Menantu Trump Kushner Ditunjuk Menjadi Penasihat Senior

0
179

Nusantara.news, Washington – Donald Trump kembali memberikan kejutan jelang pelantikannya sebagai Presiden Amerika Serikat akhir Januari 2017. Trump menunjuk menantunya Jared Kushner sebagai penasihat senior Gedung Putih Selasa (10/1/2017). Hal ini meneguhkan Trump sebagai pemimpin konservatif yang ingin memercayakan posisi-posisi penting ke tangan “orang-orang dekat”, baik sebagai kolega maupun keluarga. Sejumlah kalangan curiga Trump bakal membangun dinasti di pemerintahannya.

Kushner (35) yang menikah dengan Ivanka Trump pada tahun 2009 adalah orang yang paling dekat dengan Trump ketimbang penasihat manapun. Penunjukkannya memastikan eksekutif real estate di New York itu akan semakin berkuasa dan sangat memengaruhi pemerintahan Trump. Dialah sosok sentral yang kerap memberikan masukan kepada Trump mengenai siapa saja yang harus diangkat dan dipecat.

Kushner adalah salah satu yang mendesak pemecatan Gubernur New Jersey Chris Christie sebagai kepala tim transisi Trump, dan menekan mertunya untuk memilih David M. Friedman sebagai duta besar AS untuk Israel.

Trump menggambarkan sosok Kushner sebagai “asset luar biasa dan penasihat tepercaya selama masa kampanye dan transisi”.

Rencananya Kushner akan menjual saham dan sejumlah assetnya kepada adik dan ibunya untuk menghindari konflik kepentingan ketika dirinya duduk di dalam pemerintahan.

Namun demikian, tetap saja langkah Trump menunjuk menantunya masuk di jajaran pemerintahan menimbulkan pertanyaan para pakar etika di AS. Mereka mempertanyakan apakah penunjukkan tersebut telah sesuai dengan undang-undang anti-nepotisme yang dirancang untuk mencegah anggota keluarga masuk mempengaruhi fungsi pemerintahan AS.

Trump agaknya berniat membawa kejayaan kembali Amerika dengan gaya manajemen kerajaan bisnis real estatenya di New York, dimana dia lebih suka memilih para pembantunya dari anggota keluarga atau orang-orang terdekatnya.

Sebelumnya, Presiden AS Barack Obama mewanti-wanti Trump agar tidak mengurus negara seperti mengurus perusahaan.

Menurut Obama, Trump yang akan segera dilantik 20 Januari 2017 nanti harus tahu perbedaan antara kampanye dan mengurus negara.

“Yang harus dia pahami adalah begitu Anda masuk gedung ini (Gedung Putih) setelah disumpah, maka saat itu juga Anda mengurusi organisasi terbesar di Bumi. Anda tak bisa mengelola negara seperti Anda mengelola bisnis keluarga,” kata Obama dalam wawancara dengan program America’s This Week di stasiun televisi ABC (9/1/2017).

Siapakah Jared Kushner?

Undang-undang anti-nepotisme federal di AS akan memaksa Jared Kushner membuktikan bahwa dirinya bebas dari konflik kepentingan saat ditunjuk mertuanya sebagai penasihat senior di Gedung Putih. Lalu siapakah Khusner?

  • Miliarder

Kushner seorang miliarder usia 35 tahun, pengembang real estate, dan penerbit surat kabar mengambil alih perusahaan keluarganya pada usia 28 tahun, setelah ayahnya Charles dipenjara karena sumbangan kampanye ilegal dan penggelapan pajak.

Orangtua Kushner memulai perusahaan tahun 1985, kemudian tumbuh menjadi penghasil jutaan dolar. Kushner menggunakan sejumlah besar penghasilannya untuk disumbang ke Harvard University. Di bawah kepemimpinan Jared, perusahaan membeli gedung kantor bertingkat di kawasan 666 Fifth Avenue New York City seharga USD 1,8 miliar, pada saat itu adalah jumlah terbesar untuk harga gedung kantor.

  • Penerbit Surat Kabar

Kushner membeli surat kabar New York Observer meskipun dia mengaku tidak terlalu menggemari media. Pada 2009 dia pernah mengatakan kepada New York Magazine bahwa dia menyalahkan media untuk masalah keluarganya.

  • Seorang Yahudi Ortodoks

Dalam sebuah wawancara dengan Vogue pada 2015, Ivanka menggambarkan keluarga mereka sebagai “keluarga taat” dan dituliskan bahwa mereka menghormati hari Sabat. “Dari Jumat sampai Sabtu kami tidak melakukan apa-apa meskipun bergaul satu sama lain. Kami tidak melakukan panggilan telepon,” katanya.

  • Penasihat Utama Kampanye Trump

Trump sering meminta saran Kushner untuk seluruh kampanyenya pada pilpres 2016, meski dia tidak punya pengalaman di dalam pemerintahan. Kushner yang berpembawaan tenang membantu Trump memperoleh direktur komunikasi kampanye, bertemu dengan para pejabat tingkat tinggi, dan memberi saran Trump memilih wakil presidennya. Kushner juga menulis untuk Observer untuk menjawab tuduhan anti-Semit yang diarahkan pada mertuanya itu.

  • Potensi Konflik Kepentingan

Sekarang Kushner dihadapkan potensi terlibat konflik kepentingan terkait penunjukkannya oleh sang mertua sebagai penasihat senior. Menurut Times, Kushner telah melakukan pembicaraan dengan Anbang Insurance Group Cina untuk sebuah proyek membangun kembali 666 Fifth Avenue. Sebab itu Kushner telah menyewa firma hukum yang berbasis di Washington WilmerHale untuk hal-hal yang bersifat etis. (berbagai sumber)

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here