Kejari Usut Pengadaan Buku Fiktif Bappeda Kota Batu

0
261

Nusantara.news, Kota Batu – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu sudah menetapkan status penyidikan kasus dugaan penyelewengan pengadaan buku Walikota Batu. Pengadaan buku tersebut dilakukan melalui perantara Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Batu yang memakan anggaran hingga  Rp 180 juta.

Bersamaan dengan itu, Kantor Perpustakaan Daerah Kota Batu juga menganggarkan buku yang sama dengan besaran anggaran Rp 160 juta. Dugaannya, buku di dua OPD tersebut sama hanya diganti sampulnya. Selain itu, jumlah buku yang dicetak tidak sesuai dengan yang ada dalam laporan pertanggungjawaban Pemerintah Daerah.

Ketua LSM PMPB, Sarwiono mendesak terkait proses pengadaan percetakan buku fiktif tersebut,supaya segera menetapkan tersangkanya. “Ini sudah bukan rahasia lagi dan pihak Kejaksaan jangan terlalu lambat untuk menyeleseikan kasus ini,” ungkapnya.

“Jangan sampai ini berhenti dan parkir, kalau tidak segera diusut secara segera nanti malah terbengkalai dan tidak terurus,” imbuh Sarwiono.

Sedangkan, Ketua LSM Alap – Alap,Gaib Sampurno, menekan kasus tersebut untuk segera di selesaikan, pasalnya, tahun ini sudah berganti masa periode Walikota lama, ke Walikota yang baru meskipun satu rumpun keluarga.

“Kejari harus cepat dan tanggap untuk menyeleseikan kasus ini, jangan sampai dibiarkan, dengan kerugian negara hingga ratusan juta rupiah tersebut,” tegas Gaib.

Tersiar kabar dalam pemberkasan proses penyidikan dugaan buku yang mendera Bappeda Kota Batu tersebut, ada intervensi yang dilakukan oleh salah satu mantan Kejari Kota Batu yang punya jabatan berpengaruh di pemerintah Pusat kepada Kejaksaan Negri Kota Batu. “ini juga perlu ditelusuri, proses intervensi, intimidasi dan ancaman suatu hal yang sangat licik dalam menyelesaikan sebuah kasus,”kata Gaib.

Sementara itu, Kejaksaan Negeri  Kota Batu ,Nus Chusniah SH mengungkapkan bahwa kasus tersebut masih pada tahap penyidikan. “memang butuh waktu dan proses, dalam proses penyidikan, menggali fakta dan bukti yang kuat secara hukum,” ujarnya.

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here