Maraknya Makelar Pajak Berkedok Konsultan

0
53
Tingginya animo masyarakat membayar pajak sering dimanfaatkan makelar berkedok konsultan pajak.

Nusantara.news, Kota Malang – Di tengah usaha pemerintah meningkatkan penerimaan negara dari sektor pajak, praktik makelar pajak justru semakin liar. Hal ini tidak saja mengurangi pendapatan negara, juga merugikan masyarakat.

Di Kota Malang upaya pengungkapan praktik makelar pajak terus dilakukan Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang. Kini BP2B fokus pada pemberantasan pengemplangan Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) masih digencarkan.

BP2D Kota Malang telah membentuk Tim Pemeriksa Pajak Gabungan dan kini mendalami tiga kasus. Kasus penyelewengan pajak tersebut berpotensi merugikan keungan negara hingga mencapai ratusan juta rupiah. Sedangkan, untuk tiga kasus uang kini ditangani potensi kerugian berkisar Rp 400 juta.

Kepala BP2D,  Ade Herawanto mengungkapkan, praktik makelar pajak sangat merugikan negara, “Apalagi pajak juga menjadi salah satu sumber pendapatan dari APBN, apabila masih dipermainkan, diselewengkan, dan dibiarkan tertunda, akan sangat merugikan negara,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (20/4/2017)

Pihaknya tidak mau ketinggalan dalam upaya membasmi para mafia pajak. Oleh karenanya ia bertekad untuk segera mengoptimalkan dan memperketat sistem pembayaran Pajak BPHTB Online.

Ia juga menekankan, pentingnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pembayaran pajak secara langsung, tanpa melalui perantara pihak ketiga. Masyarakat dihimbau jeli melihat gerak-gerik makelar pajak yang sering berkedok sebagai konsultan pajak.

Berdasar pada pedoman dan norma yang telad diatur dalam ketentuan perpajakan, Ade menjelaskan bahwa “Dalam Undang-undang No 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, pembayaran pajak tidak boleh diwakikan atau melalui pihak ketiga,” paparnya.

Ade menghimbau bahwa sekarang sistem pembayaran juga sudah mudah dan praktis melalui online. “Sekarang sudah mudah semua proses dapat terpantau secara online dan uang yang disetorkan langsung masuk rekening bank pengelola kas daerah,” imbau pria yang akrab disapa Sam Ade d’Kross ini. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here