Mengapa Pemkot Kota Malang Ancam Cabut Izin 100 Koperasi?

0
83
Ilustrasi Koperasi (Sumber: Humas Kota Malang)

Nusantara.news, Kota Malang – Ratusan koperasi di Kota Malang terancam keberadaanya, pasalnya Pemerintah Kota Malang dengan tegas akan membekukan terkait izin oprasi koperasi yang bermasalah.

Pemerintah Kota Malang menjelaskan bahwa ada sekitar 100 izin usaha koperasi yang selama ini dinilai mati suri. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Dinkop UMKM) Kota Malang mencatat bahwa 100 lembaga tersebut sudah tidak aktif.

Kepala Dinkop UMKM Kota Malang Tri Widyani Pangestuti mengatakan kondisi koperasi di Kota Malang. “Ada sekitar ratusan koperasi di Kota Malang yang masuk dalam kategori tidak aktif, jika tidak bisa dibina dan minim partisipasinya maka kami akan menghapusnya,” jelasnya.

Koperasi yang masuk kategori tidak aktif itu ditandai dengan tidak adanya pengurus sehingga tidak melakukan rapat anggota tahunan (RAT). Padahal, RAT harus dilakukan secara rutin setiap tahun dan hasilnya dilaporkan pada dinas terkait perkembangannya.

Sebelum mengambil langkah pencabutan izin, pembekuan dan penutupan kepada ratusan koperasi yang bermasalah, Dinkop UMKM Kota Malang sudah berupaya mendorong agar para pengurus koperasi segera aktif kembali.

“Kami tidak diam saja, tapi aktif turun ke lapangan untuk melakukan pendampingan,” tegas wanita yang disapa Yani tersebut.

Ia menambahkan penjelasanya, bahwa Dinkop UMKM Kota Malang selalu berusaha mendampingi sejumlah koperasi yang menggelar RAT. Sekaligus memotivasi dan membirkan stimulus agar Koperasi tersebut aktif kembali untuk menopang ekonomi rakyat.

“Banyak yang menganggap koperasi ini tidak seksi, tidak menarik. Padahal jika sistemnya diterapkan dengan benar, justru bisa jadi lahan investasi masyarakat segala kelas,” jelasnya.

Berdasarkan beberapa informasi yang didipat, kini terdapat sekitar 700 lembaga koperasi yang terdaftar di Dinkop UMKM Kota Malang. Apabila 100 koperasi ini dibekukan maka jumlahnya tinggal sekitar 600-an saja.

Jumlah koperasi di Kota Malang terus berkurang setiap tahunnya, sebelumnya pada tahun 2016 lalu, Dinkop UMKM Kota Malang telah membekukan dan mencabut badan hukum 99 koperasi dengan berbagai alasan dan masalah yang ada di beberapa koperasi di Kota Malang.

Dampak ekonomi  

Seperti yang diketahui, koperasi merupakan suatu badan, lembaga atau organisasi ekonomi yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.

Nilai-nilai kekeluargaan, kolektif, kebersamaan dan demokrasi ekonomi yang ada pada koperasi kemudian erat kaitannya dengan Ekonomi Kerkayatan. Hal tersebut menunjukan bahwa koperasi memiliki peranan dalam mewujudkan Ekonomi Kerakyatan karena Koperasi merupakan bentuk perusahan, satu-satunya bentuk perusahaan yang sesuai dengan Ekonomi Kerakyatan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Namun realitanya kini banyak koperasi di beberapa daerah, khususnya di Kota Malang yang mereduk dan tidak aktif. Berbagai masalah pun menjadi salah satu faktor merdupnya koperasi-koperasi tersebut.

Sistim koperasi dianggap tidak seksi dan kurang menguntungkan, atau dianggap hanya menghasilkan keuntungan yang kecil. Selain itu, pengetahuan terkait sistim koperasi yang minim di kalangan masyarakat.

“Iya miris sekali pengetahuan terkait sistim ekonomi koperasi yang minim dan juga minim peminatnya di Indonesia, padahal sistem tersebut merupakan salah satu gagasan dari pendiri bangsa kita,” ujar Rizal Setyo, Pengamat Ekonomi Kota Malang.

Ia juga menjelaskan bahwa praktik penerapan koperasi yang ada kini juga masih bannyak yang belum sepenuhnya menerapkan sistem koperasi.

“Nama koperasi hanya dipakan sebagai simbol kerakyatan saja, yang kemudian ada di beberapa penelitian saya yang menemukan bahwa praktik koperasi permodalan seperti sistim perusahaan. Kata koperasi rakyat agar mempermudah akses dan izin usaha disuatu wilayah,” tegas alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya tersebut.

Berbagai masalah yang bermacam bentuknya pun menjangkit di beberpa koperasi di Kota Malang. Mengenai pandangan, pengetahuan, penerapan, partsipasi anggota sehingga memicu ketidakaktifan koperasi yang ada.

Perlunya pengetahuan dan pendidikan koperasi sejak dini pun harus sudah diperkenalkan, dan dilakukan agar kelak ketika beranjak dewasa mengerti dan dapat berkembang sebagai jati diri ekonomi Bangsa Indonesia, mengingat koperasi merupakan warisan gagasan pendiri bangsa.

Keberadaan koperasi perlu diperhatikan dan ditumbuh kembangkan mengingat koperasi sebagai penopang atau jantung bagi ekonomi masyarakat khususnya masyarakat kecil, ditengah derasnya arus ekonomi liberal dan ekonomi global.

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here