Mampukah Mahathir Menjadi Perdana Menteri Tertua di Dunia?

0
1425
1. Mahathir Mohamad, kiri, telah menggetarkan kontes pemilihan Malaysia

Nusantara.news, Kuala Lumpur – Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad yang kini berusia 92 tahun menantang Perdana Menteri Najib Razak pada pemilihan umum di Malaysia pada hari Rabu (9/5) besok. Pencalonan Mahathir sebagai Perdana Menteri Malaysia itu mengejutkan banyak kalangan. Seberapa besar peluang Mahathir memimpin Malaysia?

Di antara maraknya propaganda pemilihan 222 anggota parlemen Malaysia – sekaligus Perdana Menteri bagi partai pemenang Pemilu – tampak satu video yang menyita perhatian berbagai kalangan.

Dr Mahathir (l) pernah memenjarakan mantan anak didiknya, Anwar Ibrahim (r)

Video itu berkisah seorang gadis Melayu yang tampil menggemaskan – tiba-tiba menemukan dirinya menatap seorang kakek yang pernah 22 tahun menjadi perdana menteri Malaysia. Kini di usianya ke-92 tahun itu, kakek Mahathir menantang bekas partainya, the United Malays National Organizations (UMNO) yang berkuasa di Malaysia sejak 61 tahun silam.

“Saya sudah tua,” sapa kakek itu kepada gadis Melayu yang berlinang air-mata. “Saya tidak memiliki banyak waktu lagi. Saya harus melakukan beberapa pekerjaan untuk membangun kembali negara kita, mungkin karena kesalahan yang saya buat sendiri di masa lalu.”

Soundtrack video itu adalah lagu “Salam Terakhir” yang digubah musisi pop Malaysia – Sudirman Arshad – yang wafat di usianya ke-37 pada tahun 1992.

Pidato Menggetarkan

Kembalinya Mahathir Mohamad dalam panggung politik Malaysia telah menggetarkan pemilu kali ini. Paling tidak, hadirnya Mahathir mampu merajut kembali aliansi di antara partai-partai oposisi yang hancur setelah pemimpinnya – Anwar Ibrahim – kembali mendekam ke penjara sejak tahun 2015 yang lalu.

Bergabungnya Mahathir ke kubu oposisi adalah sebuah ironi, mengingat Anwar Ibrahim itu sendiri yang semula digadang-gadang menggantikan Mahathir justru dipenjara atas perintah Mahathir pada tahun 1999 dan baru dilepaskan pada tahun 2004. Setelah itu Anwar Ibrahim kembali menghadapi tuduhan sodomi setelah partainya menjadi ancaman bagi UMNO pada pemilu 2013.

Nurul Nuha (kanan atas), bersama ayahnya Anwar Ibrahim, dan ibu dan saudara perempuannya, dalam foto tahun 2008

Dengan tidak adanya Anwar Ibrahim, oposisi kehilangan sosok pemimpin. Tapi siapa menyangka kali ini Najib Razak menghadapi Mahathir Mohamed yang menyandang ikon “Bapak Malaysia Modern”?  Satu-satunya politisi Melayu yang mampu menandingi kecerdikan dan kharisma Mahathir adalah Anwar Ibrahim yang kini masih menjalani sisa hukumannya di penjara.

Konflik antara Mahathir dan Anwar Ibrahim bermula dari perselisihan dalam menangani krisis keuangan yang memporak-porandakan Asia Tenggara sejak bulan Juli 1997. Anwar berpendapat pemerintah tidak dapat lagi melakukan bail-out perusahaan-perusahaan milik etnis Melayu yang terbekap krisis, tapi Mahathir bersikeras melakukannya dengan tujuan mengangkat kemakmuran etnis Melayu.

Anwar sebagai Wakil Perdana Menteri dipecat dari partainya. Dia pun memulai gerakan oposisi yang disebut Reformasi. Setelah 18 hari berkampanye melawan mentornya, Anwar ditangkap dengan dakwaan kasus sodomi – tuduhan yang dia tolak kebenarannya.

Perdana Menteri Petahana Najib Razak (kanan) yang terancam kursinya oleh Mahathir

Pernyataan Mahathir pun hingga tahun 2013 – dalam wawancaranya dengan BBC – masih tetap sama. Anwar tidak bermoral dan tidak layak untuk memimpin negara. Namun setelah Mahathir meninggalkan UMNO sejak dua tahun lalu dan menyiapkan rekonsiliasi dengan mantan anak didiknya, Mahathir berpendapat “dia memang membuat kesalahan di masa muda, dan telah cukup dihukum.”

Keluarga besar Anwar Ibrahim menolak keras tuduhan sodomi yang dibuat-buat itu. Namun rekonsiliasi dengan Mahathir adalah sebuah aliansi yang pahit, namun perlu dilakukan. Sebab hanya Mahathir Mohamad yang memiliki daya tarik untuk membangkitkan kembali aliansi oposisi Pakatan Harapan dalam menjaring pemilih yang lebih luas.

“Dalam konteks hubungan pribadi itu jelas sangat, sangat sulit,” beber putrinya Nurul Nuha kepada BBC. “Tapi kami mencoba mengesampingkannya. Jika ayah saya menerima parodi seperti itu, hal-hal yang telah dilakukan kepadanya, terus apa yang bisa saya lakukan sebagai seorang puteri beliau? Ini jelas berbicara tentang masa depan Malaysia menjadi tempat yang lebih baik untuk anak-anak saya tumbuh besar.”

Satu hal lagi, saat melakukan kampanye akbar, kondisi fisik Mahathir terlihat prima. Hampir sulit dipercaya, seorang kakek berusia 92 tahun mampu berdiri selama setengah jam tanpa dibantu oleh siapa pun, masih berapi-api berpidato tentang dugaan korupsi Perdana Menteri dan penyalahgunaan sumber daya nasional – dan tampaknya dia sangat didorong oleh ambisi lamanya yang menadikannya menjadi satu di antara politisi terkenal di dunia.

“Bapak-bapak dan ibu-ibu,” sapa Mahathir dengan sikapnya yang santai namun bawel. “Saya minta maaf kepada semua orang, saya lah yang mengangkat Najib. Itu kesalahan terbesar dalam hidup saya. Saya ingin memperbaiki kesalahan itu.”

Perlawanan Najib

Penampilan Mahathir sangat kontras dengan penampilan Najib. Saat bertemu konstituennya di apartemen bertingkat tinggi di Lembah Pantai Kuala Lumpur, suasana yang menyambut kehadiran PM Najib tampak kurang meriah. Pidatonya terlihat kaku. Najib memang bukan singa panggung seperti Mahathir Mohamad yang dijuluki Soekarno Kecil asal Malaysia. Tapi Najib memiliki sejumlah kelebihan yang akan membawanya kembali berkuasa.

Dalam pidatonya Najib menyinggung Nurul Izzar Anwar yang pada tahun 2013 memenangkan kursi parlemen dari distrik Lembah Pantai pindah ke distrik lain karena takut kalah. Kini Nurul Izzar pindah ke Distrik yang memenangkan ayahnya di Penang – sebagai basis oposisi, dan itu distrik yang aman baginya untuk kembali ke parlemen pada pemilu Rabu nanti.

Para aktivis oposisi telah menarik perhatian pada skandal 1MDB dalam kampanye mereka

Distrik Lembah Pantai dengan perubahan batas yang kini mencakup wilayah dengan populasi ribuan anggota polisi yang umumnya mendukung pemerintah menjadi riskan. Dengan adanya perubahan batas itu, kini populasi Lembah Pantai tercatat lima hingga enam kali lipat ketimbang populasi penduduk pedesaan lainnya – dan penduduknya cenderung memilih UMNO yang berarti malapetaka bagi partai-partai oposisi.

Selain itu Komisi Pemilihan Malaysia terlihat tidak netral. Indikasinya, ada 6 calon oposisi yang kemungkinan bisa memenangkan pemilu dicoret dari daftar. Ada juga keluhan tentang penyalahgunaan pemungutan suara lewat pos, serta dipilihnya hari di pertengahan pekan tanpa penjelasan yang memadahi sehingga menyulitkan pemilih oposisi yang harus melakukan perjalanan.

Mahathir mengaku kesalahan terbesarnya adalah menunjuk Najib Razak sebagai calon penggantinya

Di sisi lain, PM Najib dalam pidatonya di Lembah Pantai telah menjanjikan tambahan bantuan 1 juta ringgit Malausia atau senilai US$ 225 ribu untuk perbaikan apartemen. Kandidat Barusan Nasional lainnya menjanjikan bantuan tunai untuk konstituen yang memilih kandidat mereka – kendati oposisi menudingnya sebagai penyuapan, tapi partai-partai pendukung pemerintah menyebut sebagai perlawanan atas janji ekonomi yang tidak berkelanjutan oleh oposisi.

Kenyataan ini juga menggaris-bawahi, prioritas paling penting bagi pemilih Malaysia bukan persoalan politik maupun hukum, melainkan ekonomi.

Meskipun suku Melayu mendapat perlindungan yang istimewa sejak kemerdekaan, namun kebanyakan warga miskin Malaysia berasal dari etnis Melayu, meskipun ada juga etnis India dan etnis China-Malaysia yang masih miskin. Beragam suku itu membentuk Barisan Nasional sebagai koalisi pemerintahan.

PM Najib dalam berbagai pidatonya juga sering menekankan, partainya telah menjamin hak istimewa khusus untuk orang Melayu dan agama mereka – Islam – dalam ekonomi di mana minoritas etnis China telah lama mendominasi tempat teratas.

Sebuah suara untuk opoisis – Najib mengingatkan – adalah suara Partai Aksi Demokratis (DAP/Democratic Action Party) – partai etnis China yang memiliki jumlah kursi terbesar di Pakatan Harapan – yang merupakan bagian dari partai oposisi.

Hanya Perlu 1/3 Etnis Melayu

Seruan Najib itu mememang beresiko mengekspos garis patahan etnis di masyarakat muti-etnis seperti Malaysia. Namun setelah hampir semua pemilih China mendukung oposisi pada tahun 2013 – acap disebut Tsunami China – pertempuran utama dalam Pemilu 2018 ini adalah memperebutkan pengaruh di antara 60% pemilih Melayu.

Koalisi oposisi menghadirkan tim multi-etnis dengan harapan memenangkan pemilih

Apabila partai oposisi mendapatkan sepertiga pemilih Melayu – atau tambahan 20% suara – maka UMNO dipastikan tumbang.

Itu pula yang membuat PM Malaysia Najib Razak khawatir dengan bergabungnya Mahathir Mohamad ke kubu oposisi yang selama ini hanya memiliki satu tokoh dari etnis Melayu, yaitu Anwar Ibrahim.

Sebagai arsitek ekonomi era 1980-an hingga 1990-an, pengaruh Mahathir Mohamad tidak bisa dianggap enteng. Mahathir akan membuat kubu oposisi Pakatan Harapan mendapatkan suara Melayu yang lebih banyak ketimbang Pemilu 2013. Itu pula yang membuat Najib Razak menuduh Mahathir membiarkan dirinya digunakan oleh DAP untuk memecah belah Melayu.

“Dia adalah perdana menteri selama 22 tahun. Dia memiliki pengaruh besar atas Malaysia. Tapi kami telah merancang pemerintahan hingga 30 tahun ke depan – apakah kita ingin memutar balik waktu, kembali ke masa penindasan dan kapitalisme kroni?” serang Menteri Pemuda dan Olahraga Khairy Jamaluddin kepada BBC.

Meskipun Mahathir telah memusatkan perhatian pada kisah-kisah korupsi sekarang ini, khususnya skandal atas dugaan penyalahgunaan sejumlah besar uang yang disimpan dalam badan investasi yang didukung pemerintah bernama 1MDB – yang kini menjadi satu di antara 5 negara yang menjadi subyek penyelidikan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS), namun Mahathir belum tentu bisa memenangkan pemlu Malaysia.

Memang, pengungkapan tentang 1MDB telah sangat merusak reputasi internasional PM Najib, dan mungkin kehilangan suara dalam pemilihan umum Rabu nanti. Namun setelah skndal lain Najib – dugaan perselingkuhannya – sudah dibekukan, kini Najib kembali tampil secara utuh mengendalikan UMNO. Segala upaya oposisi untuk memanfaatkan skandal itu tampaknya akan kurang bergaung di antara sikap para pemilh yang belum menentukan pilihan.

Mahathir juga memilih isu yang mudah dicerna masyarakat, seperti kebiasaan belanja yang berlebihan dari istri PM Najib, ancaman terhadap pekerjaan dari tanah di Malaysia oleh proyek-proyek investasi besar yang dibiayai oleh China – sepanjang waktu dia juga meyakinkan orang Melayu apabila dia menjadi pucuk pimpinan, hak-hak istimewa mereka akan dilindungi.

Koalisi Barisan Nasional yang mengatur telah berusaha memposisikan diri sebagai partai masa depan

Apakah Mahathir akan berhasil meyakinkan etnis Melayu? Lawan-lawan politik Mahathir di masa lalu banyak di antaranya dipenjara karena perbedaan pendapat, sekarang menjadi sekutu untuk sebuah cita-cita mengakhiri kekuasaan UMNO yang telah berjalan 61 tahun.

Namun di antara calon pemilih ada juga yang berpendapat, sulit bagi mereka menyebut Mahathir yang menyeberang ke kubu opisisi lebih baik dari pemerintah. Sulit dipungkiri, orang-orang Melayu pedesaan akan mengenang peran historis Dr. Mahathir – namun enggan “menggigit” jari tangan pemerintah yang memberikan mereka makan.

Sebagaimana dikatakan oleh Mahathir sendiri, orang Melayu adalah orang-orang penakut yang tidak suka menentang otoritas. Tapi apabila sekarang ini orang Melayu menentang pemerintah, Pakatan Harapan sebagai partai oposisi akan mencatat kemenangan bersejarah sekaligus mengantar Mahathir Mohamad kembali menjadi PM di usianya mendekati ulang tahun ke-93.

Rencananya Anwar Ibrahim yang masih dipenjara akan diampuni dan menggantikannya. Tapi apakah veteran politik yang sudah sepuh itu mau pensiun di tengah jalan? Tidak seorang pun warga Malaysia yang berani diajak bertaruh.[] Sumber BBC London

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here