Menakar Munculnya Calon Perseorangan di Pilgub Jatim

0
141

Nusantara.news, Surabaya  Pelaksanaan pemilihan gubernur Jawa Timur masih setahun lagi.  Seiring dengan itu sejumlah nama pun muncul dan digadang bakal ikut meramaikan suksesi kepemimpinan pasca berakhirnya masa jabatan Gubernur Soekarwo. Sederet nama yang muncul diantaranya, Saifullah Yusuf yang saat ini menjabat Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang saat ini menjabat Menteri Sosial, Abdul Halim Iskandar saat ini menjabat Ketua DPRD Jatim, Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Hasan Aminuddin, anggota DPR RI.

Namun, hingga kini sosok yang dipastikan kuat mengikuti pencalonan adalah Abdul Halim Iskandar. Halim yang juga Ketua DPW PKB Jawa Timur ini memiliki modal 20 kursi parlemen dan mampu memenuhi persyaratan dukungan sebagai modal awal maju di Pilgub Jawa Timur.

Sedangkan Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, Khofifah Indar Parawansa, Tri Rismaharini juga mantan Bupati Probolinggo Hasan Aminuddin mereka belum mendapat kendaraan politik untuk maju di Pilgub Jawa Timur alias belum memenuhi persyaratan.

Nama-nama tersebut, sekalipun masih belum ada kepastian untuk maju dalam Pilgub di tahun mendatang, diperkirakan tetap akan menempuh jalur dukungan parpol. Namun, jika mereka akhirnya harus menempuh jalur independen karena tidak memperoleh tiket parpol untuk maju sebagai calon gubernur Jatim, seberapa besar peluangnya?

Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Sukowidodo menyebut, setidaknya ada tiga nama yang dapat maju lewat jalur perseorangan, yakni Saifullah Yusuf, Khofifah Indar Parawansa dan Hasan Aminuddin. Dasar asumsinya adalah ketiga figur itu memiliki basis di akar rumput yang relatif kuat, terutama di komunitas Nahdlatul Ulama (NU).

Dengan basis itu, lanjut Sukowidodo, “Sangat mungkin (ketiganya, red) menjadi calon alternatif maju lewat jalur perseorangan jika calon-calon yang diusung parpol tidak bisa diterima oleh masyarakat Jatim,” ujar Sukowidodo.

Namun, peluang menempuh jalur indepeden sangat kecil bagi Gus Ipul dan Khofifah. Sebab, keduanya memiliki tingkat popularitas dan elektabilitas yang tinggi sehingga peluang menang di Pilgub Jawa Timur 2018 juga sangat besar. Parpol tentu akan melirik dua tokoh ini.

“Saya kira semua partai yang ingin memenangkan Pilgub Jatim akan memasukkan kedua nama itu sebagai bakal calon yang akan diusung. Tinggal mencocokkan frekuensinya saja. Jadi kita tunggu waktu saja,” tambahnya.

Sebaliknya, peluang Hasan Aminuddin jika maju lewat jalur perseorangan sangat terbuka. Sebab, Partai Nasdem tempatnya bernaung hanya memiliki 4 kursi di DPRD Jatim. “Bisa jadi Pak Hasan (Hasan Aminuddin) sengaja menyiapkan untuk maju lewat jalur perseorangan, karena elemen tim pemenangannya sudah tersebar di seluruh Jatim. Itu memudahkan mencari dukungan masyarakat dalam bentuk bukti foto copy KTP,” imbuh Sukowidodo.

Kekuatan Hasan Aminuddin untuk memenangi Pilgub Jawa Timur juga terbuka. Asal, pasangannya berasal dari wilayah Mataraman dan dari kelompok nasionalis baik dari tokoh politik atau tokoh kultural, mengingat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap parpol saat ini mulai menurun.

Di sisi lain, jalur independen yang disiapkan Hasan Aminuddin itu bisa jadi sengaja disiapkan untuk alternatif bagi Khofifah atau Gus Ipul, jika keduanya tidak berhasil mendapatkan dukungan dari parpol. “Dalam politik itu semua kemungkinan bisa terjadi. Bisa saja nanti Hasan berpasangan dengan Khofifah atau Gus Ipul,” katanya.

Sebaliknya, konsultan politik Bangun Indonesia, Agus Mahfud Fauzi menyebut, peluang munculnya calon perseorangan di Pilgub Jawa Timur 2018 sangat kecil. Karena, persyaratan dukungan masyarakat sangat besar dan harus memenuhi 3 persen dari total daftar pemilih tetap. Selain itu, calon perseorangan atau tim pemenangannya juga memiliki basis massa yang riil.

Menurutnya, figur bakal calon yang sudah ada hanya Khofifah dan Gus Ipul yang tidak terlalu berat memenuhi persyaratan itu. Karena, Khofifah memiliki jaringan Muslimat yang solid, dan Gus Ipul juga memiliki jaringan NU kultural serta Ansor yang cukup militan.

Sementara Hasan Aminuddin dinilai agak berat jika maju lewat jalur perseorangan karena ketokohannya hanya meliputi wilayah Tapal Kuda. “Tapi kalau dilihat dari peredaran alat peraga kampanye Hasan yang hampir merata di wilayah Jatim, bisa jadi dia sanggup memenuhi persyaratan dukungan jalur perseorangan,” ungkap dosen Unesa Surabaya ini.

Agus juga memprediksi PKB akan menjadi kendaraan politik bagi Khofifah maju di Pilgub. Sebab ketua umum PP Muslimat NU itu memiliki hubungan emosional dengan partai yang didirikan oleh para kiai NU. Ini merupakan momentum bagi NU untuk tampil memimpin Jawa Timur.

“Bisa jadi Abdul Halim Iskandar akan mengalah, kendaraan partainya (PKB) untuk Khofifah karena peluang menangnya lebih besar dibanding kakak kandung Cak Imin itu,” dalihnya.

Sementara itu peluang Gus Ipul agaknya tetap berada di tiga parpol pengusung sebelumnya, yaitu koalisi Demokrat, PAN dan PKS. Namun PDIP juga berpeluang besar mengusung Gus Ipul untuk disandingkan dengan kader PDIP, karena pada Pilkada 2017 PDIP banyak mengalami kekalahan di sejumlah daerah.

“Gus Ipul juga sudah melakukan penjajakan dengan mendatangi Megawati di kediamannya jalan  Teuku Umar Jakarta. Dia pernah dibesarkan oleh PDIP saat menjadi anggota DPR RI. Kalau PDIP mengusung Risma, saya rasa sulit untuk menuju kursi Jatim 1,” bebernya.

Selain bisa berpasangan dengan kader PDIP, Gus Ipul juga berpeluang dipasangkan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Karena, jaminan mengusung Gus Ipul ada di tangan SBY dan kedekatan SBY dengan Soekarwo.

“Bisa jadi target Demokrat adalah AHY disiapkan menggantikan Pakde Karwo memimpin Jatim berpasangan dengan Gus Ipul. Sekaligus AHY ingin kembali ke kampung halaman karena ayahnya berasal dari Pacitan,” dalih Agus Mahfud Fauzi.

Ketidakpastian parpol-parpol besar di Jawa Timur untuk mengusung pasangan justru menguntungkan parpol menengah seperti Gerindra, Golkar, PAN dan PKS untuk memainkan peran yang menentukan berapa pasangan calon yang bisa maju di Pilgub Jawa Timur lewat jalur parpol. []

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here