Memilih Pemimpin Cerdas Penerus Gubernur Soekarwo

0
607
Walikota Batu Eddy Rumpoko

Nusantara.news, Surabaya – Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur Juni 2018 diprediksi akan menjadi ajang persaingan panas antar kader terbaik partai politik Jatim. Karena itu politisi senior yang juga Walikota Batu H Eddy Rumpoko terdorong mengingatkan semua pihak untuk tidak mengembangkan sikap pragmatis, agar terhindar dari situasi Pilkada DKI Jakarta yang panas dan nyaris memicu konflik antara dua ideologi yang saling bertentangan.

“Saatnya Jawa Timur belajar dari hiruk pikuk Pilkada DKI Jakarta. Pesta demokrasi harus aman dan demokratis. Jangan sampai terseret ke isu-isu SARA seperti Pilakda DKI Jakarta,” kata Eddy Rumpoko saat berbincang dengan Nusantara.news di ruang kerjanya di Batu, Malang, Selasa (23/5/2017).

Pakde Karwo

Eddy Rumpoko mengatakan, Soekarwo (Pakde Karwo) yang sudah memimpin Jatim dua periode, dan oleh sebab itu tidak bisa lagi mencalonkan diri, adalah sosok yang berhasil menciptakan ekonomi Jatim ke arah yang lebih baik.

“Kader-kader yang kini masuk dalam bursa calon Gubernur Jatim memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk meneruskan apa yang sudah dicapai dengan baik itu,” kata Eddy.

Eddy lalu berbagi pemikiran tentang kiat sukses seorang pemimpin daerah. Kunci sukses seorang pemimpin daerah, adalah harus tahu secara persis apa yang dibutuhkan oleh masyarakatnya, bukan apa yang dibutuhkan oleh diri dan kelompoknya.

“Sebagai pemimpin daerah harus selalu berpikir dinamis agar mampu mengikuti dinamika kepentingan publik yang terus berkembang,” katanya.

Terkait kualitas kader partai yang sudah masuk dalam bursa Cagub Jatim, Eddy mengatakan, baik. Namun, menurutnya, banyak juga warga Jatim di luar partai yang kualifikasinya sangat baik.

“Calon gubernur itu kan tidak mesti kader partai. Bisa siapa saja. Bisa akademisi, pakar atau ilmuwan, bisa juga birokrat. Yang penting kinerja dan track recordnya jelas dan teruji,” jelasnya.

 

Karena itu pula, Eddy yang memimpin Kota Batu dua periode menilai perlunya partai politik membuka pintu lebar-lebar untuk memberikan ruang kepada putra-putri Jatim terbaik.

“Banyak kader yang berangkat bukan dari partai, baik yang berdomisili di Jatim maupun  di luar Jatim yang mampu mengubah wajah Jatim ke arah yang lebih baik lagi,” kata Eddy.

Eddy juga mengimbau semua pihak, terutama petinggi partai yang menentukan siapa calon yang akan diusung, tidak terpaku pada hasil polling. Sebab, pemilih sekarang  kritis. Hal itu terbukti dari Pilkada DKI Jakarta.

“Pasangan Ahok – Basuki unggul dalam semua survei dan media. tetapi hasil akhirnya, kalah oleh Anies – Sandi. Ini menjelaskan bahwa masyarakat saat ini lebih cerdas dalam memilik pemimpin. Karena itu pula, partai politik harus berubah, dan tidak terbuai oleh performa kader yang belum tentu memberikan dampak lebih baik kepada Jawa Timur. Parpol jangan tercekoki oleh kader yang tampak sangat menjanjikan, tetapi sesungguhnya tidak. Jika ada tokoh yang lebih baik dari luar partai, kenapa tidak,” kata Eddy.

 

Eddy Rumpoko menyatakan siap menjadi tim sukses sebuah parpol yang berani mengusung kader eksternal, misalnya dari kalangan akademisi yang kinerjanya sudah jelas.

Dalam kesempatan itu, Eddy juga mengimbau pers agar memberikan pembelajaran yang cerdas kepada masyarakat. “Ini sangat penting sekali. Sebagai organisasi independen yang selama ini berjuang untuk kepentingan rakyat dan mengedepankan kepentingan publik, harus tampil di garda terdepan dalam menyuarakan keadilan. Media harus bisa memberikan wacana cerdas kepada masyarakat,” pungkasnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here