Mantan Kepala IMF Gelapkan Dana Bank, Masuk Bui

0
60
Mantan Direktur IMF Rodrigo Rato meninggalkan kantornya di Madrid (17/4/2017) (Foto: Reuters)

Nusantara.news, MadridMantan kepala dana moneter dunia IMF Rodrigo Rato dijatuhi hukuman 4,6 tahun bui Kamis (23/2) karena menyalahgunakan dana pada saat dia memimpin dua bank Spanyol.

Sebagaimana dilansir AFP Jumat (24/2), pengadilan Nasional Spanyol yang menangani kasus pidana korupsi dan keuangan mengatakan, Rato terbukti bersalah melakukan penggelapan dana ketika memimpin Caja Madrid dan Bankia, pada saat kedua grup bank itu mengalami kesulitan.

Mantan kepala lembaga yang kerap dituding sebagai biang keladi krisis ekonomi di negara-negara berkembang, merupakan mantan menteri ekonomi Spanyol, dia diadili bersama dengan 64 mantan pejabat eksekutif lain dan anggota dewan di kedua bank tersebut, mereka dituding menggelapkan 12 juta euro antara tahun 2003 hingga 2012.

Luar biasa kejahatan Roto dan para terdakwa lainnya ini, mereka bertahun-tahun membayar pengeluaran pribadi mereka dengan kartu kredit yang disediakan oleh Caja Madrid dan Bankia, tanpa mempertanggungjawabkan atau melaporkannya kepada otoritas pajak. Jadi, mereka belanja seenaknya tanpa laporan pengeluaran apa-apa ke pihak bank yang ‘diambil’ uangnya.

Menurut surat dakwaan, korupsi Rato mewarisi sistem korup yang turun temurun dari pendahulunya Miguel Blesa ketika dia memimpin Caja Madrid pada 2010, bukannya memperbaiki sistem korup tersebut, dia malah melanjutkannya.

Rato malah menggunkan kembali sistem korup itu ketika memimpin Bankia, grup yang didirikan pada tahun 2011 yang merupakan penggabungan Caja Madrid dengan enam bank tabungan lain, ungkap kejaksaan setempat. Selain Rato, Blessa juga dijatuhi hukuman enam tahun penjara.

Bankia pada saat itu diselamatkan dari kebangkrutan pada tahun 2012 dengan biaya publik yang besar.

Selama persidangan, Rato berpendapat bahwa kartu kredit korporasi yang digunakan untuk belanja tanpa laporan itu adalah bagian dari paket gajinya, dan semua pembelian lewat kartu kredit itu, tidak dipungut pajaknya.

Rato mengundurkan diri sebagai kepala Bankia pada tahun 2012, tidak lama sebelum dia disangkakan dengan kasus penggelapan dana bank ini.

Rato memimpin IMF antara tahun 2004 hingga 2007, setelah menyelesaikan tugas sebagai menteri ekonomi Spanyol.

Kasus ini bermula dengan ditemukannya sebuah email yang diretas seorang wartawan terkait “kartu kredit hitam” pada tahun 2013.

Sebelumnya, ribuan investor skala kecil kehilangan uang mereka setelah dibujuk untuk mengkonversi tabungan mereka ke saham sebelum flotasi Bankia pada tahun 2011, dimana Rato sebagai pimpinannya.

Kurang dari setahun kemudian, Rato mengundurkan diri karena Bankia dalam kesulitan.

Dengan kartu kredit hitam itu, Rato dituduh menghabiskan uang 99 ribu Euro dalam dua tahun untuk membeli barang-barang mewah seperti tas mewah, menginap di hotel bintang lima dan membeli minuman beralkohol.

Rato merupakan mantan pemimpin IMF kedua yang terjerat masalah hukum dan dinyatakan bersalah oleh pengadilan. Sebelumnya, Dominique Strauss-Kahn pengganti Rato diadili pada tahun 2015 terkait penggelapan dana, tapi dibebaskan dari tuntutan.

Christine Lagarde ketua IMF yang sekarang, mengambil alih pimpinan dari Strauss-Kahn. Dia juga pernah terlibat masalah hukum dalam sebuah kasus di Perancis, saat menjabat sebagai Menteri Keuangan tahun 2008.

Lagarde dinilai bersalah karena lalai melakukan perannya dalam pemberian kompensasi atau ganti-rugi arbitrase yang dipertentangkan kepada seorang pengusaha tahun 2008. Tetapi Lagarde, yang memegang jabatan menteri keuangan Perancis pada waktu itu, tidak dihukum dan tidak dimasukkan dalam catatan pidana. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here