Mappanretasi, Pesta Memberi Makan Laut Khas Bugis Tanahbumbu

1
218
Kemeriahan Pesta Adat Mappanretasi di Pantai Pegatan, Tanahbumbu, Kalimantan Selatan

Nusantara.news, Banjarmasin – Kepulauan Nusantara memang memiliki kekayaan budaya yang unik dan beragam. Satu diantaranya Mappanretasi yang diwariskan secara turun-temurun oleh nelayan pantai Pegatan, Kabupaten Tanahbumbu, Kalimantan Selatan.

Mappanretasi sendiri berasal dari Bahasa Bugis, mappanre dan tasi, yang berarti memberikan makan laut. Belakangan Mappanretasi lebih dikenal sebagai pesta laut yang diselenggarakan setiap bulan April selama 3 minggu berturut-turut.

Kendati cikal bakal tradisi ini ditemurunkan oleh nelayan keturunan Bugis di pantai Pagatan, namun Mappanretasi kini sudah dianggap sebagai pelabuhan budaya bagi semua suku yang tinggal di Kabupaten Tanahbumbu.

Banjarmasin-Pegatan ditempuh melalui jalan Lintas Kalimantan Poros Selatan selama 5 jam

Apabila ada waktu luang, ada baiknya tanggal 8 April 2017 nanti berkunjung ke pantai Pegatan Tanahbumbu. Itulah hari pertama tradisi Mappanretasi yang rencananya akan dibuka langsung oleh Bupati Tanahbumbu Mardani H Maming pada hari Jumat mendatang.

Jarak Kota Banjarmasin ke pantai Pegatan, mengutip keterangan google map, tercatat 240,2 Km melalui jalur Lintas Kalimantan Poros Selatan yang dapat ditempuh dalam waktu 5 jam 4 menit. Sewa rental mobil di Banjarmasin berikut pengemudi berkisar antara Rp400-500 ribu per hari.

Bagaimana soal penginapan? Don’t worry be happy. Di Pegatan ada dua hotel bintang 4 di pantai Pagatan, masing-masing Putri Duyung Hotel and Resort dan Dewi Fortuna Hotel. Sebelum Pegatan juga ada Hotel Rindu Alam yang juga bintang 4. Selain itu ada puluhan hotel lainnya, kelas melati hingga bintang tiga yang berserak di sekitar Pegatan.

Selama tiga minggu Mappanretasi, pantai pegatan dipadati warga yang datang dari berbagai Kecamatan di Tanahbumbu, bahkan dari luar daerah. Tapi palng ramai memang setiap Sabtu sore. Seperti halnya Sekatenan di Yogya dan Solo, aneka hiburan pasar malam tersedia di sini. Sejak wahana mainan anak-anak, panggung-panggung hiburan hingga aneka kuliner khas pantai nelayan.

Pesta Adat Mappanretasi diselenggarakan masyarakat Bugis sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas rezeki yang dilimpahkan ke pantai Pegatan. Penyelenggaranya selain melibatkan Pemerintah Kabupaten setempat dan unsur Muspida tentunya, juga lembaga-lembaga adat dari beragam suku yang ada di Tanahbumbu.

Puncak acara, diperkirakan 30 April 2017, panitia secara resmi telah mengundang Presiden Joko Widodo yang surat undangannya sudah diantar langsung ke Sekretariat Negara. “Insya Allah, puncak acara akan dihadiri Presiden Joko Widodo,” ujar Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Nahrul Fajeri kepada wartawan, Selasa (14/3) lalu.

“Ada Lomba Dayung, Masukkiri, Balogo, Habsyian dan berbagai kegiatan tradisonal lainnya, serta Malibu Kampung atau Pawai Budaya yang nantinya akan melibatkan SOPD dan warga untuk berpartisipasi yang digelar sebelum upacara Larung Sesajen tanda Puncak Mappanretasi,” tambahnya.

Puncak acara Mappanretasi dipimpin oleh seorang Sanro, tokoh Bugis pegatan yang gelarnya diperoleh secara turun temurun, didampingi oleh 12 dayang-dayang yang terdiri 6 laki-laki dan 6 orang perempuan.

Secara umum, pelaksanaan Mappanretasi ini dilakukan dengan melarungkan atau menghanyutkan beberapa jenis makanan tertentu semacam sajen, seperti pisang barengseng, pisang raja, nasi ketan putih, hitam, kuning, dan merah jambu (yang melambangkan unsur di bumi), serta ayam jantan hitam si Kadi dan ayam betina si Manis.

Sajen dan ayam-ayam ini dinaikkan di atas kapal nelayan yang sudah disiapkan, disambut oleh dayang-dayang Sanro. Sementara Sanro memberi aba-aba agar kapal bertolak dari pantai menuju ke titik tengah pantai (posisi ini telah ditentukan sebelumnya pada malam hari sebelum acara puncak dilaksanakan).

Jadi memang sekali-kali perlu menyaksikan langsung Pesta Adat Mapparensi yang diselenggarakan setiap tahun di bulan April selama 3 minggu berturut-turut. Karena kekayaan budaya kita yang begitu unik dan beragam. []

1 KOMENTAR

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here