Maraknya Penjualan Judi Online di Tempat Umum Resahkan Warga Pakisaji

0
95

Nusantara.news, Kabupaten Malang – Fenomena yang di luar batas nalar, tindak perjudian yang jelas-jelas menyalahi aturan negara, kini dilakukan secara terang-terangan di tempat umum, sehinggga beberapa warga setempat yang mengetahui akan kegiatan haram tersebut menjadi resah.

Hal tersebut diungkapkan Kanit III Tipidsus Polres Malang, Ipda Rio Hangwidya Kartika kegiatan dari para penjudi online di wilayah Pakisaji tersebut sudah sangat meresahkan warga. Ini setelah target penjualan judi online dari para tersangka tidak lagi orang dewasa, melainkan juga para pemuda.

“Situasi demikian membuat warga resah dan khawatir akan maraknya judi online yang dilakukan oleh beberap oknum, yang kemudian melaporkan kepada kami dan  langsung dilakukan tindak lanjut,” kata Rio Hangwidya.

Rio terheran heran karena kegiatan tersebut dilakukan secara terang-terangan di tempat umum. langkah mereka menjual judi online di warung-warung sebagai upaya melakukan pengembangan pasar penjualan judi online. Ini dikarenakan para pelanggan lama judi online semakin menurun jumlahnya.

“Untuk itulah, bila kondisi tersebut dibiarkan maka penyakit masyarakat tersebut bisa tumbuh pesat dan sangat merusak masyarakat,” ujar Rio.

Pihaknya menjelaskan bahwa modus penjualan judi online selain dilakukan di warung-warung juga dilakukan oleh para tersangka di kawasan tempat ibadah. Bahkan, sekolah-sekolah juga menjadi tempat penjualan judi online tersebut. “Saya pun juga tidak habis pikir, mereka melakuka kegiatan haram tersebut di beberapa tempat seperti tempat ibadah dan kawasan pendidikan, yakni sekolah,” jelasnya

Dalam aksi penumpasannya sebanyak tujuh orang pelaku penjual judi online di wilayah Pakisaji diringkus Satreskrim Polres Malang. Mereka ditangkap dari lokasi berbeda namun masih dalam satu jaringan judi online.

Masing-masing Buang Eko Sasmito (40), Subandi (64), Sukarto (52) ketiganya warga Desa Pakisaji Kecamatan pakisaji; Dul Said (63) dan Tarmuji (57) keduanya warga Desa Kedungmonggo Kecamatan Pakisaji; Reto (59) warga Desa Glanggang Kecamatan Pakisaji; Toyani (51) warga Desa Karangpandan Kecamatan Pakisaji.

Sedangkan dari tangan para tersangka pengecer judi online di wilayah Pakisaji tersebut, Rio mengungkapkan bahwa banyak beberapa barang bukti yang digunakan sebagai model perjudian yang kami amankan,  “Mulai dari buku rekapan, kupon, handphone, serta sejumlah uang diduga hasil jualan judi online dan satu unit laptop,” ungkap Kanit Muda tersebut

Untuk tujuh tersangka pengecer judi online tersebut dijerat dengan Pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. Keberhasilan penangkapan berdasar informasi masyarakat, yang resah akan kegiatan haram tersebut. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here