Masyarakat Butuh Akses Kesehatan yang Layak

0
146

Nusantara.news, Kota Batu –  Dua periode berlalu masa bakti Eddy Rumpoko sebagai Walikota Batu, tingkat kemiskinan masih  menjadi potret buram  Kota Batu. Kini Pilkada sudah berlalu,  dan  Dewanti Rumpoko, yang tak lain istri dari walikota petahana, terpilih menjadi Walikota Batu periode selanjutnya, meski hasil penghitungan suara masih dalam proses gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

Tahun 2016 saja, ada penambahan jumlah keluarga miskin di Kecamatan Batu sebanyak 1.069 kepala keluarga (KK). Jika ditambah dengan penduduk Kecamatan Junrejo dan Bumiaji, jumlah warga keluarga miskin lebih dari 2.000 KK.

Dinas Sosial Kota Batu berencana akan menyalurkan bantuan nontunai dari Kementerian Sosial kepada 5.649 KK. Camat Batu Aries Setiawan menyatakan, ada beberapa hal yang menyebabkan keluarga masuk dalam kategori miskin. Antara lain karena kehilangan pekerjaan, sakit-sakitan termasuk karena bencana alam, dan tidak memiliki keahlian khusus.

”Kami masih mendata penyebab masalah sosial itu. Selanjutnya akan kami presentasikan di hadapan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berkaitan untuk mengatasi masalah kemiskinan,” ucap Aries

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso menegaskan, Pemkot Batu telah berusaha mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran, dengan beberapa kebijakan dan program. Namun dalam realitanya meski perkembangan Kota Batu cukup siginifikan, ternyata hingga kini jumlah keluarga miskin masih ada 2.339 keluarga. Jumlah keluarga miskin tersebut yang dimiliki Pemkot Batu lebih rendah dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu yang mencapai sekitar 2.600 keluarga miskin, belum lagi ditambahkan data baru jumlah keluarga kategori miskin tahun ini.

Sekedar informasi bahwa, jumlah keluarga miskin berdasarkan hak dasar kebutuhannya didominasi pada sektor kesehatan, dan yang lainnya. Hal ini menandakan bahwa Kota Batu harus serius pada orientasi jaminan kesehatan bagi mewujudkan kesejahteraan  masyarakatnya.

Anggota Badan Pekerja Malang Corruption Wacth (MCW), Fausi Wibowo, mengatakan memang minimnya tingkat layanan kesehatan yang menjadi salah satu potret kemiskinan di Kota Batu. “Sesuai dengan temuan pada riset saya, sebelum Pilkada Kota Batu 2017 lalu,  masyarakat sebagian berharap untuk peningkatan mutu dan akses kesehatan,” jelas Fausi kepada Nusantara.news, Rabu (8/2/2017)

Fausi  menegaskan, kesehatan harus menjadi prioritas, karena  itu juga salah satu kebutuhan dasar manusia. “Pemerintah daerah harus  mengalokasikan anggaran untuk mendukung sektor ini, selain dari APBN, untu mendongkrak indikator kesehatan masyarakat setempat” tegas Fausi.

Ia menambahkan, berdasar keberlanjutan riset Pilkada, dan telaah visi misi dari para calon, masih belum ada yang serius untuk menyoroti kesehatan dalam visi misi yang di bawa dari para calon kemarin. Padahal sektor kesehatan harus diperhatikan lebih serius karena ini menyangkut dengan kesejahteraan masyarakat. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here