Manuver PDIP Jelang Pilgub Jatim

0
91
Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri bersama Tri Rismaharini di Surabaya

Nusantara.news, Surabaya -Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri belum menentukan nama yang bakal dijagokan untuk maju di Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2018, mendatang.

Sebelumnya, santer diberitakan bahwa usai pelaksanaan rapat koordinasi internal yang digelar di Malang, akan segera diumumkan nama yang akan ditunjuk untuk maju di pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim. Namun, hingga hari ini DPP partai berlambang kepala banteng moncong putih itu belum meluncurkan nama .

“Nama-nama masih digodok, sebelumnya Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi telah menyampaikan nama-nama yang sudah masuk. Hasilnya, tidak disampaikan sekarang,” ujar Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto usai mengikuti rapat konsolidasi internal partai di Hotel Ijen Suite, Malang Minggu (10/9/2017), petang.

Hasto mengakui, hingga saat ini di partainya ada beberapa kader yang dianggap layak menjadi cagub-cawagub untuk maju di Pemilihan Gubernur Jatim. Nama-nama sudah mengerucut tinggal menunggu keputusan dari rapat DPP PDIP.

Sederet nama yang digadang oleh PDIP tersebut, selain ada nama Saifullah Yusuf yang sekarang menjabat Wakil Gubernur Jatim, ada juga nama Bupati Blitar, Rijanto. Kemudian Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas serta nama-nama sejumlah kader lainnya.

Sebagai basis massa Islam Nahdlatul Ulama (NU), peta politik di Jatim tentu tak bisa dilepaskan dari pengaruh dan “restu” para kiai. Sejak dulu, bahkan Soekarno selalu mendekat ke para ulama untuk memperkuat saham politiknya di pulau paling timur di Jawa ini. Jejak tersebut, tampaknya diikuti Megawati Soekarnoputri, utamanya dalam meminta pertimbangkan soal kandidat yang akan diusung di pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jatim, Juli 2018 mendatang. Tentu saja, faktor NU, kader PDIP, dan restu kiai, akan menjadi faktor utama Megawati memajukan jagoannya.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, sowan ke kiai merupakan penghormatan partainya kepada kiai dan NU. Menurutnya, latar belakang sejarah kedekatan Bung Karno dengan para kiai termasuk para kiai di Jatim itulah yang tidak akan ditinggalkan oleh Megawati. Dia memberi contoh, pencetusan Hari Santri dan Hari Pancasila menjadi bukti perjuangan yang dilakukan secara bersama-sama antara NU dan PDIP.

Sebagai tindak lanjut, Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah ditugaskan Megawati bertemu dengan para kiai sepuh dan tokoh NU untuk meminta masukan. Termasuk untuk menyerap apa saja keinginan para kiai di Jawa Timur.

Selama di Jatim, Ahmad Basarah sowan ke para kiai sepuh. Para kiai yang didatangi di antaranya KH Mutawakkil Alallah Pengasuh Ponpes Zainul Hasan, Genggong, Probolinggo. Kemudian ke KH Marzuki Mustamar di Pengasuh Pondok Pesantren Sabilullrasyad, Gasek, Malang.

Dari mereka, Basarah menerima surat khusus yang ditujukan untuk Megawati Soekarnoputri. Apakah surat itu ada kaitannya dengan figur yang akan dimajukan PDIP pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim? Tentu hanya Megawati Soekarnoputri yang tahu. Namun yang jelas, manuver PDIP merapat ke para kiai tersebut tak jauh dari soal pilgub Jatim, sehingga isi surat tersebut bisa diduga berisi nama-nama calon yang direkomendasikan.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here