik dalam bentuk penyegelan, penutupan akses ataupun sanksi administrasi lainnya.

Namun, kecurigaan terhadap sikap Pemkot Surabaya yang mulai melunak. Beberapa waktu lalu, misalnya, Kepala DCKTR Kota Surabaya Ery Cahyadi mengaku akan menutup paksa Marvell City atas penguasaan lahan tersebut.

Alasannya, akses jalan yang dimanfaatkan Marvell City tidak termasuk dalam Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dikeluarkan Pemkot Surabaya. “Karena statusnya masih sebagai jalan, maka harus dibuka untuk umum. Kalau tidak bangunan akan kami bongkar,” katanya kala itu. Faktanya ancaman itu belum dapat dibuktikan sampai hari ini. Publik Surabya agaknya masih harus menunggu sikap tegas Pemkot Surabaya atas kasus ini.

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here