Jelang Pilgub Jatim 2018

Mantan Bupati Haeny Relawati Siap Maju, Tapi Terhadang Khofifah

0
552

Nusantara.news, Surabaya – Mantan Bupati Tuban Haeny Relawati Rini Widyastuti siap maju dalam Pemilihan  Gubernur  (Pilgub) Jawa Timur 2018. Namun, sebagai kader Partai Golkar,  kesiapan Haeny ini masih menunggu rekomendasi dan perintah dari DPP partainya. “Saya siap saja maju dalam Pilkada Jawa Timur, kalau ada perintah dari partai (DPP Partai Golkar),” ujarnya, Minggu, (19/3/).

Rasa optimisme Haeny muncul  seiring dengan hasil rapat konsolidasi dan pelantikan DPD Partai Golkar Kabupaten Bojonegoro dan Tuban. Partai Golkar sendiri memang belum memutuskan siapa yang akan diusung dalam pilgub nanti.

Wakil Ketua DPW Partai Golkar Jawa Timur, Freddy Poernomo mengatakan, partainya masih menunggu hasil survei untuk mengusung calon dalam pilkada Jawa Timur. Selain itu,  Golkar juga harus mencari mitra koalisi.  Sebab, partai ini hanya mempunyai 11 kursi di DPRD Jawa Timur. Sementara berdasarkan regulasi,  setiap calon gubernur Jatim harus diusung oleh partai atau gabungan partai dengan jumlah minimal 20 kursi di DPRD.

Namun, lanjut Freddy bahwa tidak menutup kemungkinan partainya akan mengusung dari kader internal sendiri, seperti  Haeny Relawati. “Dengan perolehan sebanyak 11 kursi bisa saja mengusung bakal cagub atau bakal cawagub sendiri, meskipun harus berkoalisi dengan partai lainnya. Tapi kita juga belum tahu calon yang akan diusung karena masih melihat perkembangan. Bisa saja Haeny Relawati,” katanya di Bojonegoro, Minggu (19/3/2017).

Haeny yang juga Ketua DPD Partai Golkar Tuban menambahkan,  kiprahnya di Bumi Wali ini praktis sudah tertutup, karena sudah dua kali menjadi bupati 2000-2011. “Saya sudah dua kali ya, masak mencalonkan lagi dalam pilkada di Tuban,” ucapnya menegaskan kepada para wartawan, Minggu (19/3/2017).

Kendati belum memutuskan siapa yang akan diusung, namun Partai Golkar kelihatannya berat untuk mencalonkan Haeny. Apalagi, nama wanita kelahiran Tuban ini belum beredar di jajaran kandidat utama yang selama ini sering diberitakan, seperti Khofifah Indar Parawansa, Saifullah Yusuf, atau Abdullah Azwar Anas.

Hal itu terlihat dari pernyataan Freddy Poernomo. “Memang, kemungkinan Partai Golkar Jawa Timur mengusung Khofifah Indar Parawansa,” ujarnya.

Sementara itu pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Suko Widodo saat dikonfirmasi terkait peluang Khofifah maju di Pilgub Jatim 2018 menyatakan bahwa peluang Menteri Sosial ini terbuka lebar seiring dengan dukungan kaum muslimat sampai dengan akar rumput melalui Muslimat NU yang ia pimpin. “Khofifah perlu membangun strategi yang sangat tepat guna mengarahkan dukungan kader-kader NU kepada dirinya” tandas Suko.

Agar tak gembos, lanjut Suko, Khofifah mulai saat ini harus melakukan pendekatan kepada kiai-kiai  sepuh di Jawa Timur. Maklum, kader NU yang maju di Pilgub Jatim tidak hanya Khofifah saja, namun masih ada sosok seorang Saifullah Yusuf (Wagub Jatim) dan Ketua DPRD Jatim Abdul Halim Iskandar.

Dijelaskannya, mesin politik Khofifah melalui Muslimat NU memang cukup mengakar di Jatim. Namun NU bukan hanya Muslimat. “Apabila tidak ada komunikasi dan pendekatan intensif dengan ulama-ulama sepuh, Khofifah bisa kehilangan sebagian besar suara NU yang pada Pilgub lalu mendukung Khofifah,” pungkasnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here