Masuk Jabar, Pemudik Harus Waspadai Rambu

0
67

Nusantara.news, Surabaya – Para pemudik Hari Raya Idul Fitri 2017, baik dari Jawa Timur atau wilayah Jawa Tengah diharapkan selain berhati-hati juga harus delalu memperhatikan dan mewaspadai rambu-rambu yang ada.
Saat masuk di wilayah Provinsi Jawa Barat, pemudik harus waspada dan mengikuti rambu-rambu petunjuk. Polisi mendeteksi jalur selatan dan Pantura masih rawan kecelakaan saat musim mudik lebaran.

“Titik rawan untuk jalur mudik lebaran di antaranya di jalur Tol Cikopo-Palimanan, jalur Tol Cipularang di KM 90-100, jalur Pantura Subang-Purwakarata, jalur Puncak-Bogor dan jalur selatan Nagrek,” ujar Kepala Bidang Manajemen Operasional dan Rekayasa Lalu Lintas (Jemenopsrek) Korps Lalu Lintas Polri, Kombes Pol Darto Juhartono, di Jakarta, Rabu (31/6/2017).

Guna meminimalisir terjadinya kecelakaan petugas menempatkan personel polisi untuk penjagaan dan pengaturan sepanjang ruas jalan rawan saat musim mudik lebaran.

“Polisi dibantu personil instansi lain kita tempatkan di titik rawan kecelakaan, dan rawan kemacetan,” tegasnya.

Ditambahkan, personil yang melakukan tugas pengamanan mudik lebaran minimal dua orang, mereka saling menjaga dan mengawal. Anggota yang bertugas dilengkapi rompi anti peluru itu untuk mengantisipasi kemungkinan aksi teror tidak menutup kemungkinan penyerangan terhadap anggota polisi saat bertugas di lapangan.

“Termasuk di back up oleh Brimob juga Reserse. Kita ada beberapa Satgas Keamanan dan Satgas Tindak nya,” terangnya.

Jika lewat jalur selatan, khususnya Ciamis merupakan salah satu daerah rawan kecelakaan. Kondisi jalan mulus dan juga lurus mulai dari pintu masuk Cihaurbeuti sampai dengan Cisaga, membuat para pemudik tergoda memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.

Kasat Lantas Polres Ciamis, AKP, Kurnia menambahkan bahwa jalur Ciamis tidak secara spesifikasi menjadi titik-titik rawan kecelakaan. Namun, dengan kondisi jalan Nasional di wilayah Ciamis yang lurus dan mulus membuat pemudik dari arah Gentong, Tasikmalaya bisa dengan leluasa memacu kendaraannya.

“Biasanya di wilayah Gentong, Tasikmalaya terkesan sangat padat. Tetapi setelah masuk Ciamis yang jalannya lurus, mereka malah melajukan kendaraannya cukup kencang. Itu yang menimbulkan potensi kecelakaan,” terang AKP Kurnia, Sabtu (3/6/2017).

Jalur mudik Ciamis Utara menuju Cirebon diprediksi rawan longsor, karena kondisi jalan menanjak dan menikung serta bertebing. Jika hujan turun biasanya ada tanah longsor menimbun badan jalan.

Sementara guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan, personil polisi di siagakan di sepanjang jalur mudik. Melakukan persiapan rekayasa lalu lintas, salah satunya melakukan simulasi dengan Satlantas Polres Kota Banjar, itu akan dietrapkan di lokasi jika sewaktu-waktu terjadi kepadatan.

“Ada beberapa titik kepadatan arus lalu lintas yang perlu diwaspadai, seperti di Sindangkasih, Pasar Imbanagara, jalan Alun-alun Ciamis dan simpang tiga Cisaga,” terangnya.

Itulah sejumlah ruas jalan di Pulau Jawa yang perlu diwaspadai saat mudik lebaran. Selamat menikmati perjalanan mudik, semoga perjalanan lancar dan sampai di tujuan dengan selamat.

Gubernur Soekarwo Berangkatkan Mudik Gratis

Di H-4 Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali melepas masyarakat yang mengikuti mudik gratis. Program mudik gratis tersebut merupakan bentuk terimakasih kepada masyarakat Jawa Timur yang telah berkontribusi tak hanya untuk Jawa Timur tetapi juga Indonesia.

“Mereka, para pemudik adalah masyarakat perantau yang memberikan kontribusi tak hanya untuk Jawa Timur, tetapi juga untuk Indonesia,” ujar Gubernur Soekarwo saat melepas 81 bus “Mudik Bareng Gratis 2017” di frontage road depan kantor Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Jatim di Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis (22/6/2017).

Pakde Karwo, sapaan Soekarwo menyebut masyarakat Jawa Timur telah berkontribusi besar pada tiga hal, pertama membantu ketahanan pangan tak hanya Jawa Timur tapi juga Indonesia bagian timur. Kedua, juga menyumbangkan suasana aman dan nyaman di Indonesia. Sehingga tiga tahun berturut turut Jatim mendapat penghargaan sebagai provinsi paling aman dan nyaman di Indonesia. Ketiga, masyarakat Jatim memberikan contoh bagi masyarakat Indonesia bagaimana berlalu lintas yang baik dan sopan.

“Kemarin, hari ini dan seterusnya, sopir bus dan pengemudi memberikan jalan yang baik terhadap pengendara lain, ini kompetisi moral dan spiritual kita,” terangnya.

Untuk itu, tradisi mudik gratis ini terus dilakukan Pemprov Jawa Timur setiap tahunnya. Mudik gratis ini sekaligus menjadi tradisi penting pemerintah dalam membantu rakyatnya.

“Saya atas nama Pemerintah Provinsi Jatim mengucapkan terimakasih banyak bagi masyarakat Jawa Timur. Sekali lagi terima kasih dan selamat jalan semoga lancar sampai kembali ke rumah,” terangnya.

Mudik gratis ini, lanjut Pakde Karwo juga menjadi konsep pengendalian spiritual yang ada. Diharapkan nilai-nilai yang baik di perkotaan, dibawa ke pedesaan dan sebaliknya. Suasana guyub rukun, kompak dan saling toleransi antar masyarakat dan akulturasi budaya, terjalin sangat baik sehingga masyarakat Jatim terkenal ramah. Selain itu, suasana spiritual dan moral yang dibawa ke desa sebagai bentuk tawadhu’ dari anak ke orangtua, untuk kemudian ditanamkan kepada anak cucu dan lingkungannya.

Selanjutnya, nilai-nilai baik yang sudah dikembangkan tadi, untuk kemudian dibawa kembali ke perkotaan sehingga sifat individualis bisa berubah menjadi kemauan kelompok masyarakat. ”Mudik ini sebagai proses spiritual dan moralitas dalam dunia Islam, Indonesia menyumbangkan ini pada dunia Islam,” katanya sembari berpesan pada pemudik agar menahan emosi, terutama di jalanan karena sebagian kecelakaan berawal karena emosi.

Pelayanan Terbesar

Mudik gratis kali ini merupakan rangkaian dari program mudik gratis yang diselenggarakan Pemprov Jawa Tahun 2017. Tahun ini, Pemprov Jawa Timur menyediakan program mudik dan balik gratis dengan total penumpang 210.638 orang. Armada bus yang disiapkan untuk program ini berjumlah 777 bus. Jumlah ini merupakan bentuk pelayanan terbesar dari pemerintah bagi masyarakatnya, di Indonesia.

Program mudik gratis itu merupakan kerjasama Pemprov Jawa Timur dengan beberapa pihak seperti perusahaan swasta dan BUMN dalam upaya membangun keselamatan bagi para pemudik. Jumlah bus yang diberangkatkan dari kantor Dishub Jawa Timur sebanyak 173 bus yang dibagi dalam dua kloter, Kamis (22/6) ada sebanyak 81 bus, dan untuk hari Jum,at (23/6) sebanyak 92 bus. Jumlah penumpang yang diangkut sebanyak 4.455 orang dengan tujuan ke-20 kabupaten/kota di wilayah Provinsi Jawa Timur.

Selain Bus juga Kapal Laut dan Kereta Api

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Wahid Wahyudi menambahkan, mudik gratis tak hanya menggunakan armada bus, tapi juga kapal laut dan kereta api. Mudik gratis melalui kereta api dan kapal laut juga sudah berjalan. Untuk kapal laut ada beberapa kendala, para penumpang yang mendaftar sedikit, tapi pada hari-H pemberangkatan, jumlahnya membludak.

“Ini terjadi pada rute Jangkar-Pulau Ra’as pada Sabtu lalu. Kemudian untuk rute Kalianget-Kangean pada Rabu lalu, terdapat masalah cuaca tinggi gelombang lebih dari 3 meter,” ujar Wahid.

Untuk rute 81 bus meliputi Surabaya-Pacitan (11 bus), Surabaya-Jember-Banyuwangi (9 bus), Surabaya-Magetan (11 bus), Surabaya-Ponorogo (12 bus), Surabaya-Bojonegoro (2 bus), dan Surabaya-Tuban (1 bus). Kemudian, Surabaya-Pamekasan (1 bus), Surabaya-Sumenep (2 bus), Surabaya-Malang-Blitar (2 bus), Surabaya-Jember (3 bus), Surabaya-Bondowoso (1 bus), Surabaya-Situbondo-Banyuwangi (2 bus).

Rute lainnya adalah Surabaya-Kertosono-Trenggalek 6 bus, Surabaya-Pare-Trenggalek ada 1 bus, Surabaya-Tulungagung 2 bus, dan Surabaya-Kertosono-Kediri 1 bus. Surabaya-Madiun-Ngawi 3 bus, Surabaya-Karangjati-Ngawi 3 bus, Surabaya-Madiun 5 bus, dan Surabaya-Nganjuk ada 3 bus.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here