Mengenal Lebih Dalam Calon Walikota dan Wakil Walikota Malang di Pilkada 2018

0
1947
Pilkada Kota Malang 2018 (Foto: TIMESIndonesia - Re Edit Nusantara)

Nusantara.news, Kota Malang – Tahapan Pilkada Kota Malang 2018 terus bergulir, setiap calon berebut perhatian masyarakat guna terpilih menjadi Walikota dan Wakil Walikota Malang kedepan.

Tak sedikit yang menggunakan jargon-jargon kerakyatan dan kekinian agar nampak populis dan mendapat perhatian masyarakat. Penokohan dan figuritas pun dibangun guna mendongkrak popularitas para calon.

Sejauh ini, sebanyak tiga pasangan kandidat Calon Walikota dan Wakil Walikota mendaftar ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang. Mereka yakni M Anton – Syamsul Mahmud, Ya’qud Ananda Gudban – Ahmad Wanedi, dan Sutiaji – Sofyan Edi Jarwoko. Dari tiga pasangan itu, terdapat tiga muka lama dan tiga pendatang baru dalam pesta demokrasi Kota Malang mendatang.

Tiga muka lama yakni M Anton, Sutiaji, dan Sofyan Edi Jarwoko, dimana ketiganya sempat menjadi aktor dalam dinamika Pilkada Kota Malang 2013 lalu. Kini, komposisi pertarungan berbeda dengan tahun ini.

Kini ada tiga pendatang baru dalam pesta demokrasi kali ini, mereka  adalah Ya’qud Ananda Gudban, Ahmad Wanedi, dan Syamsul Mahmud. Mereka adalah wajah baru dalam helatan Pilkada Kota Malang 2018 nanti, meskipun baru track record, kapasitas dan kapabilitasnya juga tidak dapat diremehkan.

Berikut kita akan mengenal tiga calon pasangan yang kemungkinan besar akan berkompetisi dalam Pilkada Kota Malang 2018.

Sang Petahana Maju Kembali

Sang Walikota Petahana, M Anton akan maju kembali dalam momen Pilkada Kota Malang 2018. Sang petahana yang memiliki nama lengkap H. Mochamad Anton (Goei Hing An), masih memiliki gari keturunan tionghoa dari ayahnya.

Dalam pilkada kali ini Anton dan Sutiaji pecah kongsi dan memilih mencalonkan diri tidak lagi sebagai pasangan. Sang Petahana, M Anton memilih berpasangan dengan Syamsul Mahmud yang merupakan salah satu rekanan di dunia usahannya.

Koalisi ASIK

Sebelumnya, Pada Pilwali 2013, Anton berpasangan dengan Sutiaji, diusung koalisi PKB – Gerindra. Pasangan Anton – Sutiaji berhasil memenangkan Pilwali, sehingga menjalankan roda pemerintahan Kota Malang hingga saat ini.

Sebelum menjadi Walikota Malang, M Anton sendiri pernah bekerja sebagai Sopir angkot Dinoyo-Gadang, kemudian Sales produk elektronik, dan menjabat sebagai Direktur PT Candra Wijaya Sakti dan Direktur CV Surya Kencana.

M Anton sendiri merupakan salah satu alumni mahasiswa S-1 Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan ITN Malang. Dalam dunia organisasi ia pernah menjabat sebagai Bendahara NWC NU Kecamatan Lowokwaru, kemudian naik menjadi Bendahara PCNU Kota Malang 2011-20163. Ia pun juga tergabung di Perkumpulan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Malang Raya.

Sementara itu dalam dunia usaha M Anton juga menjadi Pembina Koperasi Petani Tebu wilayah kerja Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Partner politik yang akan mendampinginya di Pilkada Kota Malang 2018 yakni Syamsul Mahmud. Saat ini, Syamsul menjabat sebagai Sekretaris Real Estate Indonesia (REI) Kota Malang, ia merupakan pengusaha properti yang cukup ternama di Kota Malang.

Koalisi sang petahana, diusung oleh tiga partai yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahteran (PKS), dan Partai Gerindra, dengan total 11 kursi pendukung di legislatif daerah. Dalam koalisi tersebut, sang petahana membuat jargon ASIK (Anton Samsul Idola Kita).

Anggota DPRD Penantang Petahana

Dalam helatan Pilkada Kota Malang 2018 ini akan ada pendatang baru yang akan menantang calon incumbent, yakni Dr. Ya’qud Ananda Gudban SS., SST.Par., MM. dan Ahmad Wanedi Nanda Gudban pernah menjadi Anggota DPRD Kota Malang periode 2009-2014 dan 2014-2019.

Dalam lingkar legislatif daerah, Nanda menjadi Wakil Sekertaris Jenderal Asosiasi DPRD Seluruh Indonesia (Adeksi). Ia aktif di sejumlah organisasi. Ia juga menjadi Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia Malang. Selain itu ia juga menjadi Ketua Komunitas Perempuan Peduli Indonesia (KoPPI). Semasa menjadi mahasiswa tercatat pernah aktif di KOHATI (korps HMI-wati) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang

Koalisi MENAWAN

Pengalaman di dunia akademisi ia juga menjadi dosen tetap di Universitas Merdeka Malang, Dosen Luar Biasa di Universitas Brawijaya Malang, Senat di STIBA Malang hingga menjadi ketua jurusan Pariwisata Unmer Malang.  Sementara itu, di dunia perpolitikan, Nanda menjadi Ketua DPC Partai Hanura Kota Malang.

Sedangkan, Calon Wakil Walikota pendamping Nanda yakni, Ahmad Wanedi merupakan tokoh lama dari PDI-P Kota Malang. Ia merupakan Pengurus cabang pertama kali, yang sudah diklat kader madya. Wanedi juga merupakan salah satu utusan kongres DPP Pusat dari DPC Kota Malang.

Wanedi termasuk senior dan pejuang awal partai. Ia pun sudah lama menjadi perbincangan di kalangan elit politik. Wanedi juga merupakan salah satu kader terbaik PDIP Kota Malang. Semasa mahasiswanya ia aktif di Organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan komunitas yang berhaluan nasionalis.

Koalisi Nanda-Wanedi ini diusung oleh 4 partai yakni Partai Hanura, PPP, PAN, dan PDI-Perjuangan, Partai Nasdem yang berhasil mengumpulkan 21 kuri parlemen daerah. Koalisi ini merupakan koalisi yang paling terbesar dibandingkan dari dua pasangan lainnya. Koalisi ini membawa slogan MENAWAN (Menangkan Nanda-Wanedi).

Wakil Walikota Maju N1

Wakil Wlikota Malang, Sutiaji berencana akan maju dalam Pilkada tahun ini. Berbeda dengan tahun sebelumnya di Pilkada Kota Malang 2013 ia maju sebagai calon Wakil Walikota, namun kali ini ia maju menjadi calon Walikota Malang (N1).

Sutiaji sendiri merupakan pria asal Lamongan. Namun telah menetap lama di Jl. MT Haryono V/254 Dinoyo, Lowokwaru semenjak ia kuliah di IAIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang kini menjadi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Koalisi SAE

Ia berkuliah di Fakultas Tarbiyah (FT) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, semenjak ia kuliah ia aktif di organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Malang, bahkan ia merupakan salah satu pengagas Rayon Fakultas Tarbiyah FT UIN Malang Maulana Malik Ibrahim.

Selepas ia menjadi mahasiswa pun dirinya juga masih aktid di beberapa organisasi yakni pernah menjabat sebagai Koordinator BKM Lowokwaru, kemudian menjadi Sekretaris MWC NU Lowokwaru, Kota Malang, hingga ditunjuk sebagai Wakil Sekretaris NU Cabang Kota Malang

Ia pun pernah menjadi Wakil Ketua NU Cabang Kota Malang 2011-2016, yang kemudian menjadi Ketua Fraksi PKB di DPRD Kota Malang. Di partai ia pernah menjadi Wakil Ketua DPC PKB Kota Malang 2013-2018.

Disela kesibukkannya ia juga menyempatkan berorganisasi di masjid dan masyarakat salh satunya pernah menjadi Bendahara Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang dan menjadi Koordinator Forum Komunikasi Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kota Malang.

Jabatan terakhir sebelum ia menjadi Wakil Walikota Malang, ia pernah menjadi Anggota DPRD Kota Malang Fraksi PKB.

Sementara itu, pendamping Sutiaji dalam helatan Pilkada Kota Malang 2018 yakni Sofyan Edi Jarwoko, ia merupakan Ketua DPC Partai Golkar Kota Malang. Sofyan merupakan kader terbaik dari Partai Golkar Kota Malang, rekanan dari Anggota DPR RI, Ridwan Hisjam.

Pria alumnus Universitas Merdeka Malang, pernah menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang. Pria asal malang tersebut sedari mahasiswa aktif di organisasi dan komunitas yang berhaluan nasionalis, oleh karenannya kerap julukan ‘Bung’ melekat dalam dirinya, sapaan akrabnya ‘Bung Edi’.

Di Pilkada Kota Malang 2013 lalu, Sofyan Edi Jarwoko mencoba peruntungan sebagai Calon Wakil Wali Kota Malang, berpasangan dengan Heri Pudji Utami sebagai Calon Wali Kota. Pasangan ini saat itu diusung koalisi PAN – Golkar, namun pada saat itu pihaknya belum beruntung karena berada pada posisi ke tiga dalam persentase perolehan suara.

Kini, di Pilkada Kota Malang 2018 ia berpasangan denga Wakil Walikota Malang petahana, yang mana memiliki pengaruh yang cukup kuat di Masyarakat. Paasangan Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko ini diusung oleh Partai Demokrat dan Partai Golkar. Ia membuat jargon Sutiaji-Edi (SAE) (red jawa: baik) untuk kampanye koalisi mereka.

Di tempat lain, Ketua KPU Kota Malang, Zaenudin, mengatakan, saat ini pasangan calon yang telah mendaftar belum ditetapkan sebagai Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang secara resmi. Penetapan dilakukan jika semua syarat, termasuk berkas perbaikan, telah dinyatakan terpenuhi.

“Penetapan pasangan calon berlangsung pada 12 Februari 2018. Setelah itu, pengundian dan pengumuman nomor urut dilakukan pada 13 Februari 2018,” jelas Zaenudin.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here